Cara Budidaya Vanili Untuk Pemula Agar Cepat Berbuah

Cara budidaya tanaman vanili untuk pemula agar cepat berbuah

Selain digunakan sebagai perisa dalam makanan dan minuman, vanili juga memiliki nilai tambah dalam bidang farmasi, kosmetik, dan industri parfum. Banyaknya kegunaan akan vanili, menyebabkan tingginya permintaan akan vanili dan berpeluang besar untuk dibudidayakan. Untuk sobat budidaya yang tertarik budidaya tanaman vanili, artikel ini akan membahas langkah demi langkah cara budidaya tanaman untuk pemula agar cepat berbuah. Bagaimana prosesnya, baca sampai habis ya…

Estimasi waktu baca: 1 menit

Vanili (Vanilla planifolia) bukan hanya sekadar sebuah rempah-rempah biasa. Vanili merupakan salah satu rempah-rempah yang paling dikenal dan paling berharga di dunia. Keunikan rasa, aroma, dan kegunaan vanili telah membuatnya menjadi elemen penting dalam berbagai masakan, minuman, dan produk pangan lainnya. Kehadirannya tidak hanya memberikan aroma manis yang khas, tetapi juga meningkatkan nilai dan kualitas produk yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Vanili merupakan salah satu rempah-rempah paling berharga di dunia. Permintaan yang tinggi dari industri makanan, minuman, farmasi, dan kosmetik membuat harga vanili relatif tinggi. Sehingga memberikan peluang besar bagi petani untuk mendapatkan penghasilan yang besar dari budidaya vanili. Selain itu, aroma khas vanili sangat disukai oleh banyak orang di seluruh dunia. Hal ini menciptakan permintaan yang stabil dan luas untuk produk vanili. Petani vanili memiliki potensi pasar yang luas, baik secara lokal maupun internasional.

Permasalahn utama pada budidaya vanili selama ini adalah produktivitas dan mutu yang rendah. Faktor yang mempengaruhi produktivitas vanili antara lain kecocokan lingkungan tumbuh (syarat tumbuh), cara budidaya yang tidak tepat dan serangan hama penyakit.

Untuk mengatasi permasalahan itu maka dibutuhkan cara budidaya tanaman vanili yang baik dan benar agar tanaman cepat berbuah dan bermutu tinggi.

Cara budidaya tanaman vanili untuk pemula

Berikut ini langkah demi langkah cara budidaya tanaman vanili untuk pemula agar cepat berbuah dan bermutu tinggi :

A. Persiapan awal

1. Pemilihan lokasi yang tepat

Seperti yang sudah sedikit disinggung di atas, pemilihan lokasi yang tepat merupakan faktor penting dalam menentukan tingginya produktivitas dan mutu vanili yang dihasilkan. Pemilihan lokasi yang tepat tidak terlepas dengan syarat tumbuh tanaman vanili.

Syarat tumbuh

  • Iklim : Vanili tumbuh baik di daerah dengan iklim tropis atau subtropis, dengan suhu yang hangat sepanjang tahun. Tanaman ini membutuhkan suhu yang stabil dan cenderung tidak tahan terhadap suhu ekstrem yang terlalu panas atau terlalu dingin.
  • Curah hujan : 1000 – 2000 mm/tahun, terbagi rata dalam 8-9 bulan yang kemudian disusul bulan basah selama 3-4 bulan (60 – 90 mm/bulan). Jumlah hari hujan selama setahun sebanyak 150 – 180 hari/tahun.
  • Suhu : 200 – 300 C
  • Kelembaban : 65% – 75%
  • Ketinggian tempat : 0 – 1200 mdp dan optimal pada 0 – 600 mdpl (meter di atas permukaan laut). Semakin tinggi derah akan menyebabkan semakin tingginya peluang terjangkit jamur patogen.
  • Tanah : Budidaya tanaman vanili dapat dilakukan pada berbagai macam jenis tanah andosol, latosol, podsolik, regosol.
  • pH : 5,5 – 7,0
Baca Juga :  Manfaat Dan Kandungan Sayur Bayam, Cek Faktanya Disini

2. Persiapan bibit

Perbanyakan tanaman vanili dapat dilakukan secara vegetatif dan generatif. Namun, yang banyak dilakukan dengan cara vegetatif karena lebih mudah dilakukan dibandingkan cara generatif. Perbanyakan tanaman vanili secara vegetatif dapat dilakukan dengan cara stek sulur. Panjang stek sulur yang digunakan + 1 m (semakin panjang sulur yang digunakan maka akan semakin cepat berbuah).

Berikut ini langkah persiapan bibit tanaman vanili :

  • Ambil sulur dari varietas tanaman vanili unggul dan sehat.
  • Sulur yang baik diambil dari sulur yang belum berbuah dari tanaman vanili yang sudah pernah berbuah.
  • Penyetekan dilakukan pada musim penghujan
  • Potong + 20 cm dari ujung pucuk sulur
  • Pengambilan sulur diambil 4-6 minggu setelah pemotongan pucuk sulur
  • Buang akar-akar lekat yang ada pada buku (ruas)
  • Untuk mempercepat keluarnya akar, sulur dapat direndam dalam air kelapa hijau dengan konsentasi 50% selama 4 jam atau urin sapi 5% selama 10 menit
  • Rendam dalam larutan fungisida dengan konsentrasi 2% selama 20 – 30 menit.
  • Hampar bibit (sulur) di tempat yang teduh atau dibungkus koran selama 2 – 3 hari
  • Lakukan sortir untuk bibit yang busuk sebelum penanaman

Pohon panjat

Cara budidaya tanaman vanili untuk pemula agar cepat berbuah

Tanaman vanili membutuhkan pohon panjat dalam pertumbuhannya sebagai tempat menempelnya akar dan melindunginya dari cahaya matahari yang berlebih. Perlu sobat budidaya ketahui, tanaman vanii adalah tanaman yang tidak tahan terhadap sinar matahari secara penuh. Tanaman vanili hanya membutuhkan intensitas cahaya matahari sebanyak 30% – 50%. Untuk itu, dibutuhkan pohon panjat dalam pertumbuhannya.

Tanaman yang dapat digunakan sebagai pohon panjat adalah albasia, angsana, gamal, dadap cangkring, dan lamtoro atau tanaman lain yang mempunyai kulit kayu basah. Batang pohon panjat dapat diambil dari pohon yang sudah mengayu dengan diameter 5 – 7 cm.

Oh ya, salah satu kelebihan dari cara budidaya tanaman vanili adalah bisa dilakukan dengan sistem tumpang sari. Jenis tanaman yang cocok untuk di tumpang sari dengan tanaman vanili adalah kakao, kopi, kelor, kelapa, cengkeh, pala dan lada.

3. Persiapan dan pengolahan lahan

Pengolahan lahan dilakukan pada awal musim penghujan. Pencangkulan dilakukan hingga kedalaman 20 – 30 cm setelah itu dibaiarkan selama + 2 minggu. Lahan harus memiliki sistem drainase yang baik untuk mencegah terjadinya genangan air. Jika diperlukan, lakukan perbaikan drainase dengan cara membuat saluran drainase atau memperbaiki kemiringan lahan.

Baca Juga :  Apa Itu Tumpang Sari, Manfaat dan Contohnya

Setelah + 2 minggu, pohon panjat dapat ditanam. Sembari menunggu pohon panjatan tumbuh, lahan dapat ditanami, kacang hijau, kedelai, kacang tanah atau jagung.

B. Proses Penanaman

Buat lubang tanam dengan jarak 60 cm x 60 cm dan dalam 40 cm. Tanam 4-5 ruas (buku) dengan posisi miring tetapi bagian pangkal sulur tidak terbenam tanah (lihat gambar) untuk menghindari tumbuhnya jamur patogen.

Cara budidaya tanaman vanili untuk pemula agar cepat berbuah
Teknik penanaman bibit vanili (capture cara budidaya panili, link dibawah)

C. Perawatan

Cara budidaya tanaman vanili untuk pemula agar cepat berbuah selanjutnya adalah perawatan. Berikut ini beberapa hal yang perlu sobat buddiaya perhatikan selama proses perawatan/pemeliharaan tanaman vanili.

1. Penyiangan

Penyiangan adalah proses membersihkan gulma yang ada disekitar tanaman. Hal ini penting untuk dilakukan agar nutrisi yang ada secara penuh dapat dimanfaatkan oleh tanaman vanili. Kontrol terus keadaan disekitar tanaman, apabila terdapat gulma/parasit segera lakukan penyiangan.

2. Pembumbunan

Pembumbunan adalah proses menaikkan kembali tanah yang turun. Turunnya tanah ini dapat disebabkan beberapa faktor antara lain terkikis air hujan atau terinjak-injak oleh pekerja, dll. Pembumbunan dilakukan dengan mencangkul tanah yang turun dan kembali menaikkan tanah ke sekitar pangkal tanaman. Pembumbunan bertujuan agar akar selalu berada di dalam tanah.

3. Pemangkasan

Pemangkasan dilakukan setelah batang/sulur tanaman vanili mencapai ketinggian + 80 cm atau sudah terdapat 10 daun dewasa. Pemangkasan dilakukan pada bagian pucuk batang/sulur.

4. Pemupukan

Tanaman vanili bukanlah tanaman yang membutuhkan unsur hara tinggi. Sehingga, pada umumnya penggunaan pupuk organik, khususnya pupuk kandang masih dianggap mencukupi untuk kebutuhan tanaman vanili tumbuh secara optimal. Namun, apabila lahan yang digunakan miskin unsur hara pemupukan anorganik seperti pupuk daun dan urea, perlu diterapkan.

Tanaman vanili mempunyai perakaran yang dangkal, sehingga pemupukan yang ideal adalah melalui daun (pupuk daun) atau tanah. Pupuk daun dapat diberikan 1-2 minggu sekali dengan dosis 5-8 gr/l. Penyemprotan sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau sore hari. Sedangkan pemupukan tanah dapat menggunakan pupuk lengkap NPK (1:2:3). Dengan dosis tanaman umur kurang dari 2 tahun 50-100 gr/tanaman/tahun. Sedangkan tanaman berumur lebih dari 2 tahun dengan dosis 100-200 gr/tanaman/tahun.

5. Penyerbukan

Faktor penting lainnya dalam budidaya tanaman vanili adalah proses penyerbukan. Proses pembungaan pada tanaman vanili memainkan peran kunci dalam pembentukan bunga dan produksi polen yang kemudian menjadi biji vanili. Tanaman vanili umumnya membutuhkan polinator untuk membantu dalam proses penyerbukan. Di habitat alaminya, serangga seperti lebah dan burung kolibri biasanya bertanggung jawab untuk memindahkan polen dari bunga jantan ke bunga betina. Namun, dalam budidaya vanili, sering kali diperlukan bantuan manusia untuk melakukan penyerbukan.

Baca Juga :  Cara Merawat Bunga Mawar Agar Cepat Berbunga

Di beberapa kebun vanili, penyerbukan buatan dilakukan untuk memastikan pembuahan yang optimal. Ini dilakukan dengan menggunakan alat seperti sikat kecil atau jari untuk mentransfer polen dari bunga jantan ke bunga betina. Penyerbukan buatan ini memungkinkan petani untuk memiliki kontrol yang lebih besar atas proses pembungaan dan meningkatkan hasil panen.

Berikut ini cara penyerbukan buatan tanaman vanili :

  • Siapkan alat-alat yang diperlukan untuk melakukan penyerbukan buatan. Ini termasuk sikat kecil, kapas, atau alat lain yang bisa digunakan untuk mengambil polen dari bunga jantan.
  • Pilih bunga vanili yang sudah mekar sepenuhnya dan siap untuk penyerbukan. Biasanya bunga yang sudah mekar sepenuhnya memiliki ujung tangkai yang mulai menunjukkan warna kuning atau cokelat.
  • Gunakan alat yang disiapkan (seperti sikat kecil atau kapas) untuk mengambil polen dari bunga jantan yang terbuka. Gosokkan alat tersebut perlahan-lahan di antara bagian dalam bunga jantan untuk mengumpulkan polen.
  • Setelah mengumpulkan polen, gunakan alat yang sama untuk menyebarkan polen ke putik bunga betina. Letakkan polen dengan lembut di atas stigma putik bunga betina. Pastikan untuk menyebarkan polen secara merata di sepanjang stigma.

Catatan : Untuk menghindari penyerbukan silang yang tidak diinginkan, Anda dapat menggunakan tutup kantong plastik atau tisu untuk menutup bunga yang sudah diberi polen dan mencegah serangga lain masuk.

Setelah terjadi penyerbukan yang sukses, polen yang menghasilkan embrio mulai tumbuh melalui putik menuju ovarium. Di dalam ovarium inilah biji vanili akan berkembang. Proses pembuahan membutuhkan waktu yang cukup lama, biasanya 8-9 bulan, sebelum buah vanili matang sepenuhnya.

D. Pemanenan

Waktu pemasakan buah vanili tidak sama, sehingga pemanenan harus dilakukan dengan seleksi buah yang sudah matang saja. Buah yang sudah siap panen dicirikan dengan sudah berubahnya warna hijau buah menjadi kuning agak kecoklatan dan ujung polong mulai menguning (tetapi belum pecah).

Pemanenen buah vanili harus dilakukan dengan tepat, buah yang terlalu cepat dipanen akan menghasilkan buah yang kaku dengan aroma yang tidak kuat. Sedangkan buah yang terlalu lama dipanen, buah sudah pecah sehingga menyebabkan mutu buah yang menurun.

Pemanenan dapat dilakukan dengan cara dipetik dengan menggunakan gunting pangkas yang tajam.

Demikian cara budidaya tanaman vanili untuk pemula agar cepat berbuah. Untuk proses pasca panen dan pembutan oleoresin vanili bisa sobat budidaya baca pengolahan pasca panen dan produk olahan vanili.

Terima kasih sudah berkunjung dan semoga bermanfaat.

Referensi :

  1. pertanian.uma.ac.id
  2. Budidaya tanaman panili (Balai penelitian tanaman rempah dan obat)
Kami juga dapat diakses melalui Google News dan Whatsapp channel
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments