Cara Ternak Burung Kacer Pemula Dari Awal Sampai Panen

Cara ternak burung kacer pemula

Burung kacer, atau sering disebut juga burung kucica, merupakan salah satu jenis burung yang populer di Indonesia. Oleh karena itu, ternak burung kacer menjadi pilihan bagi banyak penghobi burung kicau khususnya kacer untuk dijadikan hobi atau bahkan sumber penghasilan. Bagi sobat budidaya yang tertarik untuk memulai ternak burung kacer, artikel ini akan memberikan panduan tentang cara ternak burung kacer yang dapat diikuti bahkan pemula sekalipun. Mulai dari persiapan awal hingga sampai panen. Selamat membaca…

Estimasi waktu baca: 10 menit

Burung kacer merupakan salah satu burung yang sangat populer di kalangan para kicau mania, bahkan kalau boleh menyebut dengan angka burung kacer adalah burung terpopuler kedua setelah murai batu. Selain suaranya yang indah dan kemampuannya yang dapat meniru suara burung lainnya burung kacer juga terkenal mempunyai gerakan yang atraktif ketika berkicau dengan menjentik-jentikkan ekornya. Hal ini tentu saja menjadi daya tarik tersendir bagi yang melihatnya.

Sayangnya tingginya permintaan akan burung kacer tidak disertai dengan jumlah peternak burung kacer. Sehingga menyebabkan banyak burung kacer yang beredar di pasaran merupakan hasil tangkapan liar, hal ini tentu tidak baik bagi keseimbangan ekosistem lingkungan dan kelestarian burung kacer di alam liarnya.

Selain itu, burung hasil tangkapan meskipun biasanya dijual dengan harga yang jauh lebih murah namun mempunyai banyak kekurangan seperti rentan terkena penyakit, dan tingkat stres yang sangat tinggi sehingga resiko kematiannya juga sangat tinggi. Bahkan kalaupun berhasil melewatinya tantangannya tidak sampai disitu saja, tetapi untuk membuatnya gacor (rajin berbunyi) seperti halnya yang para kicau mania idam-idamkan tentu sangat sulit karena burung hasil tangkapan alam sangat liar dan relatif lebih sulit merawatnya ketimbang burung kacer hasil ternakan yang relati lebih jinak dan sudah biasa beradaptasi dengan kehadiran manusia.

Tingginya minat akan burung kacer tentu menyebabkan burung kacer mempunyai nilai ekonomi yang sangat tinggi sebagai hewan peliharaan yang dapat di budidayakan. Persepsi sulitnya ternak burung kacer acapkali menjadi halangan tersendiri bagi mereka yang ingin memulai ternak burung kacer. Padahal ternak burung kacer selama dilakukan dengan kesabaran dan pengetahuan tentang bagaimana cara ternak burung kacer yang baik dan benar sangat mungkin untuk dilakukan bahkan untuk pemula sekalipun. Lalu bagaimana cara ternak burung kacer untuk pemula? yuk kita ulas satu persatu..

Cara ternak burung kacer

Cara ternak burung kacer pemula

Berikut ini tahap demi tahap cara ternak burung kacer untuk pemula dari awal sampai panen :

1. Persiapan kandang

Lokasi

Lokasi mempunyai peranan penting dalam keberhasilan ternak burung kacer, pasalnya lokasi yang kurang baik akan menggangu kenyamanan indukan burung kacer dalam berproduksi. Pilihlah lokasi penempatan kadang ternak di tempat yang jauh dari hewan-hewan pengganggu seperti tikus, semut dan kucing. Selain itu, sebaiknya kandang ternak kacer mendapatkan cahaya matahari yang cukup tetapi terhindar dari terik panas matahari secara langsung.

Baca Juga :  Cara Budidaya Ikan Cupang Terlengkap 2022

Jenis kandang

Ada dua jenis kandang yang dapat sobat budidaya gunakan untuk ternak burung kacer yaitu kandang ternak atau kandang gantung (harian).

  • Kandang ternak
Cara ternak burung kacer pemula
pinterest.com

Kandang ternak dapat terbuat dari kayu, kawat, semen, atau bahan yang tersedia di sekitar tempat tinggal sobat budidaya. Pastikan tidak ada celah yang dapat menyebabkan burung kabur dan mempunyai sirkulasi udara yang cukup baik.

Buat lubang kecil untuk mengganti makan dan minum pada bagian depan kandang sehingga sobat budidaya tidak perlu terlalu sering keluar masuk kandang hanya untuk mengganti pakan atau mengganti air minum.

Ukuran kandang yang ideal adalah Panjang 1,5 m, lebar 1 m dan tinggi 1,5 – 2 m.

  • Kandang gantung

Selian meggunakan kandang ternak besar sobat budidaya juga dapat memanfaatkan kandang harian atau kandang gantung. Kandang gantung yang ideal digunakan untuk ternak burung kacer adalah kandang No. 1 atau kandang ukuran minimal 50 cm x 50 cm x 50 cm (PxLxT).

Tips : Pastikan indukan burung kacer yang digunakan harus jinak jika sobat budidaya menggunakan kandang gantung.

Catatan : Meskipun cara ternak kacer dapat dilakukan dengan menggunakan kandang gantung kami sangat merekomendasikan sobat budidaya menggunakan kandang ternak besar seperti yang kami jelaskan sebelumnya. Khususnya apabila sobat budidaya menggunakan pasangan indukan kacer yang baru dipasangkan, kecenderungan gagal jodoh pada kandang gantung relatif lebih besar dibandingkan kandang besar. Penggunaan kandang gandung relatif lebih aman untuk indukan kacer yang sudah produksi.

Baca juga : Cara ternak burung kenari di kandang harian (gantung)

Perlengkapan dan aksesoris

Berikut ini perlengkapan dan aksesoris yang perlu ada didalam kandang ternak :

  • Wadah pakan dan minum
  • Tempat sangkar burung (glodok) : Sangkar burung atau glodok adalah tempat burung kacer bertelur dan mengeram. Jangan lupa berikan juga bahan sarang burung di dalamnya. Saat ini sangkar glodok dan bahan sarang sudah banyak dijual dipasaran.
  • Tangringan
  • Tempat mandi, tempat mandi dapat terbuat terbuat dari mangkuk atau dari bahan permanen seperti bak semen.
  • Tanaman (opsional), selain sebagai tempat tangkringan dan tempat burung beristirahat, tanaman di dalam kandang ternak juga akan membuat keadaan lingkungan di dalam kandang seperti keadaaan di alam liar sehingga akan membuat burung kacer lebih nyaman.

2. Persiapan indukan

Setelah kandang siap, cara ternak burung kacer selanjutnya adalah persiapan indukan.

Syarat indukan

  • Umur indukan jantan 1,5 tahun sedangkan betina 1 tahun
  • Sehat dan tidak cacat
  • Jinak, khususnya untuk sobat budidaya yang menggunakan kandang harian atau gantung sebagai kandang ternaknya.
Baca Juga :  Ikan Molly Balon : Profil, Makanan dan Harga

Sedangkan untuk kualitas indukan, sobat budidaya bisa sesuaikan dengan tujuan penjualan dan target pasar yang sobat budidaya akan tuju. Maksudnya, sobat budidaya tidak harus menggunakan indukan kacer juara yang mempunyai trah jawara jika sobat budidaya akan menjualnya kepada para penghobi burung kacer rumahan. Opsi ini adalah pilihan yang paling tepat jika sobat budidaya adalah “pemain” baru dalam burung kacer. Alih-alih mengeluarkan modal besar untuk mendapatkan indukan kacer trah juara, tetapi sobat budidaya kesulitan dalam memasarkan hasil ternakan sobat budidaya karena di bandrol dengan harga yang jauh lebih tinggi. Sobat budidaya bisa meningkatkan kualitas hasil ternakan perlahan-lahan.

Membedakan jenis kelamin kacer jantan dan betina

Berbeda halnya dengan burung lovebird yang bersifat monomorfik yaitu sulit dibedakan jenis kelamin antara jantan dan betina, burung kacer bersifat dimorfik yaitu perbedaan antara jantan dan betina cukup jelas terlihat atau mudah dibedakan.

Kami menganggap seharusnya sobat budidaya harus sudah sangat memahami bagaimana cara membedakan jenis kelamin burung kacer jantan dan betina. Karena idealnya bagi sobat budidaya yang ingin ternak burung kacer tentu minimal sudah pernah merawat burung kacer. Namun kalau sobat budidaya belum paham bagaimana cara membedakan jenis kelamin burung kacer silahkan baca cara merawat burung kacer, di dalamnya kami sudah jelaskan bagaimana cara membedakan jenis kelamin burung kacer dewasa dan trotol.

Menjodohkan

Cara ternak burung kacer pemula
pexels.com

Setelah indukan jantan dan betina sudah siap, sekarang saatnya untuk menjodohkan indukan burung kacer. Silahkan lewati proses ini kalau sobat budidaya membeli sepasang indukan kacer produksi. Proses ini, adalah proses dimana banyak pemula mengalami kegagalan. Proses menjodohkan burung kacer memang membutuhkan waktu dan kesabaran. Untuk itu, kami menyarankan bagi sobat budidaya yang baru memulai ternnak burung kacer, ada baiknya untuk membeli sepasang indukan kacer yang sudah produksi. Meskipun biasanya harganya jauh lebih mahal, tetapi menurut kami sangat sepadan. Pastikan sobat budidaya membeli dari peternak burung kacer yang terpercaya dan umur indukan masih dalam keadaan produkti antara 2 – 5 tahun.

Baca juga : Cara ternak burung parkit.

Cara menjodohkan burung kacer

  • Tempatkan indukan jantan dan betina di dua kandang terpisah.
  • Gantung di kandang di lokasi yang berbeda dan tidak saling melihat tetapi masih memungkinkan keduanya saling mendengar. Biarkan selama 2 – 3 hari.
  • Setelah 2 – 3 hari tempatkan kedua burung di gantung dengan jarak yang berjauhan tetapi sudah bisa saling melihat. Perlahan-lahan kurangi jaraknya. Proses ini bisa memakan waktu 1 minggu.
  • Setelah 1 minggu, tempatkan kedua kandang berhimpitan (bersebelahan) biarkan selama 3 hari.

Ciri-ciri burung kacer yang sudah mulai berjodoh adalah keduanya akan terlihat sering tidur bersebelahan meskipun berbeda kandang, dan saling bersahut-sahutan. Namun hal ini bukanlah ciri yang pasti bahwa keduanya sudah benar-benar berjodoh. Kita lihat nanti setelah dipertemukan.

Baca Juga :  Parkit Australia : Semua Yang Perlu Kamu Tahu

Tips : Selama proses penjodohan tambah porsi ulat hongkong atau ulat kandang untuk meningkatkan birahi burung. Perhatikan yang mana yang kurang birahi dan mana yang terlalu birahi. Yang kurang tambah lagi sedangkan yang terlalu birahi kurangi porsinya.

Mengawinkan

Tidak ada perlakuan yang khusus dalam mengawinkan burung kacer yang perlu sobat budidaya lakukan hanyalah menyatukan keduanya kedalam satu kandang ternak. Amati tingkah laku kedua burung, segera pisahkan jika salah satunya terlalu agresif dan sekiranya dapat membahayakan pasangannya. Sobat budidaya harus mengulang kembali proses penjodohan dari awal atau bisa mengganti salah satunya.

Tips : Untuk mengurangi agresifitas atau burung yang terlalu galak jangan berikan EF apapun selama 1-2 hari sebelum disatukan sampai 3-4 hari setelah disatukan atau sekiranya keduanya sudah terlihat akur.

Baca juga : Cara ternak burung murai batu dari awal sampai panen.

Perawatan

Perawatan dalam ternak burung kacer cukup sederhana, hanya pemberian makan dan minum. Pastikan makanan (voer) dan air minum selalu tersedia. Makanan yang baik selama proses penangkaran adalah pakan alami seperti jangkrik, ulat hongkong, ulat kandang dan kroto. Tetapi voer juga perlu selalu tersedia untuk mengantisipasi pakan alami habis sebelum pemberian pakan selanjutnya. Kecuali apabila sobat budidaya dapat memastikan bahwa pakan alami selalu tersedia di dalam kandang.

Bertelur dan mengeram

Jika semuanya lancar, kacer betina akan segera bertelur. Burung kacer biasanya beterlur antar 2-3 butir. Kemudian akan dilanjutkan dengan proses mengerami telur yang berlangsung selama 14 hari (2 minggu).

Pastikan keadaan lokasi kandang benar-benar bersih dari gangguan dari hewan-hewan pengganggu seperti kucing, tikus, semut dll yang dapat mengganggu kenyamanan induk betina bertelur dan mengerami.

Tips : Di fase ini pakan yang baik adalah kroto dan jangkrik.

Menetas

Setelah 14 hari mengeram, telur akan menetas yang akan dilanjutkan dengan fase meloloh. Di fase ini naikkan porsi makanan untuk memastikan indukan dapat memberikan makanan anaknya dengan baik.

Setelah 10 hari, sobat budidaya bisa memanen anak burung kacer untuk dipasang ring (opsional) dan diloloh sendiri. Loloh anakan burung kacer dengan kroto atau Jangkrik. Buang bagian kaki dan kepala sebelum diberikan.

Biasanya anak burung kacer sudah mulai dapat makan sendiri setelah berumur satu bulan. Sobat budidaya bisa menjual atau merawatnya terlebih dahulu. Hal ini tergantung tujuan penjualan yang akan sobat budidaya tuju.

Demikian cara ternak burung kacer bagi pemula dari awal sampai panen. Terima kasih sudah berkunjung dan semoga bermanfaat.

Kami juga dapat diakses melalui Google News dan Whatsapp channel
5 4 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments