Ternak Kroto Anti Gagal, Modal Kecil Untung Menggiurkan

dengan modal minim

Bagi pecinta burung kicau, kroto pasti sudah tidak asing lagi. Yup, kroto sering dimanfaatkan para pecinta burung kicau untuk memenuhi kebutuhan protein dan menggenjot performa burung kesayangannya. Permintaan akan kroto yang cukup tinggi berbanding terbalik dengan pasokannya yang terbatas menyebabkan harga kroto melambung tinggi. Hal ini tentu saja membuka peluang usaha ternak semut rangrang penghasil kroto terbuka lebar dan sangat menjanjikan untuk dicoba. Sobat budidaya tertarik mengambil perluang ini? Kalau iya, sobat budidaya berada di tempat yang tepat karena di artikel ini kami akan mengupas tuntas cara budidaya atau ternak semut rangrang penghasil kroto untuk pemula. Simak sampai habis ya…

Estimasi waktu baca: 13 menit

Kroto merupakan telur dari semut rangrang, jadi sebenarnya penyebutan budidaya atau ternak kroto adalah salah karena kroto merupakan hasil dari ternak atau budidaya semut rangrang. Semut rangrang atau ada juga yang menyebutnya semut kroto, nyangkrang, dan semut penenun (weaver ant) adalah serangga dari genus Oecophylla yang tinggal di pohon-pohon dengan membangun sarangnya dengan cara mengayam/menenun dedaunan.

Sebuah koloni semut rangrang (Oecophylla smaragdina) bisa sangat besar besar sekali hingga mencapai lebih dari setengah juta semut yang tersebar dalam ratusan sarang di beberapa pohon. Rangrang merupakan serangga eusocial (uesosialitas) seperti juga lebah dan rayap yang mempunyai kasta dan tugas yang jelas dan tidak saling tumpang tindih.

Peluang usaha ternak kroto

cara budidaya atau ternak semut rangrang penghasil kroto
Ternak kroto di toples

Permintaan kroto terbesar berasal dari penggemar burung kicau (kicau mania), dan juga para penghobi memancing sebagai umpan meskipun sektor ini tidak terlalu besar. Namun meskpiun begitu tetap saja permintaan akan kroto sangat tinggi, karena seperti kita tahu penggemar burung kicau di tanah air sangatlah banyak. Sedangkan stok yang tersedia masih sangat terbatas hal ini disebabkan ketersediaan sarang semut di alam sudah mulai sulit ditemui terutama pada saat musing penghujan, ditambah lagi saat ini belum begitu banyak peternak semut rangrang penghasil kroto. Alhasil harga kroto di pasaran sangat tinggi bekisar antara 150 rb- 200 rb/kg, bahkan di kota-kota besar harganya mencapai 300 rb/kg. Ini adalah harga yang cukup tinggi mengingat modal dan cara perawatan budidaya atau ternak semut rangrang penghasil kroto tidaklah sulit.

Selain harganya yang cukup tinggi, pemasaran kroto di pasaran pun sangat mudah. Sobat budiidaya bisa menjual ke pemilik toko pakan burung ataupun kerjasama dengan peternak burung kicau sebagai penyuplai tetap kroto burung ternakannya.

Meskipun begitu tidak sedikit peternak kroto yang mencoba untuk budidaya atau ternak kroto harus mengalami kegagalan karena populasi semut rangrang yang di ternaknya tidak kunjung bertambah bahkan perlahan-lahan mengalami kemunduran. Eits, sobat budidaya jangan patah semangat dulu karena setiap permasalahan pasti ada jalan keluarnya. Dibutuhkan cara budidaya atau ternak semut rangrang penghasil kroto yang baik dan benar agar tidak mengalami kegagalan yang semuanya akan kami bahas langkah demi langkahnya disini. Yuk langsung kita simak..

Baca juga : Cara budidaya jangkrik untuk pemula

Cara ternak kroto

Lokasi

Untuk mendapatkan hasil yang optimal tentu saja ternak kroto harus dilakukan di lokasi yang sesuai untuk tumbuh kembang semut rangrang. Berikut ini beberapa syarat lokasi yang cocok untuk ternak kroto :

  1. Ada naungan. Naungan dapat terbuat dari bahan apapun seperti genteng, asbes ataupun lainnya. Hal ini untuk mencegah sarang semut rangrang terkena hujan dan sinar matahari secara langsung.
  2. Terhindar dari angin kuat. Untuk itu sebaiknya lokasi ternak kroto haruslah dikelilingi tembok untuk menghindari terpaan angin kencang.
  3. Terhindar dari hama pengganggu. Hama penggangu pada ternak kroto dapat berupa tikus, ayam, cicak, kucing, dll. Hama pengganggu disini tidak hanya predator semut rangrang seperti cicak tetapi juga yang dapat mengganggu rak dan sarang semut rangrang.

Sarang semut rangrang buatan

Semut rangrang di alam membuat sarang dari daun-daun pepohonan dengan cara mengayam dedaunan hingga mempunyai ruang didalamnya. Ukuran sarang semut ranggrang di alam sendiri mempunyai ukuran beragam tergantung besarnya koloni semut rangrang.

Tetapi ketika ditangkarkan, sarang semut rangrang dapat di adaptasikan menggunakan sarang buatan. Sarang semut rangrang buatan dapat terbuat dari berbagai macam bahan tetapi pada umumnya sarang semut rangrang berupa toples, paralon, dan bambu.

1. Toples

Sobat budidaya bsa menggunakan toples bekas seperti toples bekas sosis. Kelebihan sarang toples adalah mudah mengontrol dan mengamati perkembangan koloni semut rangrang karena terbuat dari plastik yang transparan. Kekurangannya adalah sulitnya mencari toples sosis ketika sobat budidaya ingin memperbanyak semut rangrang dalam jumlah besar dan juga membutuhkan dana yang terbilang lebih besar dibandingkan jenis sarang semut rangrang yang terbuat dari paralon dan bambu.

Pembuatan sarang buatan semut rangrang dari toples cukup untuk ternak kroto mudah hanya dengan membuat lubang di bagian sisi bawah toples sebagai tempat keluar masuk semut rangrang. Sobat budidaya bisa membuat beberapa lubang pada dasar toples, jangan khawatir lubang pada toples terlalu banyak karena semut rangrang akan memilih lubang mana yang akan mereka gunakan sebaga jalan keluar masuk sarang dan akan menutup lubang lainnya yang tidak dipakai.

2. Paralon

Kelebihan sarang yang terbuat dari paralon adalah mudah dalam pembuatan dan kalau sobat budidaya berniat ternak kroto dalam jumlah besar ini adalah opsi sarang terbaik menurut kami karena pembuatannya mudah dan ketersediaan bahan di pasaran dalam jumlah besar selalu tersedia. Selain itu sarang dari paralon yang mudah juga sarang paralon mudah disusun di atas rak-rakan sehingga dapat menghemat tempat. Kekurangannya adalah sulitnya mengontrol dan mengamati perkembangan koloni semut rangrang pada sarang paralon.

Pembuatannya sangat mudah hanya perlu memotong paralon selebar alas rak yang digunakan. Tetapi idealnya paralon yang dgunakan mempunyai diameter 12 cm dengan panjang 30-40 cm.

3. Bambu

Kelebihan dan kekurangan sarang buatan dari bambu sama halnya dengan paralon tetapi kadangkala di kota-kota besar sulitnya mendapatkan bambu sebagai bahan pembuatan sarang menjadi hambatan tersendiri kalau sobat budidaya ingin menggunakan sarang buatan dari jenis ini.

Pembuatan sarang buatan semut rangrang dari bambu sama seperti halnya dengan paralon, namun yang perlu dilakukan adalah membuang ruas-ruas bagian dalam bambu.

Tambahkan beberapa helai daun seperti daun mangga, rambutan, alpukat, nangka, jambu air, dll di dalam sarang buatan untuk memancing semut rangrang lebih cepat beradaptasi dan membuat sarang.

Pembuatan rak

cara budidaya atau ternak semut rangrang penghasil kroto

Rak-rakan berfungsi sebagai tempat meletakkan/menyusun sarang semut rangrang dan mengisolasi semut rangrang supaya tidak keluar. Rak dapat terbuat dari kayu maupun besi. Jangan lupa meletakkan baskom berisi air pada setiap kaki rak. Baskom berisi air ini selain untuk mencegah semut rangrang keluar dari rak-rakan juga untuk menjaga kelembaban udara pada lokasi ternak kroto. Selain itu yang tidak kalah penting juga pastikan rak-rakan tidak ada satu bagianpun yang menyentuh tembok atau benda apapun yang dapat menjadi jalan untuk semut rangrang keluar dari rak.

Letakkan sarang dimulai dari bawah, karena insting semut rangrang akan berusaha naik keatas untuk mencari sarang baru dan makanan.

Pastikan ukuran rak-rakan yang dibuat sesuai dengan jumlah sarang yang akan ditempatkan. Terlalu besar rak-rakan yang digunakan hanya akan membuat semut rangrang menghabiskan waktu menjelajah rak alih-alih bekerja mencar makan dan membuat sarang.

Jika terpaksa menggunakan rak dengan ukuran besar sedangkan jumlah sedikit sebaiknya isolasi daya jelajah semut rangrang dengan menggunakan lap yang sudah diberi oli kemudian ikatkan pada tiang rak yang menghubungkan ke tingkatan rak bagian atas.

Persiapan bibit

Ada 2 cara yang sobat budidaya bisa lakukan untuk mengadakan bibit semut rangrang yaitu dengan mengambil sarang semut rangrang dari alam dan membeli bibit semut rangrang dari peternak semut rangrang yang sudah ada.

1. Mengambil semut rangrang dari alam

Sarang kroto di alam

Cara ini cocok untuk sobat budidaya yang ingin mencoba terlebih dahulu seperti apa cara ternak kroto dan apa hambatannya, memiliki modal terbatas, dan di sekitar tempat tinggal sobat budidaya masih banyak terdapat pepohonan yang berpotensi terdapat sarang semut rangrang.

Dari pengamatan, semut rangrang pada umunya membuat sarang di pepohonan yang cukup tnggi dan memiliki daun yang cukup lebar seperti mangga, jambu air, alpukat, dan rambutan. Sobat budidaya bisa fokuskan mencari sarang semut rangrang di pohon-pohon tersebut. Selain itu juga tidak menutup kemungkinan semut rangrang membuat sarang di pohon lain seperti kopi, petai, dll.

Untuk mengurangi gigitan semut rangrang sobat budidaya bisa menggunakan sarung tangan karet dan sepatu bot yang sudah dilumuri tepung terlebih dahulu. Potong tangkai yang terdapat sarang semut rangrang, pastikan sarang semut rangrang tidak hancur. Masukkan sarang semut rangrang tersebut kedalam karung dan ikat. Hati-hati ya sob, karena gigitan semut rangrang cukup membuat sakit dan juga pastikan membuat pijakan kaki yang nyaman terlebih dahulu sebelum memotong cabang sarang semut.

Setelah sampai dirumah, keluarkan sarang semut rangrang dan letakkan diatas rak-rakan yang sudah terdapat sarang buatan yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Kemudian semprot sarang semut untuk mengurangi keagresifan semut rangrang. Sobat budidaya tidak perlu memasukkan semut rangrang kedalam sarang buatan yang sudah dipersiapkan, namun untuk mempercepat semut rangrang membuat sarang baru di sarang buatan yang sudah dipersiapkan sobat budidaya bisa mengambil satu persatu daun sarang semut.

2. Membeli bibit

Cara ini adalah cara yang paling mudah, efisien dan efektif. Karena bibit semut rangrang yang dijual “seharusnya” sudah beradaptasi dengan sarang buatan. Sehingga sobat budidaya hanya perlu melanjutkan dan memperbanyak sarang saja. Pastikan membeli bibit semut rangrang dari penjual yang bisa dipercaya. Tanyakan apakah semut rangrang yang dijual sudah membuat sarang atau belum kepada penjual. Dengan adanya sarang semut maka besar kemungkinan besar semut sudah bisa beradaptasi dengan baik dengan sarang buatan barunya.

Perawatan

Hampir tidak ada perawatan yang berarti dalam ternak semut rangrang penghasil kroto. Perawatan pada cara ternak kroto meliputi 2 hal yaitu pengontrolan air dan pemberian makan minum.

1. Pengontrolan air

Yang dimaksud pengontrolan air disini adalah memastikan air di baskom/wadah pada kaki-kaki rak selalu tersedia. Air pada kaki-kaki rak sepanjang perjalanan ternak kroto mungkin saja dapat berkurang karena faktor alami seperti penguapan atau akibat faktor eksternal lainnya.

Terlihat sepele, padahal hal ini sangat penting karena air pada kaki-kaki rak selain berfungsi menjaga kelembaban lokasi budidaya juga untuk mengisolasi semut rangrang berjalan keluar dari rak. Oh ya, pastikan juga jarak antar kaki rak dan bibir baskom/wadah cukup jauh karena perlu sobat budidaya ketahui bahwa semut rangrang dapat membuat jembatan “semut” untuk keluar dari rak. Jadi menggunakan baskom dengan diameter yang lebar adalah opsi terbaik. Menggunakan wadah/baskom dengan diameter cukup besar selain dapat menampung air yang lebih banyak juga jarak antara kaki ke bibir baskom/wadah juga semakin besar.

2. Pemberian makan dan minum

Seperti halnya merawat hewan peliharan maupun hewan ternak lainnya, semut rangrang pun membutuhkan makan dan minum. Makanan yang dapat diberikan dapat berupa jangkrik, ulat hongkong dan ulat kandang. Ketiga jenis makanan semut rangrang tersebut banyak tersedia di toko pakan hewan ternak. Untuk jangkrik, hilangkan telebih dahulu kaki-kaki jangkrik untuk mencegah jangkrik melompat.

Sedangkan untuk minum, sobat budidaya bisa memberikan air gula dengan perbandingan 1 gelas air : 1-2 sendok makan gula putih. Tempatkan air minum semut di wadah yang tidak terlalu tinggi untuk mempermudah semut menjangkau ar minum.

Baca juga : Cara ternak ulat kandang dengan modal minim

Perbanyakan bibit

Untuk meningkatkan pendapatan tentu saja membutuhkan bibit semut rangrang yang semakin banyak pula, untuk itu dibutuhkan usaha memperbanyak jumlah sarang bibit semut. Di alam liar, semut rangrang mempunyai daya jelajah yang sangat luas untuk menemukan dan membuat sarang baru ketika sarang yang lama sudah rusak atau dirasa sudah tidak cukup menampung koloni lagi. Sedangkan di penangkaran, semut rangrang mempunyai daya jelajah yang sangat terbatas dan pilihan tempat sarang yang sangat tergantung pada sobat budidaya sebagai perawatnya. Untuk itu sobat budidaya harus mempersiapkan sarang baru, hal ini selain untuk menjaga koloni semut terus tumbuh juga untuk memperbanyak bibit semut rangrang yang kita budidayakan.

Ada 2 cara yang sobat budidaya lakukan untuk memperbanyak bibit semut, yaitu dengan memecah sarang dan secara alami.

1. Memecah sarang

Yang dimaksud memecah sarang disini adalah membagi 1 sarang semut menjadi 2 atau 3 bagian sarang semut. Caranya cukup mudah dengan membongkar sarang yang akan dipecah kemudian bagi semut rangrang beserta telur krotonya kedalam sarang (toples/bambu/paralon) yang baru. Idealnya 1 satu sarang dibagi menjadi 2 sarang semut saja. Selain itu, pastikan sarang yang akan di pecah benar-benar siap dan semut sudah beradaptasi dengan baik di dalam sarang dengan ditandai sudah terbentuknya sarang didalamnya.

2. Perbanyakan secara alami

Secara naluri semut rangrang akan membuat sarang yang baru ketika sarang yang lama sudah rusak dan sesak. Ketika hal itu terjadi sobat budidaya harus mempersiapkan sarang yang baru. Caranya hanya dengan menempatkan sarang baru di dekat sarang yang lama. Pastikan menambahkan sarang baru secara bertahap dan ketika sarang yang lama memang sudah benar-benar penuh dengan semut. Terlalu banyak menambahkan sarang baru pada saat bersamaan hanya membuat semut rangrang berpindah-pindah sarang dan tidak memaksimalkan sarang yang yang ada.

Pemanenan

Saat pemanenan adalah waktu yang ditunggu-tunggu semua peternak termasuk juga peternak kroto pastinya. Kalau mengacu pada siklus hidup semut rangrang maka kroto semut rangrang bisa dipanen setiap 15-20 hari. Tetapi ini tentu saja tergantung pada situasi dan kondisi ternak kroto yang ada seperti perawatan, kondisi lingkungan, kemampuan adaptasi (kenyamanan) semut dalam sarang barunya dan ketersediaan makanan dan minuman.

Berikut ini cara memanen telur kroto semut rangrang :

  1. Persiapkan ember, strimin kawat, sarung tangan karet dan tepung. Pastikan lubang strimin yang digunakan lebih besar dari kroto tetapi lebih kecil dari semut rangrang.
  2. Pakai sarung tangan karet yang sebelumnya sudah di lumuri dengan tepung.
  3. Persiapkan ember dan letakkan strimin kawat dibagian atas ember.
  4. Ambil sarang semut yang akan dipanen.
  5. Tumpahkan seluruh isi sarang ke dalam ember.
  6. Goyang-goyangkan strimin untuk memisahkan antara semut dan kroto.
  7. Semut rangrang akan tertinggal di atas strimin dan kroto akan masuk kedalam ember.
  8. Kembalikan sarang yang sudah kosong dan strimin yang penuh dengan semut ke tempat semula.
  9. Sobat budidaya tidak perlu repot memasukkan kembali semut kedalam sarangnya kembali.
  10. Sebaiknya letakkan strimin pada bagian dasar rak dan sarang kosong bagian atas rak, karena secara naluri semut rangrang akan berupaya naik ke atas rak.
  11. Bersihkan kroto dari sisa-sisa semut rangrang (jka ada).
  12. Kroto siap dijual.

Nah itulah cara ternak atau budidaya semut rangrang penghasil kroto. Bagaimana sobat budidaya tertarik mencoba??

Terima kasih sudah berkunjung, dan jangan lupa terus kunjungi carabudidaya.xyz untuk iformasi seputar budidaya dan perawatan lainnya yang pastinya tidak kalah menarik dan bermanfaat.

Share This:
dengan modal minim
Next Post

No more post

You May Also Like

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments