Cara Budidaya Belut Dengan Lumpur Dalam Drum Atau Ember

Cara budidaya belut dengan lumpur dalam drum atau ember

Budidaya belut dengan menggunakan lumpur dalam drum atau ember adalah teknik yang relatif sederhana dan mudah untuk diimplementasikan, sehingga dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk para peternak pemula. Dalam artikel ini, kami akan membahas cara praktis dalam budidaya belut dengan menggunakan lumpur dalam drum atau ember. Mulai dari persiapan, pemilihan bibit, pembuatan dan pengelolaan lingkungan tumbuh belut, pemberian pakan, serta perawatan yang diperlukan untuk mencapai hasil yang optimal. Simak sampai habis yaa…

Estimasi waktu baca: 10 menit

Belut adalah sejenis ikan air tawar yang termasuk dalam famili Synbranchidae. Hewan yang digolongkan dalam ikan ini memiliki tubuh yang panjang dan ramping, serta licin dan tidak memiliki sisik pada permukaan kulitnya.

Dalam budidaya, belut dikenal sebagai ikan yang toleran terhadap berbagai kondisi lingkungan, sehingga memudahkan dalam pengelolaannya. Selain itu, mereka memiliki pola makan yang omnivora, yang berarti mereka dapat memakan berbagai jenis pakan, termasuk cacing, serangga, moluska, dan material organik yang terdapat di dalam lumpur.

Budidaya belut telah menjadi industri yang menjanjikan, baik untuk tujuan konsumsi maupun sebagai bahan baku dalam industri makanan. Belut juga memiliki nilai budaya dan historis di beberapa negara, termasuk di Tanah Air, di mana belut menjadi makanan yang lezat dan memiliki manfaat kesehatan yang tinggi. Nah, dalam kesempatan kali ini carabudidaya.xyz akan membahas bagaimana cara budidaya belut dengan lumpur dalam drum atau ember.

Cara budidaya belut dengan lumpur dalam drum atau ember

Bagi sebagian orang, belut mungkin merupakan hewan yang menjijikan. Apalagi ketika melihat hewan ini menggeliat-geliat laiknya seekor cacing besar. Namun, perasaan itu akan langsung sirna ketika sudah menyantapnya. Rasanya yang gurih dan kaya akan nutrisi tak ayal membuat belut menjadi komoditi perikanan yang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Selain itu, cara budidaya belut terbilang mudah dan tidak membutuhkan lahan yang cukup luas. Sobat budidaya bisa memulai usaha budidaya belut dengan menggunakan drum atau ember dan memanfaatkan lahan kosong di belakang rumah.

Berikut ini langkah-langkah dari awal sampai panen cara budidaya belut dengan lumpur dalam drum atau ember :

1. Persiapan lokasi

Persiapan lokasi merupakan tahap penting dalam cara budidaya belut dengan menggunakan lumpur dalam drum atau ember. Pastikan lokasi memenuhi persyaratan untuk belut tumbuh secara optimal. Berikut ini persyaratan lokasi ideal budidaya belut :

  • Memiliki akses mudah ke air bersi
  • Memiliki suhu yang stabil
  • Terlindung dari sinar matahari langsung, dan
  • Memiliki drainase yang baik.
  • Lokasi tidak terkena banjir dan jauh dari sumber polusi
Baca Juga :  Cara Membuat Maggot Kering, Keuntungan Meningkat Drastis

Selain itu, pastikan juga lokasi budidaya aman dari gangguan hewan pemangsa, seperti burung atau tikus. Pertimbangkan penggunaan pagar atau sistem pengaman lainnya untuk melindungi lokasi budidaya. Baca juga : Cara budidaya ikan gurame di kolam terpal.

2. Persiapan drum atau ember

Pada dasarnya tempat budidaya tidak hanya berbentuk drum atau ember saja. Tetapi dapat juga berbentuk kolam, baik itu terbuat dari semen maupun terpal. Namun karena artikel ini adalah cara budidaya dengan lumpur dalam drum atau ember maka wadah yang perlu disiapkan adalah drum dan ember.

Drum dan ember mempunyai kelebihan dalam murahnya pengadaan dibandingkan sobat budidaya harus membuat kolam dari semen. Selain itu, drum dianggap dapat menghemat tempat budidaya. Namun, perlu dipertimbangkan bahwa drum atau ember tentu tidak sekuat kolam semen sehingga membutuhkan penggantian drum atau ember secara berkala.

Semua jenis drum dan ember pada dasarnya dapat digunakan untuk memulai budidaya belut, hanya saja berpengaruh pada jumlah bibit belut yang akan ditebar nantinya (akan dibahas pada bagian penebaran bibit).

Cara budidaya belut dengan lumpur dalam drum atau ember

Pastikan ember atau drum yang akan digunakan bersih dan bebas dari kotoran atau zat-zat berbahaya. Cuci dan bilas dengan air bersih untuk memastikan kebersihannya. Kalau sobat budidaya menggunakan drum, wadah budidaya akan diletakkan secara memanjang/mendatar. Kemudian buat lubang pada bagian atas drum. Lubang dapat sobat tutup dengan menggunakan kawat atau paranet. (perhatikan gambar).

3. Persiapan media tumbuh

Ada dua cara yang dapat sobat budidaya lakukan dalam pengadaan media tumbuh belut, yaitu mengambil lumpur dari sawah dan membuat media tumbuh sendiri.

Lumpur sawah

Sobat budidaya dapat mengambil lumpur sebagai media tumbuh belut dari sawah. Lumpur sawah adalah habitat asli belut, jadi kalau sobat budidaya menggunakan lumpur dari sawah tidak ada perlakuan khusus yang perlu dilakukan. Namun pastikan lumpur yang digunakan tidak terkontaminasi bahan – bahan berbahaya seperti pestisida insektisida, dll.

Membuat media tumbuh

Jika tidak memungkinkan menggunakan lumpur sawah, sobat budidaya juga bisa membuat sendiri media tumbuh belut.

Berikut ini cara membuat media tumbuh belut :

  • Masukkan jerami ke bagian dasar drum setebal + 20 cm
  • Masukkan pelepah pisang atau gedebong pisang yang sudah dirajang pada bagian atas jerami setebal 6 cm
  • Masukkan pupuk kandang atau kompos atau campuran keduanya. Bahan ini berguna sebagai makanan alami belut nantinya.
  • Siram dengan 1 lt EM4
  • Dan terakhir, bagian atas tambahkan lumpur kering atau tanah humus setebal 5 – 10 cm
  • Tambahkan air hingga ketinggian air 5 – 10 cm dari atas permukaan lumpur
  • Kemudian fermentasi selama 1 – 2 minggu

Terakhir tambahkan tanaman eceng gondok di atas media. Hal ini bertujuan supaya media tampak seperti habitat aslinya. Selain itu eceng gondok juga dapat menetralkan pH dan zat-zat berbahaya. Jangan terlalu padat memberikan tanaman eceng gondok. Dua samapi tiga tanaman eceng gondong sudah cukup, tergantung ukuran drum atau ember yang digunakan.

Baca Juga :  Cara Merawat Gecko Baby Yang Baik Biar Cepat Besar

Baca juga : Cara budidaya belut air bersih tanpa lumpur di drum atau ember.

4. Persiapan bibit

Cara budidaya belut dengan lumpur dalam drum atau ember

Sama halnya dengan media tumbuh, terdapat dua cara dalam pengadaan bibit yaitu mendapatkan langsung dari alam dan membeli dari peternak belut yang sudah ada. Keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Mengambil bibit dari alam mungkin opsi bagi sobat budidaya yang tinggal disekitar persawahan, cara ini relatif murah bahkan tanpa biaya. Namun kekurangannya adalah membutuhkan waktu dan tenaga, ukuran bibit yang didapatkan tidak seragam, dan belut belum beradaptasi dengan media atau tempat budidaya.

Cara yang kedua dengan membeli bibit dari peternak belut yang sudah ada. Cara ini mungkin adalah jalan mudah dan kami rasa yang terbaik. Pasalnya bibit yang didapatkan bisa dipastikan berukuran seragam dan sudah beradapatasi dengan baik dengan lingkungan budidaya.

Belilah bibit dari peternak belut yang terpercaya, pilih bibit yang sehat dengan ciri-ciri mempunyai gerakan lincah dan berwarna cerah. Selain itu pastikan bibit belut mempunyai ukuran yang seragam, hal ini untuk mengurangi sifat kanibal belut. Memilih bibit belut yang mempunyai ukuran seragam dan memastikan pakan selalu tercukupi dapat menghindari munculnya sifat kanibalisme dari belut. Baca juga : Cara budidaya ikan gabus.

5. Penebaran bibit

Tahap selanjutnya adalah penebaran bibit. Sebagai panduan, penebaran bibit 10 -12 cm dapat ditebar sebanyak 50 – 100 ekor / m2.

Catatan : Patikan media tumbuh sudah benar -benar terfermentasi dengan sempurna.

6. Perawatan

Sama halnya dengan proses budidaya lainnya, perawatan yang baik dan teratur sangat penting dalam cara budidaya belut dengan lumpur dalam drum atau ember.

Berikut adalah beberapa perawatan yang perlu diperhatikan :

  • Pemberian pakan

Berikan pakan yang cukup dan berkualitas kepada belut. Belut adalah ikan omnivora, yang berarti mereka memakan berbagai jenis pakan seperti cacing, serangga, keong, dan material organik di dalam lumpur. Berikan pakan yang seimbang dan kaya nutrisi untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan belut. Sesuaikan frekuensi dan jumlah pakan dengan ukuran dan usia belut. Pemberian makan sebaiknya dilakukan menjelang malam, hal ini disebabkan karena belut lebih aktif mencari makan ketika malam hari.

Jenis makanan dapat disesuaikan dengan umur belut. Belut yang masih kecil, umur dibawah 1 bulan dapat diberikan cacing sutra dan cacing – cacing kecil. Sedangkan belut yang berukuran dewasa, maka dapat diberikan makan yang lebih variatif seperti, cacing, keong, ikan, serangga, dll.

Baca Juga :  Cara Merawat Ikan Guppy Tanpa Aerator Agar Tidak Cepat Mati

Sobat budidaya juga dapat memadukan budidaya belut dengan budidaya cacing tanah. Dengan cara ini sobat budidaya bisa menghemat pengeluaran untuk membeli cacing tanah. Selain itu bekas media tumbuh cacing tanah juga sangat baik untuk dijadikan sebagi media tumbuh belut karena kaya akan nutrisi.

Selain budidaya cacing tanah, sobat budidaya juga bisa padukan dengan budidaya ikan guppy. Selain dapat menjual ikan guppy jantan sebagai ikan hias sobat budidaya juga bisa menjadikan ikan guppy betina yang biasanya kurang diminati sebagai pakan belut.

  • Monitoring kualitas air

Periksa secara teratur kualitas air di dalam drum atau ember. Periksa suhu, pH, dan kadar oksigen air. Pastikan air dalam kondisi yang sesuai untuk pertumbuhan belut. Jika diperlukan, lakukan perubahan air secara berkala dan lakukan pengujian air secara rutin untuk memastikan kualitasnya tetap optimal.

  • Jaga kebersihan lingkungan

Pastikan lingkungan budidaya belut tetap bersih dan terjaga kebersihannya. Bersihkan secara rutin drum atau ember dari kotoran atau zat-zat berbahaya lainnya. Jaga agar tidak ada penumpukan sisa pakan atau bahan organik yang dapat menyebabkan pencemaran air. Bersihkan juga saluran drainase atau pembuangan air jika diperlukan.

  • Monitoring kesehatan belut

Perhatikan tanda-tanda kesehatan belut secara seksama. Amati perilaku belut, seperti nafsu makan, gerakan, dan warna tubuh. Jika ada tanda-tanda penyakit atau gejala tidak normal, seperti berkurangnya nafsu makan, perubahan warna tubuh yang drastis, atau perubahan gerakan yang mencurigakan, segera ambil tindakan yang diperlukan.

  • Kontrol populasi

Jika populasi belut dalam drum atau ember terlalu padat, pertimbangkan untuk mengontrol populasi dengan cara pemisahan atau pengurangan jumlah belut. Populasi yang terlalu padat dapat mempengaruhi pertumbuhan dan kesehatan belut serta menyebabkan persaingan sumber daya.

  • Observasi secara rutin

Perhatikan belut secara rutin dan lakukan observasi terhadap perkembangan mereka. Pantau pertumbuhan, kesehatan, dan aktivitas belut secara teratur untuk mengidentifikasi masalah atau kebutuhan perawatan yang mungkin timbul.

  • Penanganan yang hati-hati

Saat melakukan perawatan atau penanganan belut, lakukan dengan hati-hati untuk menghindari cedera pada ikan. Hindari menangkap atau memindahkan belut secara kasar yang dapat menyebabkan stres atau cacat pada belut.

Pemanenan

Akhirnya tiba di saat-saat yang paling ditunggu-tunggu dari cara budidaya belut dengan lumpur dalam drum atau ember, yaitu pemanenan. Pada umumnya panen dapat dilakukan setelah 3 – 4 bulan penebaran atau dapat disesuaikan dengan tujuan pasar yang akan di capai. Pemanenan dapat dilakukan sebagian dengan mengambil belut yang sesuai atau dipanen secara keseluruhan.

Bersihkan kembali drum atau ember sebelum digunakan kembali.

Demikian cara budidaya belut dengan lumpur dalam drum atau ember. Bagaimana tertarik mencoba?

Terima kasih sudah berkunjung dan semoga bermanfaat.

Kami juga dapat diakses melalui Google News dan Whatsapp channel
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments