Cara Budidaya Sorgum Untuk Pemula (Updated)

Cara Budidaya Sorgum

Mungkin tanaman sorgum tidak begitu banyak dikenal luas oleh masyarakat di tanah air, padahal tanaman ini selain teknik budidaya tanaman sorgum relatif mudah dan juga mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Jika sobat budidaya tertarik menanam sorgum maka sobat budidaya ada di tempat yang pas, karena kali ini carabudidaya.xyz akan membahas cara budidaya sorgum dari teknik budidaya, perawatan sampai pemanenan. Simak sampai habis ya..

Estimasi waktu baca: 9 menit

Sebelum kita mengetahui cara budidaya sorgum, sebaiknya kita kenali dulu apasih sorgum itu.

Tanaman Sorgum

Tanaman sorgum (Sorghum bicolor L.) adalah tanaman pangan sejenis biji-bijian atau serealia yang berasal dari negara Afrika. Tanaman ini sudah lama dikenal sebagai penghasil pangan dan dibudidayakan di daerah kering seperti di Afrika. Dari benua Afrika kemudian menyebar luas ke daerah tropis dan subtropis termasuk di Indonesia. Tanaman ini mempunyai daya adaptasi yang tinggi, toleran terhadap kekeringan sehingga menyebabkan tanaman sorgum dapat menyebar dengan mudah hampir di seluruh dunia. Negara penghasil utama sorgum adalah Amerika, Argentina, China, India, Nigeria, dan beberapa negara Afrika Timur, Yaman dan Australia. Untuk Indonesia sendiri, tanaman sorghum juga menyebar dengan cepat sebab iklimnya yang sangat cocok untuk pembudidayaannya.

Buah sorgum adalah biji-biji yang tertutup oleh kulit yang liat dan berwarna kekuning-kuningan atau kecokelatan. Biji sorgum memiliki warna yang bervariasi antara lain cokelat muda, putih dan putih buram. Buah dari tanaman sorgum ini memiliki bentuk yang beraneka ragam seperti bulat, dan juga pipij dengan berat kurang lebih 0,45 Kg. Biji sorghum mempunyai karakter yang keras namun beberapa ada yang lunak dengan endosperm putih. Sedangkan akar sorghum adalah akar serabut, akar lateral yang halus letaknya agak ke dalam dengan ruang lingkup akar sedalam 1,35-1,8 m, panjang 10,8 m, akar tunjangannya cukup banyak dan keluar dari hampir setiap buku-buku atau ruas-ruas.

Tanaman sorgum mempunyai keunggulan untuk dikembangkan di Indonesia sebagai tanaman pangan karena memiliki beberapa keunggulan, diantaranya adalah daya adaptasi yang luas, tahan terhadap kekeringan, dapat di ratun, dan sangat cocok di kembangkan di daerah panas (kering).

Seluruh bagian tanaman sorgum mempunyai nilai ekonomis. Selain cara menanam sorgum yang relatif mudah, budidaya sorgum juga mempunyai manfaat yang sangat banyak, beberapa diantaranya adalah untuk pakan ternak, bahan baku industri makanan dan minuman, media jamur merang, pembuatan alkohol, etanol dan masih banyak lagi.

Baca Juga :  Cara Merawat Aglaonema Agar Subur dan Beranak Pinak

Tanaman sorgum dapat berproduksi dengan baik walaupun di budidayakan di lahan kurang subur, air yang terbatas, bahkan di lahan berpasirpun sorgum dapat di budidayakan. Namun apabila di tanam pada daerah yang berketinggian di atas 500 m dpl tanaman sorgum akan terhambat pertumbuhanya dan waktu panen lebih lama. Petani di Indonesia sebenarnya sudah lama mengenal tanaman sorgum dan sudah banyak yang menanamnya. Namun faktanya, tanaman ini kurang begitu banyak berkembang secara optimal . Pengembangan salah satu jenis tanaman pangan ini akan dapat optimal apabila di kelola dengan intensif.

Cara Budidaya Sorgum

Faktor penting yang perlu diperhatikan dalam cara budidaya sorgum adalah persiapan dan pengolahan lahan, pemilihan varietas, penanaman, pemupukan dan pemeliharaan/perawatan. Berikut ini penjelesan secara lengkap faktor penting dalam teknik budidaya tanaman sorgum :

Persiapan dan Pengolahan Lahan

Pengolahan lahan budidaya paling baik di lakukan 2-4 minggu sebelum tanam. Berikut ini caranya langkah demi langkah :

  1. Sisa-sisa tanaman sebelumnya di bersihkan, kemudian di cangkul atau di bajak 2 kali setelah itu di garu dan di ratakan.
  2. Saluran drainase mengelilingi atau di tengah lahan. Untuk lahan yang mengandalkan air tanah untuk tumbuh, sebaiknya pengolahan lahan di lakukan secara ringan dengan cara mencangkul bagian permukaan tanahnya saja yang bertujuan untuk mematikan gulma. Pengolahan ini efektif untuk mengurangi penguapan air tanah pada lahan budidaya yang hanya mengandalkan air tanah
  3. Pemberian pupuk organik, misalnya pupuk kandang atau kompos.

Pengolahan lahan ini bertujuan untuk memperbaiki struktur tanah, meningkatkan persediaan air dalam tanah, meningkatkan kecepatan proses pelapukan, meratakan tanah dan membasmi gulma.

Pemilihan Varietas Untuk Budidaya Sorgum

Varietas yang direkomendasikan untuk tujuan konsumsi ( tanaman pangan) adalah UPCA SI, Keris, Badik dan Hegari Genjah. Hal ini dikarenakan varietas ini memiliki kelebihan berumur genjah, tinggi tanaman sedang, memiliki bulir biji yang putih dengan rasa untuk makanan alternatif selain nasi yang cukup enak.

Varetas Numbu dan Kawali juga mempunyai rasa olah sebagai nasi cukup enak, namun umurnya relatif lebih panjang. Sedangkan untuk pakan ternak pilihlah varietas sorgum yang tahan hama dan penyakit, tahan rebah, tahan disimpan dan dapat diratun. Pada lingkungan yang ketersediaan airnya terbatas dan masa tanam yang singkat pilihlah varietas-varietas umur genjah seperti Keris, Badik, Lokal Muneng dan Hegari Genjah. Dari segi hasil, budidaya sorgum varietas umur genjah memang hasilnya jauh lebih rendah daripada varietas umur sedang atau panjang, tetapi keistimewaannya dapat segera di panen, menyelamatkan dari resiko kegagalan panen akibat kekeringan. Baca juga : Cara menanam jagung manis.

Baca Juga :  Manfaatnya Tomat Bagi Tubuh Yang Perlu Kamu Tahu

Menanam Sorgum

Pada dasarnya budidaya Sorgum dapat dilakukan sepanjang musim selama tanaman muda tidak tergenang atau kekeringan. Tapi, waktu tanam yang direkomendasikan adalah saat akhir musim hujan atau awal musim kemarau. Kebutuhan benih untuk bertanam sorgum berkisar 10 kg/ha dengan jarak tanam 70 cm x 20 cm  atau 60 cm x 20 cm tergantung tingkat kesuburan tanah.

Cara menanam sorgum dapat dilakukan dengan cara ditugal. Dengan lubang tanam diisi sekitar 3-5 biji benih, setelah itu tutup dengan tanah tipis saja. Selain itu, buat juga lubang pupuk dengan jarak 15 cm dari lubang tanam.

Untuk  dapat  memastikan bahwa semua benih  sorgum yang akan ditanamkan ke dalam setiap lubang tanam agar dapat tumbuh 100 %, maka perlu terlebih dahulu dilakukan perlakuan terhadap benih sorgum yang akan ditanam tersebut. Cara perlakuan benih sorgum tersebut adalah  sebagai  berikut :

  • Benih sorgum di rendam dalam air ledeng/ PDAM dingin (bukan air yang dimasak/air panas dan juga  bukan air sumur yang rasa agak asin atau  sedikit mengandung belerang); benih yang terapung diambil untuk konsumsi atau pakan ternak dan yang tenggelam direndam selama  + 24  jam dalam ember atau wadah yang tertutup.
  • Setelah + 24 jam  air dalam wadah tersebut dibuang/ ditiriskan sampai habis, kemudian Diperam  selama  + 24  jam lagi dalam ember atau wadah yang tertutup (wadah yang sama untuk perendaman tadi).
  • Setelah + 24 jam  benih sorgum dalam wadah tersebut sudah berkecambah (namun tidak 100 %).  Ambil benih sorgum yang sudah berkecambah tersebut untuk ditanam. Benih sorgum yang telah berkecambah tersebut masih dapat bertahan sebagai bibit kecambah yang baik selama 3 hari. Walaupun daya tumbuh dan kecepatan tumbuhnya akan lebih baik jika menanamnya pada hari pertama.
  • Perlakuan khusus (Perendaman  dan pemeraman benih sorgum berkecambah ini), dapat di lakukan bila kondisi lahan yang akan di tanami sorgum dalam keadaan lembab atau hujan. Namun bila keadaan lahannya kering atau panas terik maka jangan terapkan metode ini. Karena setelah benih benih sorgum berkecambah ini di tanam di keadaan lahan yang kering, kemungkinan besar benih berkecambah tersebut akan kering dan mati (tidak tumbuh).
  • Demikian juga dalam menerapkan perlakuan terhadap benih sorgum sebagai benih berkecambah ini, jumlah benih sorgum harus di sesuaikan dengan jumlah dan kemampuan tenaga kerja yang akan menanamnya nanti. Agar setelah benih sorgum ini berkecambah harus habis paling lambat hari ketiga. Karena setelah hari ketiga benih sorgum berkecambah tersebut sudah terlalu panjang  dan sangat mempengaruhi pertumbuhannya yang lambat dan resiko matinya sangat tinggi setelah di lakukan penanaman. 
Baca Juga :  Bunga Mawar, Semua Hal Yang Perlu Kamu Tahu

Pemupukan

Sama halnya dalam teknik budidaya tanaman lainnya, dalam menanam sorgum pemupukan pun perlu dilakukan. Pemupukan perlu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan akan unsur hara yang sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk tumbuh optimal. Sebaiknya pemupukan di berikan secara lengkap (NPK) agar produksi yang di hasilkan cukup tinggi. Dosis pemupukan yang di berikan berbeda-beda tergantung pada tingkat kesuburan tanah dan  varietas yang di tanam. Tetapi secara umum dosis yang di anjurkan adalah 200 kg urea, 100 kg TSP atau SP36 san 50 kg KCL. Pemberian pupuk Urea sebanyak dua kali. Yaitu 1/3 bagian pada waktu tanam sebagai pupuk dasar bersama-sama pemberian pupuk TSP/SP36 dan KCL. Sisanya (2/3 bagian) setelah umur satu bulan setelah tanam. Pemupukan dasar saat penanaman dengan cara di tugal dengan jarak 7 cm dari lubang tanam, sedangkan KCL dalam lubang di sisi yang lain. Pemupukan kedua juga dengan jarak ± 15 cm, kemudian tutup dengan tanah. Kedalaman lubang tugal untuk pupuk dasar maupun susulan sedalam ± 10 cm. Namun lebih baik menggunakan pupuk organik padat maupun cair dan sesuai dengan anjuran teknis atas petunjuk penyuluh pertanian lapangan.

Pemeliharaan

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemeliharaan tanaman sorgum setelah menanam sorgum antara lain :

  1. Pengairan. Walaupun tanaman tahan terhadap kekeringan, namun pada fase awal pertumbuhan membutuhkan air yang cukup.
  2. Penjarangan Tanaman. Setelah 2-3 minggu setelah tanam sebaiknya lakukan penjarangan supaya dapat dihasilkan tanaman sorgum yang tumbuh subur dan berproduksi tinggi. Caranya, dengan mencabut  tanaman  yang  kurang  baik dalam rumpun  dan hanya disisakan 2 (dua)  tanaman  dalam  1 (satu)  rumpun untuk dipelihara hingga panen.
  3. Penyiangan. Cabut tumbuhan pengganggu (gulma) hingga perakarannya secara hati-hati, agar tidak mengganggu perakaran tanaman utama. Gulma yang telah di cabut sebaiknya di tampung atau di kubur di suatu tempat agar membusuk, sehingga kemudian dapat di jadikan kompos.
  4. Pembubunan. Pembubunan dapat dilakukan dengan cara menggemburkan tanah disekitar tanaman sorgum, kemudian menimbunkan tanah tersebut pada pangkal batang tanaman sorgum sehingga membentuk gundukan-gundukan kecil yang bertujuan untuk mengokohkan batang tanaman agar tidak mudah rebah dan merangsang terbentuknya  akar – akar baru  pada pangkal batang.

Nah itulah Cara Teknik Budidaya Tanaman Sorgum. Gimana tertarik mencoba menanam sorgum? Oh ya, jangan lupa untuk subscribe dan aktifkan notifikasi dari kami supaya tidak ketinggalan update artikel terbaru dari kami yang pasti tidak kalah bermanfat dan menarik untuk dibaca.

Kami juga dapat diakses melalui Google News dan Whatsapp channel
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments