Tanaman Porang Harta Karun Yang Terlupakan

Manfaat Tanaman Porang

Tanaman porang digadang-gadang sebagai komoditi unggul Indonesia, seiring dengan itupun popularitas tanaman berumbi ini pun menjadi naik. Pernahkah sobat budidaya terbesit pertanyaan apasih tanaman porang itu? lalu apa manfaatnya sehingga disebut-sebut mempunyai peluang sebagai komoditi ekspor unggulan? Nah kali ini carabudidaya.xyz membahas tanaman porang dari klasifikasi sampai manfaat tanaman porang. Dirangkum dari berbagai sumber dan interivew dari petani porang di daerah, inilah yang kami dapat. Simak sampai habis yaa…

Estimasi waktu baca: 7 menit

Bagi yang tinggal dipedesaan seperti saya, hehe… mungkin pernah melihat tanaman satu ini tumbuh liar begitu saja bahkan tidak mengetahui tanaman apa itu namanya. Terus terang saja saya sendiri baru mengetahui kalau tanaman inilah yang bernama “porang” semenjak belakangan ini ramai diperbincangkan.

Jadi teringat, dahulu waktu masih muda, hehe (sekarang juga masih muda siiih…) sekitar tahun 2005an saya pernah membantu teman kuliah mencari tanaman suweg untuk bahan skripsinya yang akan diolah sebagai bahan baku tepung kalau tidak salah. Nah, tanaman ini hampir sama dengan tanaman suweg namun keduanya sebenarnya berbeda. Banyak yang salah kaprah termasuk saya awalnya kalau porang sama dengan suweg. Nanti deh kita bahas ya.. basa basinya sudah kepanjangan langsung aja deh keintinya, capcus…

Kenal Lebih Dekat Dengan Tanaman Porang

Manfaat Tanaman Porang
Vector illustration of porang tuber plant (istockphoto.com)

Porang (Amorphophallus oncophyllus Prain) merupakan salah satu jenis tumbuhan umbi-umbian. Tumbuhan ini berupa semak (herba) yang dapat dijumpai tumbuh di daerah tropis dan sub-tropis

Di Indonesia, tanaman berumbi ini banyak tumbuh liar di pekarangan atau di pinggiran hutan, di bawah naungan pepohonan lain. Tanaman ini mempunyai toleransi yang cukup tinggi sampai 60% terhadap naungan. Oleh karena tolerannya yang cukup tinggi terhadap naungan, menyebabkan tanaman tersebut dapat dibudidayakan di lahan hutan dibawah naungan tegakan tanaman lain.

Selain itu, porang juga dapat tumbuh pada jenis tanah apa saja di ketinggian 0 sampai 700 mdpl. Untuk bibitnya biasa digunakan dari potongan umbi batang maupun umbinya yang telah memiliki titik tumbuh atau umbi katak (bubil) yang ditanam secara langsung.

Tumbuhan porang termasuk ke dalam familia Araceae (talastalasan) dan tergolong genus Amorphophallus. Di Indonesia, ditemukan beberapa spesies yaitu A. Campanulatus, A. oncophyllus,
A. variabilis, A. spectabilis, A. decussilvae, A. muellleri dan beberapa jenis lainnya (Koswara, 2013).

Taksonomi porang menurut Tjitrosoepomo, (2002) dalam Dawam, (2010) :
Regnum : Plantae
Sub Regnum : Tracheobionta
Super Divisio : Spermatophyta
Divisio : Magnoliophyta
Class : Liliopsida
Sub Class : Arecidae
Ordo : Arales
Familia : Araceae
Genus : Amorphophallus
Species : Amorphophallus oncophyllus Prain

Harta Karun Yang Terpendam

Dahulu, tanaman porang sering ditemui tumbuh liar di lahan-lahan kosong, perkebunan atau di bawah pepohonan. Belakangan ini tanaman ini menjadi komodoti ekspor yang bisa diandalkan Indonesia dan ramai diperbincangkan semenjak beberapa waktu lalu menjadi sorotan Presiden Republik Indonesia Bp. Joko Widodo. Beliau mengatakan bahwa tanaman satu ini dapat menjadi komoditas unggul Indonesia. Bahkan, Menteri Pertanian Dr. Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa porang telah ditetapkan sebagai komoditas yang masuk dalam program gerakan tiga kali lipat ekspor (GRATIEKS). Dikutip dari litbang.pertanian.go.id, ekspor pada tahun 2020 sebanyak  32.000 ton, dengan nilai ekspor mencapai 1,42 triliun (rupiah) ke negara Jepang, Tiongkok, Vietnam, Australia dan lain sebagainya. Ada peningkatan sebesar 160% dari tahun 2019.

Kandungan Tanaman Porang

Tingginya permintaan pasar dunia akan tanaman porang tidak lepas dari kandungan yang terdapat pada tanaman ini. Porang seperti tanaman umbi lainnya mengandung karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin dan serat pangan. Karbohidrat merupakan komponen penting pada umbi porang yang terdiri atas pati, glukomannan, serat kasar dan gula reduksi.

Kandungan glukomannan yang tinggi merupakan salah satu ciri-ciri spesifik yang dimiliki oleh tanaman porang. Kandungan glukomannan yang dimilikinya hingga mencapai 55% dalam basis kering. Kandungan glukomannan pada umbi ditentukan umur tanaman ketika saat panen. Tanaman yang ditanam pada satu periode tumbuh, mempunyai kandungan glukomannan dalam umbi antara 35-39%. Kandungan glukomannan akan terus meningkat seiring dengan umur panen yaitu 46-48%, dan 47-55% masing-masing pada dua dan tiga periode tumbuh.

Tapi ketika tanaman mulai berbunga sampai biji mulai masak, kadar glukomannan menurun hingga 32-35%. Oleh karena itu panen umbi sebaiknya dilakukan sebelum tanaman mulai berbunga.

Manfaat Tanaman porang

Tanaman porang banyak diminati karena, tanaman ini ternyata memiliki banyak sekali manfaat. Tidak hanya digunakan sebagai bahan pangan saja, tapi porang juga di manfaatkan di dunia industri kimia dan farmasi.

Berikut ini beberapa pemanfaatan porang :

1. Bahan Pangan

Pemanfaatan tanaman ini sebagai bahan pangan antara lain seperti shirataki, konnyaku, bahan campuran/tambahan pada berbagai produk kue, roti, es krim, permen, jeli, selai, dan bahan pengental pada produk sirup dan sari buah.

2. Bidang Industri

Pemanfaatan tanaman ini dalam bidang industri antara lain bahan pelapis (coating dan edible film), bahan perekat (lem, cat tembok), pelapis kedap air, penguat tenunan dalam industri tekstil, media pertumbuhan mikrobia, dan bahan pembuatan kertas yang tipis, lemas, dan tahan air.

3. Farmasi/Kesehatan

Tanaman ini juga dimanfaatkan dalam industri farmasi sebagai bahan pembentuk kapsul obat-obatan dan juga baik digunakan sebagai alternatif diet untuk menurunkan berat badan maupun untuk orang yang memiliki diabetes.

Perbedaan Porang, Iles-iles, Suweg dan Walur

Banyak orang yang salah menafsirkan bahwa porang itu sama dengan iles-iles, hal ini dikarenakan bentuk batang yang menyerupai diantara keduanya. Padahal porang dan iles-iles berbeda. Dikutip dari trubus-online.co.id, Peneliti porang di Pusat Penelitian dan Pengembangan Porang Indonesia, Universitas Brawijaya, Rodiyati Azrianingsih, S.Si., M.Sc., Ph.D., mengatakan, ketiga tanaman itu berbeda. Sebelumnya iles-iles digunakan untuk menyebut semua tanaman bergenus Amorphophallus. Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, kini nama iles-iles merujuk pada Amorphophallus variabilis.

Ciri khas tanaman ini yang tidak ditemui pada iles-iles dan suweg adalah keberadaan umbi daun atau bulbil. Ada pula yang menyebut umbi itu katak.

Berikut ini perbedaan antara porang, iles-iles, suweg dan walur :

Membedakan tanaman porang
Facebook.com

Porang

Daun : Memiliki daun yang lebar, bagian ujung daun tumpul tidak runcing serta guratan jelas dengan berwarna hijau muda

Batang : Memiliki kulit batang yang halus dan terdapat belang berwarna hijau dan putih yang sebanding.

Umbi : Memiliki umbi yang tidak berbintil, serta memiliki tonjolan tunas disisinya, umbinya berserat halus dengan warna kekuningan cenderung oranye.

Iles-Iles

Daun : memiliki daun kecil bagian ujung daun runcing dengan warna hijau tua.

Batang : Memiliki kulit batang halus, warnanya keunguan ada bercak putih.

Umbi : Umbi iles-iles terdapat bintil, umbi memiliki serat yang halus dengan warna putih seperti mirip bengkuang selain itu ukuran umbi relatif kecil.

Suweg

Daun : Memiliki daun yang kecil, bagian ujung daun runcing mayoritas daun berwarna hijau muda serta agak mengkilat.

Batang : Memiliki kulit batang agak sedikit kasar, berwarna belang hijau putih sebanding tapi memiliki pola yang tidak teratur.

Umbi : Memiliki permukaan umbi banyak bintil dan kasar, banyak tonjolan tunas, umbi berserat halus dan berwarna putih sedikit kekuningan.

Walur

Daun : Memiliki daun yang kecil, ujung daun lancip dan warnanya hijau muda agak mengkilap.

Batang : Kulit batang kasar, warnanya hijau agak keunguan dan ada bercak putih.

Umbi : Permukaan umbi banyak bintil dan kasar, umbi berserat halus dan warnanya putih.

Nah itulah artikel tanaman porang dan manfaat nya, mudah-mudahan bermanfaat bagi sobat budidaya semua. Apakah sobat budidaya tertarik untuk membudidayakannya? Jika sobat budidaya tertarik kami sudah siapkan artikel yang akan memandu sobat budidaya dari persiapan lahan, bibit sampai pengolahan pasca panen yang bisa sobat budidaya semua baca disini. Oh ya, jangan lupa subscribe dan aktifkan notifikasinya supaya tidak ketinggalan informasi artikel terbaru dari kami lainnya.

Referensi :

Trubus-online.co.id

Share This:

You May Also Like

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments