Ternak Ayam Petelur Skala Kecil Untuk Pemula

cara ternak atau budidaya ayam petelur skala kecil untuk pemula

Pertumbuhan minat masyarakat terhadap pertanian skala kecil semakin meningkat, khususnya dalam hal peternakan ayam petelur. Ternak ayam petelur skala kecil menawarkan peluang yang menarik bagi para pemula yang tertarik memulai usaha di bidang peternakan. Artikel ini akan memberikan wawasan bagi kita bagaimana cara ternak atau budidaya ayam petelur skala kecil khususnya pemula yang ingin terjun beternak.

Estimasi waktu baca: 9 menit

Seiring dengan pertambahan penduduk dan semakin sadarnya masyarakat akan kebutuhan protein, menyebabkan permintaan akan telur semakin meningkat dari tahun ke tahun. Meningkatnya permintaan akan telur tentu harus diimbangi pula dengan produksi telur khususnya telur ayam ras petelur yang sangat banyak dikonsumsi oleh masyarakat di Indonesia dewasa ini. Untuk itu, usaha ternak atau budidaya ayam petelur mempunyai peluang besar untuk dikembangkan baik skala besar maupun skala kecil.

Melihat peluang tersebut, usaha ternak ayam petelur disinyalir mampu memberikan keuntungan yang besar apabila dilakukan secara baik dan benar. Apalagi usaha ternak ini dapat dilakukan dalam skala kecil sehingga sangat cocok untuk pemula sekalipun dengan lahan terbatas.

Namun untuk menghindari kegagalan yang berujung kepada kerugian dibutuhkan manajemen dan cara ternak atau budidaya ayam petelur yang baik dan benar baik itu skala kecil maupun skala besar.

Cara ternak ayam petelur skala kecil untuk pemula

Berikut ini cara ternak atau budidaya ayam petelur skala kecil untuk pemula :

1. Persiapan bibit

Secara umum jenis ayam petelur dapat dikelompokkan menjadi 2 (dua) yaitu ayam petelur ringan dan medium. Ayam petelur ringan pada umumnya akan menghasilkan telur berwarna putih dan seperti namanya memiliki bobot yang lebih ringan dibandingkan ayam petelur medium. Di Indonesia, jenis ayam ini cukup sulit ditemukan karena kurang cocok dengan cuaca panas dan lokasi yang bising. Sedangkan ayam petelur medium biasanya mempunyai warna bulu coklat dengan telur juga berwarna coklat. Oleh karena itu, jenis ayam ini acap kali disebut “ayam cokelat” dan untuk beberapa daerah disebut “ayam pramuka”. Ayam petelur medium mempunyai kelebihan yaitu bobot telur yang lebih berat dan relatif lebih disukai di pasaran. Selain itu, karena bobotnya yang lebih berat dibandingkan ayam petelur ringan, ayam petelur medium mempunyai daging yang lebih banyak sehingga harga jual ketika afkir juga relatif lebih tinggi.

Berikut ini beberapa syarat yang perlu diperhatikan ketika memilih jenis bibit untuk ayam petelur :

  • Produksi telur tinggi
  • Ayam sudah mencapat tingkat kematangan produksi (18-20 minggu)
  • Ukuran telur bagus
  • Kualitas telur bagus
  • Tidak mempunyai sifat mengeram
  • Nilai konversi pakan tinggi
  • Harga jual ayam afkir tinggi
  • Pertumbuhan DOC cepat
  • Ayam cocok dengan kondisi lokasi ternak
Baca Juga :  Maggot BSF : Kandungan dan Pemanfaatannya (Terbaru)

2. Persipan lokasi

Selain bibit, lokasi juga mempunyai peran terhadap keberhasilan usaha ternak ayam petelur. Untuk itu, pemilihan lokasi yang tepat perlu menjadi perhatian dalam memulai usaha.

Berikut ini beberapa syarat yang baik untuk lokasi budidaya :

  • Jauh dari lokasi pemukiman padat.
  • Lokasi mudah diakses (bisa dilalui kendaraan).
  • Suhu 32 0C – 35 0C dengan kelembaban 60% – 70%.

3. Kandang

Dalam tenak ayam petelur terdapat dua jenis kandang, yaitu kandang pembesaran dan kandang layer.

Kandang pembesaran

Peralatan :

  • Lampu 60 w
  • Wadah pakan dan minum

Kandang pembesaran biasa juga disebut kandang DOC (daily old chicken), hal ini perlu dipersiapkan apabila sobat budidaya berencana memulai usaha budaidaya dimulai dengan membeli DOC kemudian membesarkan sampai siap produksi.

Ukuran kandang yang ideal berukuran 1 m2/10 ekor. Jadi kebutuhan lahan silahkan sobat budidaya hitung sesuai dengan rencana kapasitas budidaya. Ambil contoh untuk ternak 100 ekor maka dibutuhkan uas lahan untuk kandang pembesaran seluas 10 m2, 500 ekor 50 m2, begitu selanjutnya.

Alas kandang dapat dilapisi kulit gabah (sekam padi) dengan ketebalan 10-15 cm. 1 – 2 hari sebelum anak ayam dimasukkan ke kandang, kandang dan peralatan disuci hamakan.

Kandang layer

Kandang koloni ayam petelur

Peralatan :

  • Wadah pakan dan minum
  • Tempat telur

Kandang layer atau kandang produksi terdapat dua jenis yaitu kandang koloni, dan kandang batteray (soliter). Kandang koloni berisikan beberapa ayam dalam satu kandang sedangkan kandang batteray berbentuk kotak-kotak kecil dimana setiap kotak berisi satu ekor ayam. Kandang yang umum digunakan adalah kandang batteray, karena pada kandang jenis ayam ini pergerakan ayam jauh berkurang sehingga ayam akan lebih fokus untuk makan, minum dan bertelur.

Untuk bahan kandang dapat disesuaikan dengan bahan yang banyak tersedia, untuk ternak ayam petelur sekala kecil bahan tidak harus mahal tetapi cukup kuat dan tahan lama. Kandang harus mempunyai ventilasi yang cukup dan mendapatkan sinar matahari pagi serta tidak terkena angin kencang.

Alas kandang dibuat sedikit miring sehingga memungkinkan telur untuk turun ke wadah telur pada bagian depan luar kandang untuk mepermudah pemanenan telur.

4. Pemberian pakan

Jenis pakan ayam petur dapat dibagi menjadi 3 kelompok berdasarkan usia. Berikut ini tabel pemberian pakan pada ayam petelur berdasarkan usia :

Pakan / Umur

Protein (%)

Met.Energi,Kcal/Ib

Starter / 0-8 minggu

20

1325-1375

Grower / 9-16 minggu

16

1375-1425

Layer / 19-Afkir

17

1450-1500

Pemberian pakan harus menjadi perhatian besar dalam usaha ternak ayam petelur. Hal ini dikarenakan biaya terbesar dalam ternak ayam petelur berada pada biaya pembelian pakan. Pemberian pakan sendiri sebaiknya menggunakan pakan komplit. Pakan komplit yang dijual dipasaran saat ini sudah diformulasikan dengan baik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ayam petelur.

Mengingat besarnya biaya dalam pemberian pakan, maka pemberian pakan sebaiknya harus dilakukan secara efektif dan juga efisien. Pastikan ayam cukup mendapat pakan tidak berlebihan dan tidak kekurangan. Kelebihan dalam pemberian pakan dapat menyebabkan membengkaknya biaya pembelian pakan sedangkan kekurangan pakan akan menyebabkan menurunnya produktivitas ayam petelur.

Baca Juga :  Parkit Holland Vs Parkit Lokal : Ciri-Ciri dan Perbedaannya

5. Pemberian minum

Pemberian minum dapat diberikan secara adlibitum (tak terbatas), artinya air minum selalu tersedia didalam kandang. Khusus untuk kandang pembesaran dan kandang jenis koloni, penempatan wadah minum harus ditempatkan ditempat yang mudah terjangkau dan kokoh sehingga dapat menghindari kemungkinan tumpahnya wadah tempat minum di dalam kandang.

6. Pencahayaan

Untuk mendapatkan hasil yang optimal, pencahayaan dalam kandang juga harus diatur. Berikut ini tabel jumlah pencahayaan untuk tiap-tiap tingkatan umur ayam petelur :

Umur Ayam

Terang (Jam)

Gelap (Jam)

0 sampai 3 hari

22,00

2,00

3 hari sampai 1 minggu

20,00

4,00

1 sampai 2 minggu

18,00

6,00

2 sampai 3 minggu

16,00

8,00

3 sampai 8 minggu

14,50

9,50

9 minggu

14,00

10,00

10 minggu

13,75

10,25

11 minggu

13,50

10,50

12 minggu

13,25

10,75

13 minggu

13,00

11,00

14 minggu

12,75

11,25

15 - 17 minggu

12,50

11,50

18 minggu

13,50

10,50

19 minggu

14,50

9,50

20 minggu

15,00

9,00

21 minggu

15,50

8,50

22 minggu

15,75

8,25

23 minggu

16,00

8,00

24 minggu

16,25

7,75

25 minggu dst

16,50

7,5

Untuk mempertahankan pencahayaan secara stabil, sobat budidaya bisa menggunakan alat timer.

7. Produktivitas

Ayam petelur akan mencapai puncak produktivitasnya pada usia 36-38 minggu dan kemudian akan menurun secara bertahap sampai memasuki usia afkir 72 – 74 minggu.

Berikut ini anda-tanda ayam yang sudah tidak produktif lagi :

  • Jenggernya mengecil, berkerut dan bersisik serta berwarna pucat.
  • Mata kurang bersinar.
  • Anus mengecil, berbentuk bundar, kering dan berkerut.
  • Bila diraba perutnya agak keras.
  • Pada umumnya jarak antara kedua ujung tulang pubis lebih kecil dari 2 jari orang dewasa.

Sedangkan ciri-ciri ayam masih produktif adalah sebagai berikut

  • Jengger besar, terasa lunak bila diraba dan umumnya berwarna merah
  • Mata lebih bersinar
  • Anus besar, berbentuk oval, agak basah
  • Bila diraba perutnya terasa agak lunak
  • Jarak antara kedua ujung tulang pubis biasanya selebar 2 – 3 jari tangan atau lebih.

Ayam yang sudah tidak produktif lagi, hendaknya segera diafkir. Hal ini bertujuan untuk mempertahankan efisiensi pakan.

8. Pencegahan penyakit

Penyakit menjadi masalah besar dalam usaha ternak ayam petelur khususnya untuk pemula. Untuk itu dibutuhkan upaya pencegahan penyakit secara baik untuk menghindari terjangkitnya penyakit. Pencegahan merupakan cara terbaik, karena penyakit bisa menyebar dengan cepat dan menjadi wabah ketika menyerang. Hal ini sangat sulit sekali diatasi, kalaupun bisa tentu menyebabkan kerugian yang besar dalam usaha ternak ayam petelur.

Untuk itu pencegahan menjadi cara yang baik, alih-alih mengobati ketika penyakit sudah menyerang. Untuk melakukan pencegahan dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain :

  • Menjaga kondisi litter tetap bersih dan kering
  • Sirkulasi udara yang baik
  • Kandang pembesaran dan kandang produksi terpisah
  • Pemberian pakan yang baik
  • Kurangi intensitas pengujung yang datang ke kandang
  • Mencegah masuknya hewan-hewan liar ke dalam kandang
  • Air minum yang diberikan harus dalam keadaan bersih
  • memberishkan wadah pakan dan minum secara rutin
Baca Juga :  Cara Merawat Ikan Molly Balon Agar Tidak Cepat Mati

Selain pencegahan tersebut di atas, pencegahan juga dapat dilakukan dengan cara vaksinasi. Vaksinasi bertujuan untuk memberikan kekebalan kepada ayam terhadap penyakit yang kemungkinan datang. Berikut ini tabel pemberian vaksin untuk ayam petelur :

Umur Ayam

Jenis Vaksin

Umur 1 hari

Marek's

15 hari (1/2 dosis)

Infectious Bursal

20 hari (1/2 dosis)

Infectious Bursal

25 hari

Bronchitis, New Castle, Infectious Bursal
(Contoh merek di pasar: Combo Vec. 30)

30 hari

Bronchitis, New Castle, Infectious Bursal
(Contoh merek di pasar: Combo Vec. 30)

49 hari

Bronchitis, New Castle, Infectious Bursal
(Contoh merek di pasar: Combo Vec. 30)

10 minggu

Fowl Pox and Laryngotracheitis
(biasa dikenal sebagai LT)

12 minggu

Combo Vec. 30

13 minggu

Avian Encephalomyelitis

(biasa dikenal sebagai AE)

16 minggu

Newcastle 

(biasa dikenal sebagai ND)

Pemanenan

Usaha ternak ayam petelur mempunyai 2 hasil yang didapatkan yaitu hasil utama dan hasil tambahan.

1. Hasil utama

Hasil utama ternak ayam petelur tentu saja telur ayam. Pemanen telur ayam dapat dilakukan sehari 3 kali yaitu pengambilan pada pagi hari pukul 10.00-11.00, pengambilan kedua pada pukul 13.00-14.00 dan pengambilan ketiga pada pukul 15.00 – 16.00.

2. Hasil tambahan

Hasil tambahan yang dapat dinukmati dari hasil budidaya ayam petelur adalah penjualan ayam yang
telah tua (afkir) dan kotoran ayam.

FAQS

1. Apa saja syarat yang baik syarat baik untuk budidaya ayam petelur?

Berikut ini syarat yang baik untuk budidaya ayam petelur yaitu jauh dari lokasi pemukiman padat, dan, lokasi mudah diakses (bisa dilalui kendaraan) dan suhu 32 0C – 35 0C dengan kelembaban 60% – 70%

2. Apa saja hasil tambahan dari budidaya ayam petelur?

Hasil tambahan dari budidaya ayam petelur adalah penjualan dari ayam afkir (ayam sudah tua dan tidak produktif) dan kotoran ayam sebagai pupuk kandang.

3. Apa hasil utama dari budidaya ayam petelur?

Hasil utama dari budidaya ayam petelur adalah tentu saja telur ayam.

4. Peternakan ayam petelur biasanya menggunakan kandang dengan sistem?

Ada 2 jenis kandang yang dapat digunakan dalam budidaya ayam petelur yaitu kandang koloni dan kandang batteray (soliter/individu). Namun biasaya peternak ayam petelur banyak yang menggunakan kandang sistem batteray atau soliter.

5. Apakah budidaya ayam petelur sulit?

Jawabannya sangat tergantung kepada manajemen bisnis dan pengelolaan usaha. Hambatan terbesar pada ayam petelur bukanlah pada pemasaran hasil ternak, seperti halnya yang biasa terjadi pada usaha ternak lainnya. Hambatan terbesar pada budidaya ayam petelur ada pada efisiensi pakan dan penyakit ayam.

Demikian artikel cara ternak ayam petelur skala kecil untuk pemula kali ini. Terima kasih sudah berkunjung dan semoga bermanfaat.

Referensi :

  • Pramudyati, Y.Suci., Prabowo, Agung,.(2009). Petunjuk Teknis beternak ayam ras petelur. Sumatera Selatan : Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP)
  • drh. Zulfikar, M.Si. Manajemen Pemeliharaan Ayam Petelur Ras.
Kami juga dapat diakses melalui Google News dan Whatsapp channel
cara ternak atau budidaya ayam petelur skala kecil untuk pemula
Next Post

No more post

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
fitspresso
fitspresso
9 days ago

This website has quickly become my go-to source for [topic]. The content is consistently top-notch, covering diverse angles with clarity and expertise. I’m constantly recommending it to colleagues and friends.… Read more »