Budidaya Lobster Air Tawar Terlengkap Dari Awal Sampai Panen

Cara budidaya dan ternak lobster air tawar di kolam terpal

Lobster air tawar (LAT) adalah salah satu komoditi perikanan yang memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi. Oleh karena itu, lobster air tawar memiliki potensi yang besar untuk di budidayakan. Hal ini selain harga jual lobster air tawar yang terbilang tinggi juga cara budidaya lobster air tawar yang relatif mudah dan dapat dilakukan baik skala besar maupun skala kecil di kolam terpal. Sobat budidaya penasaran bagaimana caranya?? Artikel ini akan membahas secara lengkap cara budidaya atau ternak lobster air tawar untuk sobat budidaya pengunjung setia carabudidaya.xyz. Selamat membaca…

Estimasi waktu baca: 13 menit

Dahulu kita sering mendapati lobster air tawar menjadi menu-menu andalan hotel berbintang, dan restoran-restoran mewah. Tak salah-salah harga jual menu olahan lobster air tawar di resto mewah dan hotel berbintang di bandrol dengan harga yang sangat tinggi. Namun saat ini, menu-menu olahan lobster banyak dijual di rumah makan bahkan warung-warung tenda di pinggiran jalan yang menyediakan menu olahan seafood. Hal ini disebabkan beberapa faktor seperti meningkatnya perekonomian masyarakat, tingginya permintaan akan olahan lobster, dan semakin banyaknya yang memulai budidaya lobster air tawar di tanah air.

Karena harga jual yang tinggi, banyak yang mengira cara budidaya lobster air tawar sangat sulit dan membutuhkan modal besar. Padahal tidak, budidaya lobster air tawar sangatlah mudah dan dapat dilakukan secara bertahap dari skala kecil untuk menekan modal awal usaha. Sobat budidaya juga bisa memulai usaha budidaya lobster air tawar di kolam terpal dan memanfaatkan lahan yang tersedia di belakang rumah.

Baca juga : 10 jenis usaha modal di bawah 300 ribu, 1 bulan panen

Meskipun saat ini lobster air tawar sudah mulai banyak di budidayakan tetapi jangan khawatir kalau sobat budidaya juga tertarik mencoba. Karena peluang usaha budidaya lobster air tawar masih sangat terbuka lebar, selama budidaya mempunyai kemauan yang keras, memahami bagaimana cara budidaya lobster air tawar yang baik, dan bagaimana cara pemasaran lobster air tawar yang tepat. Pelajari juga bagaimana cara memulai usaha dari nol.

Sebelum mulai budidaya lobster air tawar alangkah baiknya sobat budidaya kenal lebih dekat apa itu lobster air tawar.

Kenal lebih dekat dengan lobster air tawar (LAT)

Morfologi tubuh lobster air tawar

Lobster air tawar (Cherax) merupakan jenis udang-udangan (crustacea) yang hidup di air tawar. Seperti halnya crustacea lainnya lobster air tawar juga memilki cangkang pada bagian luar tubuhnya. Cangkang ini tidak ikut membesar seperti halnya tubuh lobster itu sendiri, sehingga pada proses pertumbuhannya lobster air tawar akan mengalami proses moulting (pergantian kulit/cangkang) yang akan kembali mengeras setelah 24-48 jam. Ketika lobster kecil, proses moulting akan lebih sering terjadi dibandingkan ketika sudah dewasa. Pada saat inilah lobster air tawar menjad sangat rentan, sehingga LAT lebih sering bersembunyi di tempat persembunyiannya. Untuk sobat budidaya yang ingin tahu lebih banyak bisa pelajari di lobster air tawar.

Budidaya lobster air tawar

Budidaya lobster air tawar memiliki potensi besar untuk di budidayakan. Tidak hanya untuk memenuhi permitaan pasar dari dalam negeri saja tetapi permintaan lobster air tawar pun banyak datang dari luar negeri khususnya untuk ukuran lobster siap konsumsi. Selama ini banyak beranggapan bahwa budidaya lobster air tawar membutuhkan modal yang sangat besar. Tidak salah memang, kalau sobat budidaya berencana memulai usaha skala besar tetapi sebenarnya usaha budidaya atau ternak lobster air tawar bisa juga loh sobat budidaya mulai secara bertahap dari skala kecil dengan menggunakan kolam terpal dan memanfaatkan lahan kosong yang ada di rumah sobat budidaya.

Baca Juga :  Cara Budidaya Belut Air Bersih Tanpa Lumpur di Drum

Persiapan peralatan pendukung

Sama halnya dengan budidaya lainnya peralatan pendukung dibutuhkan supaya proses budidaya berjalan lancar, begitu juga halnya dengan budidaya lobster air tawar. Adapun peralatan pendukung yang dibutuhkan adalah kolam budidaya, sumber air, tempat persembunyian lobster, pompa atau aerator, dan jaring atau saringan.

Berikut ini penjelasannya secara lengkap :

Tempat/kolam budidaya

Berikut ini 3 jenis tempat/kolam budidaya yang perlu sobat budidaya persiapkan dalam budidaya lobster air tawar :

1. Kolam pembenihan

Kolam pembenihan adalah tempat dimana proses mengawinkan indukan lobster air tawar berlangsung. Ada beberapa macam jenis bahan kolam pembenihan yang bisa sobat budidaya gunakan dalam budidaya lobster air tawar seperti di kolam terpal, semen, dan plastik atau fiber. Masing-masing bahan mempunyai kelemahan dan kelebihannya masing-masing. Seperti halnya kolam terpal dibandingkan kolam semen, investasi pembuatan kolam semen tentu saja jauh lebih mahal dibandingkan kolam terpal. Tetapi kolam semen jauh lebih awet dibandingkan kolam terpal. Jadi, untuk jenis kolam yang digunakan silahkan sobat budidaya sesuaikan dengan keadaan modal usaha yaa.. Sedangkan untuk ukuran, kolam pembenihan dengan ukuran 1 m x 0,5 m x 25 cm dapat sobat budidaya masukkan 1 set ( 3 ekor jantan dan 5 ekor betina) indukan lobster air tawar.

2. Kolam penetasan

Kolam penetasan adalah tempat untuk mengisolasi indukan betina yang sudah betelur atau istilahnya di kalangan petenak lobster “gendong telur”. Kolam penetasan ini berfungsi supaya indukan betina tidak terganggu dari gangguan-gangguan lobster lainnya. Sobat budidaya bisa menggunakan akuarium sebagai kolam penetasan. Dengan akuarium sobat budidaya bisa membuat rak-rakan sehingga dapat menghemat tempat. Akuarum 40 cm x 40 cm x 30 cm bisa sobat budidaya gunakan untuk 1 ekor indukan lobster ya..

3. Kolam pembesaran

Kolam pembesaran adalah tempat yang berfungsi untuk membesarkan benih lobster yang baru menetas hingga ukuran tertentu tergantung tujuan pemasaran yang ingin sobat budidaya tuju. Untuk jenis bahan, sama halnya dengan kolam pembenihan sobat budidaya bisa menggunakan bahan yang terbuat dari terpal, semen, maupun plastik (fiber). Sedangkan untuk ukuran, kolam pembesaran ukuran 1 m x 1 m x 0,5 m dapat menampung 400 benih lobster air tawar. Tetapi harus di ingat bahwa jumlah ini harus di kurangi seiring makin bertambah besar ukuran lobster air tawar. Kami akan jelaskan secara detail di bagian pembesaran nantinya…

Sumber air

Kualitas air memegang peranan penting dalam proses budidaya atau ternak lobster air tawar. Air yang baik untuk digunakan adalah air tanah (sumur) dan air sungai. Kalau sobat budidaya terpaksa harus menggunakan air PAM, sebaiknya di diamkan terlebih dahulu selama 2-3 hari untuk mengendapkan kaporit yang biasa terdapat pada air PAM. Air yang baik untuk digunakan memiliki pH netral 6-7, suhu 200 C -310 C dan kadar oksigen 2-4 mg/liter.

Tempat persembunyian

Tempat persembunyian sangat penting pada proses budidaya lobster air tawar, hal ini dikarenakan pada habitat aslinya lobster air tawar akan banyak bersembunyi di rongga-rongga. Tempat persembunyian bisa sobat budidaya buat dari pipa paralon, bambu, genteng, maupun bata yang disusun sedemikian rupa. Sedangkan untuk ukuran, 3 inch untuk indukan dan 1 inch untuk anakan/benih lobster.

Baca juga : Cara budidaya ikan gurame di kolam terpal.

Pompa dan aerator

Pompa atau aerator adalah alat pendukung yag sangat penting keberadaannya, keduaya berfungsi untuk menyuplai kebutuhan oksigen di dalam air. Meskipun pada dasarnya lobster dapat bertahan dengan kadar oksgen yang minim tetapi hal ini dapat membuat pertumbuhan lobster jadi terhambat.

Jaring atau saringan

Jaring atau saringan berfungsi untuk menangkap lobster baik itu bertujuan untuk memisahkan lobster maupun pemanenan.

Persiapan indukan

Pemilihan indukan memiliki peran penting dalam kesuksesan usaha budidaya atau ternak lobster air tawar. Jadi sebaiknya pertimbangkan untuk mendapatkan indukan yang berkualtas terbaik. Sobat budidaya bisa mendapatkan indukan lobster dari peternak lobster air tawar yang sudah ada.

Baca Juga :  Cara Budidaya Ikan Cupang Terlengkap 2022

Berikut ini beberapa syarat indukan lobster yang baik :

  1. Berusia minimal 6-7 bulan
  2. Berukuran minimal 4 – 5 inch ( 10 – 13 cm)
  3. Nafsu makan besar
  4. Lincah dan aktif
  5. Berwarna cerah

Pilih lobster yang memiliki ukuran kepala dan tubuh proporsional. Hindari lobster yang memiliki ukuran kepala besar tetapi ukuran badan kecil (tidak proporsional), karena hal ini biasanya menjadi ciri-ciri lobster yang kekurangan asupan makanan.

Perlu sobat budidaya ketahui, biasanya peternak lobster yang menjual indukan dengan sistem set. 1 set indukan terdiri dari 3 ekor indukan jantan dan 5 ekor indukan betina.

Semakin kecil / muda usia indukan ketika dikawinkan biasanya anakan yang diperoleh memiliki pertumbuhan yang lambat.

Membedakan jenis kelamin lobster

Jantan (kiri) dan Betina (kanan)

Meskipun pada umumnya ketika sobat budidaya membeli indukan lobster sudah satu set yang terdiri dari jantan betina tetapi pengetahuan cara membedakan jenis kelamin lobster air tawar sangat diperlukan terutama ketika seleksi indukan supaya budidaya atau ternak lobster air tawar yang sobat budidaya lakukan bisa berkelanjutan. Baca juga : Cara budidaya belut dengan lumpur dalam drum atau ember.

Berikut ini tabel perbedaan jenis kelamin lobster air tawar antara jantan dan betina :

Lobster Jantan

Lobster Betina

Capit

Terdapat bercak berwarna merah

Capit

Tidak terdapat bercak berwarna merah

Alat kelamin

Terdapat tonjolan di bagian bawah tubuh

Alat kelamin

Terdapat lubang di bagian bawah tubuh

Catatan : warna merah capit akan mulai semakin terlihat setelah lobster berumur 4 bulan.

Cara budidaya lobster air tawar

Berikut ini langkah demi langkah cara budidaya atau ternak lobster air tawar :

Pembenihan

Pembenihan adalah suatu proses untuk menghasilkan suatu individu baru. Pembenihan pada budidaya lobster air tawar dapat dilakukan dengan cara mengawinkan indukan lobster yang sudah cukup umur. Tidak ada perlakuan khusus pada proses perkawinan indukan lobster, karena perkawinan akan terjadi dengan sendirinya. Namun yang perlu sobat budidaya ingat adalah, lobster adalah tipe pemilih pasangan dalam melakukan perkawinan jadi sebaiknya berikan beberapa jantan dan beberapa betina sekaligus dalam satu kolam pembenihan. Seperti yang pernah dibahas sebelumnya, bahwa biasanya para peternak lobster menjual indukan dengan sistem set (paket) yang terdiri dari 3 jantan dan 5 betina. Perbandingan jantan dan betina tersebut sudah sangat baik.

Masukkan indukan lobster kedalam kolam pembenihan yang sudah berisi air, pompa atau aerator dan tempat persembunyian. Gabungkan indukan lobster jantan dan betina secara hati-hati, jangan melempar indukan untuk menghindari cacat, dsb. Sedangkan untuk jumlah tempat persembunyiannya sebaiknya jumlahnya disesuaikan dengan jumlah indukan lobster yang di masukkan ke dalam kolam pembenihan.

Beri makan secara teratur setiap pagi dan sore hari. Lobster adalah hewan omnivora (pemakan segala) jadi sobat budidaya bisa memberikan bermacam-macam makanan seperti tanaman sayuran, umbi-umbian, kacang-kacangan, ikan kecil, dan juga pelet udang. Perlu diperhatikan, sebaiknya cacah-cacah terlebih dahulu makan yang akan diberikan supaya lobster lebih mudah memakannya. Selain itu pakan juga sebaiknya tenggelam, karena pada umumnya lobster lebih banyak beraktivitas di dasar kolam. Kalau sobat budidaya memberikan sayuran, terkadang beberapa sayuran tidak dapat tenggelam begitu saja jadi untuk mensiasatinya sobat budidaya bisa merebus terlebih dahulu sayuran yang akan diberikan. Dosis yang tepat untuk pemberian makanan adalah 3% dari berat lobster.

Lobster adalah hewan kanibal terutama ketika kekurangan makan, jadi pastikan makanan tercukupi untuk menghindari sifat kanibalnya muncul.

Proses perkawinan lobster biasanya terjadi pada malam hari karena lobster memanglah hewan nokturnal yang aktif pada malam hari. Kalau indukan lobster yang digunakan sudah matang gonad dan siap kawin maka pada umunya indukan betina akan mulai betelur setelah 2 minggu digabungkan. Telur akan menempel pada bagian bawah indukan lobster betina. Pada awalnya telur lobster berwarna kuning pucat sebelum kemudian secara bertahap berubah warna menjadi oranye.

Segera pindahkan indukan yang terlihat “menggendong telur” ke kolam penetasan.

Baca Juga :  Cara Merawat Ikan Guppy Tanpa Aerator Agar Tidak Cepat Mati

Penetasan

Segera pindahkan indukan yang terlihat “menggendog telur” ke dalam kolam penetasan beserta tempat persembunyiannya untuk menghndari lobster stress. Pindahkan indukan lobster secara hati-hati supaya telur yang menempel pada bagian bawah badan lobster tidak berjatuhan.

Beri makan secara teratur dengan jenis dan dosis makanan yang sama seperti yang sudah dibahas sebelumnya.

Telur akan menetas setelah 30 hari, dan setelah 4-5 hari selanjutnya benih lobster mulai lepas dari tubuh indukan. Setelah benih lobster terlepas dari tubuh induknya, pindahkan induk lobster ke tempat tersendiri selama 2 minggu sebelum di gabungkan kembali ke dalam kolam pembenihan.

Setelah 10 hari di kolam penetasan, benih dapat dimasukkan kedalam kolam pembesaran.

Pembesaran

Setelah 10 hari di kolam penetasan masukkan benih kedalam kolam pembesaran yang sebelumnya sudah di isi air bersih, pompa atau aerator dan tempat persembunyian. Masukkan benih lobster secara hati-hati. Benih lobster yang di tebar sebaiknya seragam , hal ini selain bertujuan utuk menyeragamkan hasil panen juga untuk menekan sifat kanibal pada lobster air tawar.

Pada 1 minggu awal makanan yang dapat diberikan berupa cacing sutra, cacing beku, cacing darah, kutu air, daging ikan yang sudah direbus dan dihaluskan serta pelet khusus untuk benih lobster. Beri makan secara teratur setiap pagi dan sore hari. Setelah 1 minggu keatas benih lobster dapat diberikan makanan yang persis sama dengan pakan indukan lobster seperti yang sudah dibahas sebelumnya.

Waktu pembesaran ini sangat relatif tergantung target pasar yang ingin sobat budidaya tuju. Yang perlu di ingat adalah semakin besar lobster harus dilakukan penjarangan bibit lobster secara bertahap. Jadi tentu saja kalau tujuan sobat budidaya untuk menghasilkan lobster siap kosumsi dan indukan maka membutuhkan kolam pembesaran budidaya atau ternak lobster air tawar jauh lebih banyak atau luas dibandingkan tujuannya menghasilkan benih lobster.

Untuk menghasilkan lobster siap konsumsi sebaiknya pilih benih lobster berjenis kelamin jantan saja, karena lobster jantan pertumbuhannya cenderung lebih cepat dibandingkan lobster betina.

Pemanenan

Facebook.com

Pada umumnya ada 3 kategori pemasaran lobster yang dapat sobat budidaya tuju yaitu benih lobster, lobster siap konsumsi dan indukan. Berikut ini penjelasannya lebih rinci :

1. Benih lobster

Permintaan akan benih lobster biasanya berksar ukuran 1-2 cm. Ukuran sebesar ini dapat diacapai setelah pembesaran selama 1-2 bulan. Penjualan benih lobster biasanya dijual per erkor dengan harga kisaran Rp. 2 ribu – Rp. 4 ribu / ekor tergantung penjual, ukuran dan kualitas benih lobster.

2. Lobster siap konsumsi

Permintaan pasar terhadap lobster siap konsumsi pada umunya berukuran 4 inch – 5 inch (10 cm -13 cm). Ukuran sebesar pada umunya ini dapat dicapai setelah 6-7 bulan pembesaran.Biasanya lobster siap konsumsi dijual per kilogram dengan kisaran harga Rp. 150 ribu – Rp. 250 ribu tergantung penjual dan ukuran. Semakin besar ukuran lobster biasaya dijual denga harga yang lebih tingga meskipun hitungannya tetap per kilogram.

3. Indukan lobster

Pemanenan indukan lobster air tawar hampir sama halnya dengan lobster siap konsumsi biasa permintaan akan indukan lobster air tawar adalah yang berukuran minimal 4 inch – 5 inch (10 cm – 13 cm) dengan umur minimal 6-7 bulan. Hanya saja karena tujuannya adalah sebagai indukan maka sebaiknya lakukan seleksi terlebih dahulu dan pilih yang terbaik. Indukan lobster air tawar biasanya dijual per set (paket) yang berisi 3 indukan jantan dan 5 indukan betina. Satu set indukan biasanya dijual dari harga Rp. 175.000 – 250.000, tergantung penjual dan kualitas indukan yang ditawarkan.

Nah itulah cara budidaya atau ternak lobster air tawar yang bisa sobat budidaya aplikasikan dengan menggunakan kolam terpal, kolam semen dan plastik (fiber). Bagaimana sobat budidaya tertarik mencoba?

Terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat.

Kami juga dapat diakses melalui Google News dan Whatsapp channel
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments