Cara Ternak Ulat Hongkong Untuk Pemula (Terlengkap)

Cara budidaya atau ternak ulat hongkong pemula

Ulat hongkong saat ini sudah menjadi komoditas ternak yang mempunyai nilai ekonomi untuk dibudidayakan secara intensif, betapa tidak ulat hongkong sering digunakan untuk menjadi pakan tambahan untuk mecukupi kebutuhan akan protein hewan peliharaaan seperti burung, ikan dan juga beberapa reptil. Permintaaannya tak akan pernah surut, untuk itu peluang pasarnya pun masih terbuka. Apa sobat budidaya berminat ternak ulat hongkong? Tenang, sobat budidaya berada di tempat yang tepat, karena artikel ini akan membahas tuntas cara budidaya atau ternak ulat hongkong pemula. Di artikel ini kami berusaha sebaik mungkin untuk memberikan info selengkapnya dengan bahasa yang mudah dipahami meskipun sobat budidaya seorang pemula sekalipun. Yuk simak sampai habis..

Estimasi waktu baca: 8 menit

Nilai kandungan protein yang ada pada ulat hongkong cukup tinggi, tak ayal menyebabkan ulat hongkong menjadi salah satu pakan alami yang baik untuk hewan peliharaan. Sebut saja seperti burung kicau, ikan konsumsi, dan reptil. Bahkan ulat hongkong pun bisa diolah menjadi tepung sebagai pakan tambahan hewan ternak. Tingginya permintaan akan ulat hongkong tentu saja membuat peluang pasar ulat hongkong untuk dibudidayakan masih sangat terbuka lebar.

Selain itu, harga ulat hongkong pun relatif stabil dan tinggi di pasaran jika dibandingkan dengan tingkat kesulitannya yang notabene cara ternak ulat hongkong relatif mudah. Namun begitu, mudah bukan berarti tanpa hambatan. Tentu saja hambatan pasti ada setiap usaha budidaya yang dilakukan. Untuk itu dibutuhkan cara budidaya ulat hongkong yang baik dan benar. Artikel ini adalah hasil interview kami kepada peternak ulat hongkong yang sudah berjalan. Diharapkan bisa menjadi panduan untuk sobat budidaya dalam memulai ternak ulat hongkong.

Oh ya, ini adalah artikel lanjutan dari artikel “ulat hongkong disukai burung dan diburu kicau mania” yang membahas semua tentang ulat hongkong dari klasifikasi, makanan sampai siklus hidup ulat hongkong. Sebaiknya sobat budidaya membacanya juga jika melewatkannya.

Cara ternak ulat hongkong pemula

Cara budidaya atau ternak ulat hongkong pemula
Ulat hongkong (facebook.com)

Ternak ulat hongkong relatif mudah dan tidak membutuhkan tempat yang luas. Hal ini dikarenakan tempat budidaya ulat hongkong dapat disusun sedemikian rupa seperti rak-rakan.

Berikut ini langkah demi langkah cara ternak ulat hongkong untuk pemula :

Persiapan sarana dan prasarana

1. Indukan ulat hongkong

Untuk awal sobat budidaya bisa menggunakan kumbang atau ulat hongkong sebagai indukan yang digunakan untuk memulai ternak ulat hongkong. Namun di artikel kali ini akan membahas cara ternak ulat hongkong dari ulat hongkong sebagai indukannya, cara ini selain relatif lebih murah juga ulat hongkong lebih mudah didapatkan. Sobat budidaya bisa membeli ulat hongkong di peternak ulat hongkong langsung atau di toko/kios penjual pakan hewan peliharaan.

2. Lokasi budidaya

Lokasi yang baik untuk budidaya ulat hongkong adalah lokasi yang mempunyai kelembapan yang cukup + 70% – 80% dan tidak langsung terkena cahaya matahari serta ternaungi dengan baik. Sebaiknya sobat budidaya pilih tempat yang mempunyai atap supaya tidak terkena air hujan dan cahaya matahari langsung.

3. Kotak/tempat budidaya

Cara ternak budidaya ulat hongkong pemula
Rak budidaya (facebook.com)

Tahap selanjutnya adalah persiapan tempat budidaya, pada dasarnya sobat budidaya bisa menggunakan bahan apa saja seperti triplek, kayu dan nampan plastik. Namun idealnya tempat budidaya dibuat bersusun menjadi rak-rakan sehingga dapat menghemat tempat.

Sobat budidaya bisa menggunakan bahan triplek dengan ukuran yang bisa disesuaikan dengan ketersediaan tempat dan bahan dengan dengan tinggi kotak + 10 cm-12 cm. Pastikan untuk melapisi pinggiran kotak dengan lakban supaya ulat hongkong tidak bisa keluar dari kotak.

4. Media budidaya

Media budidaya yang baik adalah polar gandum, namun sayangnya terkadang di beberapa tempat polar gandum sulit didapatkan selain itu juga polar gandum relatif lebih mahal. Sebagai alternatif sobat budidaya bisa menggunakan dedak halus. Media budidaya selain berfungsi sebagai makanan juga berfungsi sebagai tempat kumbang meletakkan telur. Kumbang pada umumnya akan masuk kedalam media ketika akan betelur.

5. Ayakan

Ada dua jenis ayakan yang digunakan dalam ternak ulat hongkong. Ayakan dibedakan berdasarkan ukuran lubang ayakan dengan fungsi ayakan masing-masing berbeda.

  • Ayakan dengan ukuran lubang + 2-3 mm, ayakan ini berfungsi untuk memisahkan kumbang/kepik ulat hongkong dari media budidaya (polar/dedak) dan telur (ayakan no. 1).
  • Ayakan dengan ukuran lubang < 2 -3 mm, ayakan ini berfungsi untuk memanen ulat hongkong, memisahkan ulat hongkong dengan media budidaya (ayakan no.2).

6. Makanan

Makanan ulat hongkong dapat bermacam-macam seperti pepaya muda, labu siam, kentang, wortel, mentimun, sayur-sayuran, ampas tahu, dll. Wortel, pepaya muda dan kentang bagus sebagai makanan ulat hongkong karena lebih awet, tidak mudah busuk dan lebih tahan lama terkena jamur. Jika memilih makanan seperti sayuran dan ampas tahu pastikan makanan jangan sampai busuk dan berjamur.

Selain itu juga untuk memenuhi kebutuhan proteinnya, sobat budidaya bisa menambahkan makanan ayam seperti 511, 521, atau BR.

Tahapan cara ternak ulat hongkong pemula

Setelah semua kita persiapkan sekarang saatnya mulai ternak ulat hongkong. Berikut ini secara lengkap penjelasan tiap tahapannya :

  1. Masukkan media yang sudah dipersiapkan sebelumnya kedalam rak budidaya, tinggi media setinggi 2-3 cm. Media tidak perlu terlalu tebal untuk mempermudah ulat hongkong/kepik keluar masuk media.
  2. Tebar ulat hongkong kedalam rak budidaya yang sudah berisi media (polar/dedak halus). Sebagai perbandingan, ukuran kotak 60 cm x 40 cm bisa ditebar ulat hongkong sebanyak 250 gr – 350 gr ulat hongkong.
  3. Tebar makanan di beberapa titik di dalam rak.
  4. Ulat hongkong akan mulai berubah menjadi pupa setelah 2 minggu sampai 2 bulan. Hal ini sangat dipengaruhi dari usia ulat hongkong pada saat sobat budidaya membelinya. Ciri-ciri ulat hongkong yang akan berubah menjadi pipa biasa tidak banyak bergerak dan badan akan sedikit melengkung menyerupai hurup C. Biasanya ulat hongkong tidak akan berubah menjadi pupa secara serentak, jadi pastikan untuk mengontrol secara rutin.
  5. Pisahkan pupa dan tempatkan di wadah terpisah. Sobat budidaya tidak perlu mengaduk-ngaduk media karena pupa biasanya akan berada di permukaan media. Pemisahaan ini bertujuan supaya pupa tidak terganggu dan dimakan oleh ulat. Kasus ini banyak ditemui terutama jika ulat kekurangan makanan yang tersedia jadi pastikan makanan tercukupi.
  6. Wadah tempat pupa tidak perlu diberi media dan makanan karena pada fase ini pupa tidak membutuhkan makanan sama sekali. Selain itu wadah ini hanya sementara untuk menunggu pupa berubah menjadi kumbang.
  7. Pupa akan berubah menjadi kumbang setelah 1-2 minggu tergantung kondisi lingkungan. Pada awalnya kumbang yang baru saja berubah dari pupa berwarna putih yang kemudian berangsur-angsur berubah menjadi coklat sebelum akhirnya menjadi warna hitam.
  8. Persiapkan rak/kotak baru yang sudah terisi media, persis seperti no 1.
  9. Pindahkan kumbang kedalam rak/kotak yang sudah dipersiapkan.
  10. Beri makan kumbang, persis seperti no 3.
  11. Kumbang dapat dipisahkan dari media setelah 12-14 hari setelah kumbang di tebar di media.. Pisahkan kumbang dengan menggunakan ayakan no. 1.
  12. Kemudian kumbang dapat di tebar lagi ke dalam media yang baru dan diulang lagi setelah 12-14 hari lagi (selama hidupnya kumbang dapat dilakukan pemisahan sebanyak 2-4 kali.
  13. Simpan media hasil yang baru dipisahkan dari kumbang untuk penetasan telur dan pembesaran.
  14. Ulat hongkong dapat dipanen setelah 14-30 hari tergantung kebutuhan pasar yang sobat budidaya targetkan. Sobat budidaya bisa menggunakan ayakan no 2.

Tips :

  • Bersarkan informasi dan pengalaman peternak yang kami dapatkan, hampir tidak ada permasalahan serius tentang penyakit yang sering ditemui dalam budidaya ulat hongkong. Kalaupun ada kematian namun jumlahnya masih kategori wajar. Intinya adalah pada lokasi dan ketersediaan makanan. Lokasi yang dibutuhkan untuk ternak ulat hongkong adalah lokasi yang tidak langsung terkena cahaya matahari bahkan cenderung gelap. Hindari juga dari air hujan/percikan air hujan karena jika media terkena air hujan maka akan membuat media basah sehingga akan mudah ditumbuhi jamur. Selain itu lokasi yang cocok untuk budidaya ulat hongkong adalah tempat yang hangat karena pada dasarnya ulat hongkong adalah hewan tropis yang membutuhkan tempat yang hangat untuk tumbuh optimal dan berkembang biak dengan baik pula.
  • Permasalahan yang sering ditemui peternak adalah hama seperti tikus, semut dan cicak. Jadi pastikan lokasi terhindar dari binatang-binatang tersebut. Jangan menempatkan rak terlalu dekat dengan tembok selain itu juga sobat budidaya bisa menambahkan baskom berisi air di setiap kaki rak supaya semut tidak dapat naik ke rak budidaya.

Nah itulah cara ternak ulat hongkong pemula, mudah khan? gimana tertarik budidaya ulat hongkong? mudah-mudahan bermanfaat dan sukses dengan usaha budidaya ulat hongkongnya ya…

Share This:

You May Also Like

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments