Cara Budidaya Jamur Tiram di Rumah Untuk Pemula

Cara budidaya jamur tiram di dalam rumah untuk pemula

Ada ruang kosong atau gudang kosong tidak terpakai di rumah? Yuk manfaatkan untuk budidaya jamur tiram. Artikel ini akan membahas bagaimana cara untuk memulai usaha budidaya jamur tiram di dalam rumah khususnya untuk pemula. Selain itu, artikel ini juga akan menjelaskan manfaat budidaya jamur tiram di rumah, baik dari segi ekonomi maupun lingkungan. Sobat budidaya akan mengetahui mengapa budidaya jamur menjadi pilihan yang menarik dan berkelanjutan bagi pemula yang ingin mencoba kegiatan pertanian urban. Yuk kita simak…

Estimasi waktu baca: 11 menit

Jamur tiram, yang juga dikenal dengan nama ilmiah Pleurotus ostreatus, adalah salah satu jenis jamur yang populer dan banyak digemari di berbagai masakan khususnya di Indonesia. Selain memiliki rasa yang lezat, jamur tiram juga memiliki nilai gizi yang tinggi dan dapat dibudidayakan relatif mudah. Oleh karena itu, semakin banyak orang yang tertarik untuk mempelajari cara budidaya jamur tiram di rumah.

Budidaya jamur tiram di rumah tidak hanya memberikan kesempatan bagi pemula untuk mengembangkan keterampilan baru, tetapi juga menyediakan pasokan jamur segar yang dapat dinikmati sendiri atau dijual. Prosesnya yang menarik dan relatif sederhana membuatnya menjadi kegiatan yang menarik untuk dilakukan di lingkungan rumah.

Tak perlu khawatir jika sobat budidaya tidak memiliki pengalaman sebelumnya dalam budidaya jamur atau pertanian. Artikel ini dirancang khusus untuk membantu pemula memahami langkah-langkah dasar yang diperlukan untuk memulai budidaya jamur tiram di rumah dengan sukses. Dengan panduan yang jelas dan ringkas ini, diharapkan sobat budidaya akan merasa percaya diri untuk memulai petualangan usaha budidaya jamur sendiri.

Tapi sebelum itu, kita lihat dulu yuk manfaat dari budidaya jamur tiram di dalam rumah.

Manfaat

Berikut ini manfaat budidaya jamur tiram baik dari segi ekonomi ataupun lingkungan :

1. Ekonomi

  • Pasokan jamur segar

Dengan budidaya jamur tiram di rumah, sobat dapat memiliki pasokan jamur segar secara teratur. Sobat budidaya dapat mengonsumsinya sendiri atau menjualnya untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

  • Potensi bisnis

Budidaya jamur tiram dapat menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan. Sobat budidaya dapat menjual jamur segar kepada tetangga, teman, atau bahkan restoran atau pasar lokal. Permintaan akan jamur tiram segar yang berkualitas tinggi cenderung tinggi, sehingga ada peluang untuk mengembangkan bisnis kecil atau usaha sampingan.

  • Investasi skala kecil

Budidaya jamur tiram tidak memerlukan investasi besar. Dengan peralatan dan bahan yang relatif terjangkau, sobat budidaya sudah dapat memulai usaha budidaya jamur tiram di rumah dengan modal yang sangat terjangkau.

2. Lingkungan

  • Pengurangan limbah organik

Media tanam dapat menggunakan bahan limbah organik, seperti serbuk gergaji, dedak, atau jerami. Dengan memanfaatkan limbah organik yang dapat diolah menjadi media tumbuh jamur, Sobat budidaya sudah membantu mengurangi jumlah limbah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

  • Sumber protein alternatif

Jamur tiram kaya akan protein, sehingga dapat menjadi alternatif yang baik untuk mengurangi konsumsi protein hewani. Dengan mengonsumsi jamur tiram, sobat budidaya mendapatkan sumber protein nabati sebagai alternatif protein hewani seperti ikan dan daging yang biasanya dibanderol dengan harga yang jauh lebih tinggi.

  • Ramah lingkungan
Baca Juga :  Cara Menanam Tomat Di Polybag Agar Berbuah Lebat

Proses budidaya tidak memerlukan penggunaan pestisida atau herbisida yang kuat. Jamur tiram juga tidak memerlukan lahan yang luas seperti pertanian tradisional. Dengan demikian, budidaya jamur tiram di rumah dapat dianggap sebagai metode pertanian urban yang ramah lingkungan. Baca juga : Rahasia cara budidaya porang agar cepat panen.

Banyak juga yang manfaat dari budidaya jamur tiram di rumah. Semakin tertarik khan? yuk langsung aja kita bahas satu persatu…

Cara budidaya jamur tiram

Berikut ini langkah demi langkah cara budidaya jamur tiram di dalam rumah untuk pemula

Syarat tumbuh

Jamur tiram membutuhkan kondisi lingkungan tertentu agar dapat tumbuh dengan baik. Berikut adalah beberapa syarat penting untuk pertumbuhan jamur tiram:

  • Suhu

Suhu yang optimal untuk pertumbuhan jamur tiram berkisar antara 28 – 30oC. Suhu yang terlalu rendah dapat memperlambat pertumbuhan, sementara suhu yang terlalu tinggi dapat merusak miselium atau menyebabkan pertumbuhan jamur yang tidak diinginkan.

  • Kelembaban

Jamur tiram membutuhkan kelembaban yang tinggi untuk pertumbuhannya. Kelembaban relatif yang ideal adalah sekitar 60%-70% pada masa inkubasi dan 90%-95% pada masa pertumbuhan badan jamur. Kelembaban yang terlalu rendah dapat menghambat pertumbuhan, sedangkan kelembaban yang terlalu tinggi dapat menyebabkan perkembangan jamur lain yang tidak diinginkan. Sobat budidaya bisa menggunakan hygrometer untuk mengukur tingkat kelembaban.

  • Cahaya

Jamur tiram adalah jamur yang fotofilik, yang berarti mereka membutuhkan sedikit cahaya untuk pertumbuhannya. Cahaya yang lembut atau cahaya lampu ruangan biasanya sudah cukup. Hindari paparan langsung terhadap sinar matahari yang terlalu terang, karena dapat mengeringkan media tanam atau merusak pertumbuhan jamur.

  • Ventilasi

Meskipun jamur tiram membutuhkan kelembaban yang tinggi, mereka juga membutuhkan ventilasi yang baik untuk sirkulasi udara yang cukup. Ventilasi yang baik membantu mengurangi kelembaban berlebih dan menghindari pertumbuhan jamur yang tidak diinginkan.

  • pH Media Tanam

pH media tanam yang ideal untuk jamur tiram berkisar antara 6-7. Pastikan pH media tanam yang digunakan sudah dalam kisaran yang sesuai agar jamur tiram dapat tumbuh dengan baik.

  • Kebersihan

Kebersihan sangat penting dalam proses budidaya. Pastikan lingkungan dan peralatan yang digunakan steril untuk mencegah kontaminasi jamur atau bakteri yang tidak diinginkan.

Dengan menjaga kondisi lingkungan sesuai dengan syarat-syarat di atas, sobat dapat menciptakan lingkungan yang optimal untuk pertumbuhan jamur tiram di rumah.

Pembuatan kubung

Kubung adalah tempat untuk meletakkan baglog-baglog nantinya. Tidak ada ukuran yang baku dalam pembuatan kubung. Sobat budidaya bisa sesuaikan dengan ukuran ruangan yang tersedia. Sedangkan bahan, dapat menggunakan bahan yang banyak tersedia di sekitar tempat tinggal sobat budidaya. Sobat budidaya bisa membuat kubung berbentuk rak-rakan untuk efisiensi tempat.

Persiapan bibit

Cara budidaya jamur tiram di dalam rumah untuk pemula

Bibit sangat berpengaruh terhadap hasil yang akan dicapai, untuk itu pastikan sobat budidaya mendapatkan bibit jamur dari tempat yang terpercaya dan bersertifikat. Saat ini sudah banyak yang menjual bibit jamur secara online di marketplace-marketplace Indonesia. Selain itu bibit jamur tiram juga bisa didapatkan dari petani jamur yang sudah ada atau dari dinas pertanian terdekat di daerah sobat budidaya. Baca juga : Cara menanam cabai di polybag.

Baca Juga :  Cara Budidaya Kacang Hijau di Lahan Kering

Persiapan media tanam

Selain kedua hal diatas, salah satu aktor yang yang sangat penting dalam cara budidaya jamur tiram di dalam rumah untuk pemula adalah persiapan media tanam. Media tanam sangat memegang peranan dalam menentukan keberhasilan, kualitas dan kuantitas jamur tiram nantinya.

1. Pembuatan media

Media tanam dapat terbuat dari campuran serbuk gergaji kayu : dedak /tepung jagung : kapur pertanian dengan perbandingan 10 : 1 : 1/4. Pastikan media yang digunakan adalah media yang baru dan belum terkontaminasi bahan kimia.

Aduk semua bahan menjadi satu dengan ditambah air sebanyak 50% – 60% dari total berat media. Bahan yang baik, akan dapat dikepal dengan tangan. Kemudian bahan yang sudah diaduk tersebut difermentasi dengan cara menutupnya dengan kain terpal dan diamkan selama 5-10 hari. Lama proses ini bisa saja lebih singkat jika bahan yang digunakan adalah bahan yang sudah terfermentasi. Bahan biasanya akan berubah warna menjadi lebih gelap dan terjadi peningkatan suhu selama proses fermetasi.

Setelah media tanam siap, selanjutnya dimasukkan kedalam plastik PE bening dengan padat. Saat ini sudah banyak dijual dipasaran atau di toko-toko plastik atau toko pertanian plastik khusus untuk baglog jamur. Ukuran plastik pada umumnya berukuran 20 cm x 30 cm. Padatkan media dengan menggunakan alat press atau botol, pastikan media sudah cukup padat.

Setelah media tanam dimasukkan kedalam plastik, dan sudah padat ikat ujung plastik dengan menggunakan pipa paralon. Potong -potong pipa paralon 3/4 inch sepanjang 3-5 cm. Lipat ujung plastik ke bagian luar paralon dan ikat. Kemudian masukkan kapas pada ujung lubang.

Media tempat tanam jamur dalam plastik ini disebut baglog.

2. Sterilisasi baglog

Sterilisasi baglog merupakan langkah penting dalam budidaya jamur tiram untuk mencegah pertumbuhan jamur atau bakteri yang tidak diinginkan dan memastikan media tanam bersih sebelum inokulasi bibit. Berikut adalah langkah-langkah umum untuk melakukan sterilisasi baglog:

  1. Siapkan baglog yang akan digunakan untuk budidaya jamur tiram.
  2. Periksa kondisi baglog. Pastikan tidak ada kerusakan atau tanda-tanda kontaminasi pada baglog. Baglog yang rusak atau terkontaminasi tidak cocok untuk sterilisasi dan inokulasi.
  3. Persiapkan alat dan bahan yang diperlukan:
    • Autoclave atau panci besar atau wadah steril yang cukup besar untuk menampung baglog.
    • Air bersih.
    • Thermometer untuk memantau suhu.
  4. Isi panci atau wadah dengan air bersih hingga cukup untuk menutupi baglog sepenuhnya.
  5. Tempatkan baglog dalam panci atau wadah yang berisi air.
  6. Panaskan air dalam panci atau wadah hingga mendidih. Pastikan air mendidih cukup lama untuk memastikan sterilisasi yang efektif.
  7. Periksa suhu air secara teratur dengan menggunakan thermometer untuk memastikan suhu air tetap dalam kisaran yang sesuai. Suhu sterilisasi yang ideal berkisar 70 oC selama 12 jam untuk alat sterilisasi sederhana (panci, drum, dll) sedangkan 120 oC selama 8 jam untuk autoclave.
  8. Setelah sterilisasi selesai, matikan api atau angkat baglog dari wadah steril. Biarkan baglog mendingin dan kering sebelum inokulasi bibit jamur tiram.
Baca Juga :  Cara Merawat Bunga Petunia Supaya Rajin Berbunga

Penting untuk menjaga kebersihan selama proses sterilisasi, termasuk peralatan yang digunakan dan area sekitar. Pastikan tangan dan peralatan dalam kondisi steril saat mengangani baglog yang telah disterilkan.

Sterilisasi baglog merupakan langkah krusial untuk menciptakan lingkungan tanam yang steril dan ideal bagi pertumbuhan jamur tiram. Dengan menjaga kebersihan dan ketepatan suhu selama proses sterilisasi, Anda dapat meminimalkan risiko kontaminasi dan memaksimalkan keberhasilan budidaya jamur tiram.

Penanaman

Cara budidaya jamur tiram di dalam rumah untuk pemula

Kunci penting dalam cara budidaya jamur tiram di dalam rumah untuk pemula adalah sterilisasi, baik itu media tanam (baglog), peralatan yang digunakan, rak, dan lokasi budidaya. Hal ini sangat penting untuk menghindari kontaminasi atau tumbuhnya jamur yang tidak diharapkan.

Sama halnya juga dalam proses penanaman (inouklasi) bibit jamur tiram. Pastikan sterilisasi alat yang akan digunakan dengan mengukus, memanaskan atau dengan menggunakan cairan alkohol.

Berikut ini cara penananam (inouklasi bibit jamur tiram)

  • Sterilkan ruangan dengan menggunakan formalin 2%
  • Sterilkan peralatan yang akan digunakan dengan menggunakan alkohol 70%
  • Buka pengikat baglog, kemudian masukkan bibit jamur sebanyak 1 sendok teh dengan menggunakan alat yang sudah disterilisasi sebelumnya.

Kemudian susun baglog di atas kubung secara melintang. Tumpuk baglog sedemikian rupa sehingga dapat mempermudah pemanenan dan pengontrolan nantinya. Baglog dapat ditumpuk sebanyak 2-4 baglog. Baca juga : Cara menanam jahe merah di polybag.

Perawatan

Setelah semua tahap diatas dilakukan, cara budidaya jamur tiram di dalam rumah untuk pemula selanjutnya adalah perawatan. Perawatan sangat penting dalam proses budidaya. Pada dasarnya, perawatan cukup sederhana tetapi sangat berperan besar dalam keberhasilan proses budidaya.

Pada prinsipnya perawatan adalah memastikan kondisi lingkungan dan baglog sesuai dengan syarat tumbuh optimal jamur tiram seperti yang sudah di sebutkan di awal.

Secara umum perawatan dalam budidaya jamur tiram hanya penyiraman. Penyiraman bertujuan untuk memastikan kelembaban media dan ruangan sesuai dengan kondisi terbaik untuk tumbuhnya jamur tiram. Sobat budidaya bisa menyiram sebanyak 2-3 kali sehari tergantung kondisi.

Penyiraman dilakukan dengan sprayer. Dan pastikan air yang digunakan adalah air bersih. Semprot spray ke seluruh bagian ruangan dan lantai ruangan. Jangan menyiram secara langsung baglog.

Sobat budidaya juga bisa menggunakan hygrometer untuk mengetahui tingkat kelembaban di ruangan tersebut apakah sesuai dengan syrat tumbuh jamur tiram atau tidak. Baca juga : Cara budidaya jamur merang media jermami dan kardus.

Panen

Jamur tiram pada umumnya sudah dapat dipanen 30 hari setelah inokulasi. Tetapi hal ini bisa saja berubah tergantung kondisi lingkungan, kualitas bibit, dan permintaan pasar. Jamur tiram berukuran 8-10 cm biasanya lebih disukai oleh konsumen karena tidak perlu repot-repot lagi untuk memotong jamur tiram.

Panen dapat dilakukan dengan memetik jamur tiram yang sudah sesuai dengan ukuran yang ingin dicapai. Pastikan tangan sudah dalam keadaan steril sebelum memetik jamur tiram.

Demikian cara budidaya jamur tiram di dalam rumah untuk pemula. Bagaimana tertarik mencoba? Terima kasih sudah berkunjung dan semoga bermanfaat.

Kami juga dapat diakses melalui Google News dan Whatsapp channel
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments