Jangkrik, Hama Pertanian Yang Banyak Dibudidayakan

Makanan dan jenis hewan jangkrik

Jangkrik yang sering dianggap hama oleh para petani khususnya tanaman sayuran ini ternyata mempunyai nilai ekonomi yang cukup potensial untuk dibudidayakan. Tidak heran, hewan yang sering dikenal cengkerik ini memiliki kandungan protein tinggi dan sering digunakan para penggemar hobi burung kicau sebagai senjata andalan untuk merawat burung kesayangan mereka supaya rajin berkicau. Bagi sobat budidaya yang ingin mengenal lebih dekat dengan hewan jangkrik satu ini, sobat budidaya berada di tempat yang tepat karena kali ini carabudidaya.xyz akan mengupas tuntas tentang serangga satu ini dari klasifikasi, makanan, habitat dan jenis jenis nya. Yuk langsung simak sampai habis.

Estimasi waktu baca: 7 menit

Bagi sobat budidaya yang mengaku sebagai seorang kicau mania pasti tidak asing dengan dengan serangga satu ini. Ya, hewan ini sering digunakan para kicau mania sebagai pakan ekstra atau tambahan untuk burung kesayangan mereka. Selain digunakan secara langsung sebagai pakan alami, serangga yang sering berbunyi (mengerik) di malam hari ini juga dapat diolah lebih lanjut menjadi tepung sebagai pakan tambahan hewan ternak. Tidak heran hal ini dikarenakan kandungan protein yang ada pada jangkerik cukup tinggi sebesar 44,6 % dengan lemak kasar sebesar 38.3 %.

Tidak hanya itu, di beberapa daerah di jawa, serangga ini juga sering diolah menjadi camilan yang cukup enak dengan cara dibakar maupun disangrai bahkan di beberapa negara seperti Thailand, China, Kamboja, Jepang dan Korea juga sering diolah sebagai makanan sumber protein.

Kenal lebih dekat

Jangkrik yang merupakan serangga yang berkerabat dekat dengan belalang ini tergolong kedalam family Gryllidae. Khususnya di Indonesia, hewan ini seringkali mempunyai penyebutan nama berbeda-beda tergantung daerah, seperti jengkerik, jangkerik dan cengkerik. Selain itu juga dalam beberapa konteks “jangkrik” juga sering digunakan sebagai kata umpatan.

Susunan dan bagian tubuh

Makanan dan jenis hewan jangkrik
ilustrasi struktur tubuh (enchantedlearning.com)

Jika kita menggali lebih dalam lagi, ternyata jangkerik memiliki bagian tubuh yang sangat kompleks dan unik dengan fungsinya masing-masing.

Cengkerik memiliki bentuk tubuh silindris dengan dua antena dibagian kepala bulatnya. Mereka memiliki 2 jenis mata yaitu 1 mata majemuk dan 3 buah mata tunggal/sederhana di dahinya. Mata hewan jangkrik berfungsi dengan baik ketika malam hari sedangkan pada siang harinya harinya, mereka lebih mengandalkan kepada sensor getaran suara yang terdapat pada kakinya. Mungkin oleh sebab itu, hewan serangga ini lebih aktif pada malam hari.

Pada bagian belakang kepalanya cengkerik memiliki pronotum, yaitu ruas dada pertama yang mulus dan kuat. Setelah itu disambung bagian perut yang memiliki ruas-ruas yang pada bagian ujungnya terdapat sepasang cerci. Cerci adalah alat peraba atau semacam alat atau indera untuk menangkap rangsang luar. Selain itu, khusus untuk betina dibagian belakang memiliki ovipositor yang memiliki bentuk menyerupai jarum dan berfungsi untuk mengeluarkan telur dan memasukkannya kedalam media betelur.

Jangkrik memiliki 3 pasang kaki dangan 1 pasang kaki paling besar dibagian paling belakang berfungsi untuk melompat. Sedangkan kaki bagian depan berfungsi untuk menangkap getaran suara. Untuk sayap mereka memiliki 2 bagian sayap (tergatung jenis) yaitu sayap luar dan dalam. Sayap luar berfungsi untuk melindungi abdomen (perut), selain itu pada jantan sayap ini juga memiliki fungsi sebagai penghasil suara untuk memikat jangkerik betina. Sedangkan sayap bagian dalam lebih berfungsi untuk terbang.

Baca Juga :  Jenis Burung Ciblek Paling Populer Beserta Gambar

Habitat

Jangkrik ditemukan hampir di seluruh belahan dunia kecuali di beberapa tempat yang mempunyai cuaca dingin seperti di atas lintang 550 utara dan selatan. Pada umumnya di negara-negara tropis seperti Indonesia, keberagaman jangkrik cenderung lebih banyak. Hewan ini sering kita temui di daerah pesawahan dan perkebunan. Mereka biasanya bersembunyi di balik-balik daun, batu, kayu maupun di dalam lubang-lubang tanah.

Makanan jangkrik

Jangkrik adalah hewan omnivora (pemakan segala) namun beberapa spesies diantaranya adalah hewan herbivora murni. Makanan jangkrik di alam sangat bervariasi tergantung ketersediaannya di lingkungan sekitar mereka hidup. Di alam jangkrik memakan pucuk tanaman muda, buah, potongan-potongan daun segar, rumput dll. Namun ketika kekurangan makanan alami, jangkrik juga dapat memangsa sesama mereka yang lebih lemah, telur dan juga yang sedang berganti kulit (moulting).

Berkembang biak

Jangkrik jantan dewasa akan mengeluarkan bunyi yang khas untuk menandai wilayah mereka dari pejantan lainnya. Selain untuk menunjukkan wilayah mereka suara ini juga untuk menarik betina untuk melakukan perkawinan. Perkawinan jangkerik dapat berlangsung selama beberapa menit bahkan sampai satu jam. Sperma jantan akan dikeluarkan melalui spermatofor dan masuk kedalam alat kelamin betina.

Satu betina dapat kawin beberapa kali dengan pejantan yang berbeda. Setelah perkawinan, betina akan mengeluarkan telur-telurnya melalui ovipositor.

Jenis-Jenis Jangkrik

Pada dasarnya banyak sekali jenis jangkrik yang dapat kita temui di alam, di Indonesia saja tercatat lebih dari 100 jenis jangkrik yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Namun begitu, ada 3 jenis yang paling populer diantaranya dan sering di budidayakan orang sebagai makanan burung peliharaan.

Baca Juga :  Budidaya Cacing Tanah Bagi Pemula, Begini Caranya

Berikut ini 3 jenis jangkrik yang paling populer dan sering dibudidayakan di Indonesia :

1. Jangkrik alam (Acheta Domesticus)

Jangkrik alam
Acheta Domesticus (unsplash.com)

Jangkrik alam atau sering juga disebut jangkerik kebon mempunyai ciri-ciri berwarna coklat agak kekuningan dan cenderung keabuan, tidak banyak mengandung banyak air dan sedikit lunak.

2. Jangkrik Kalung (Gryllus bimaculatus)

Jangkrik-kalung
Gryllus bimaculatus (wikipedia.com)

Jenis jangkrik yang banyak dibudidayakan kedua adalah jangkerik kalung (Gryllus bimaculatus) atau banyak disebut juga jangkerik genggong. Jenis ini mempunyai ciri-ciri berwarna kehitaman dengan kaki dan leher yang cenderung lebih keras dibandingkan jenis yang lain. Selain itu juga jenis ini memiliki kandungan air yang relatif lebih banyak.

3. Jangkrik seliring (Teleogryllus mitratus)

Jangkrik-seliring
Teleogryllus mitratus (pexel.com)

Yang terakhir adalah jangkerik seliring (Teleogryllus mitratus) atau yang sering disebut juga bering. Sekilas jenis jangkrik ini menyerupai jangkerik kalung, namun jika diperhatikan dengan seksama jangkerik seliring memiliki warna yang lebih cerah dewan warna coklat kehitaman dengan ukuran yang lebih kecil.

Nah itulah semua yang perlu sobat budidaya ketahui tentang hewan jangkrik dari habitat, makanan, sampai jenis-jenisnya. Semoga bermanfaat. Kalau sobat budidaya tertarik untuk mencoba membudidayakannya sobat budidaya bisa membaca selengkapnya di “Cara Ternak Jangkrik, Mudah Dan Menguntungkan

Oh ya, jangan lupa aktifkan notifikasi dari kami supaya jangan ketinggalan update artikel terbaru kami kedepannya yang pastinya tidak kalah menarik dan bermanfaat untuk dibaca.

+ LIHAT REFERENSIKami juga dapat diakses melalui Google News dan Whatsapp channel
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments