Cacing Tanah, Semua Yang Perlu Kamu Tahu

ciri-ciri, jenis, dan manfaat cacing tanah adalah

Bagi sebagian orang cacing tanah mungkin terlihat menjijikkan, tapi tahukan sobat budidaya kalau hewan tingkat rendah ini dibalik itu semua ternyata memiliki banyak manfaat loh. Penasaran mau tahu? Sobat budidaya di tempat tepat, karena artikel kali ini akan membahas secara lengkap dan tuntas semua hal tentang hewan satu ini baik itu ciri-ciri, habitat, makanan, jenis dan manfaat cacing tanah. Yuk simak sampai habis..

Estimasi waktu baca: 8 menit

Kalau berbicara cacing tanah, sebagian besar orang mengaitkan dengan Lumbricus terrestris, padahal lumbricus hanyalah salah satu jenis cacing tanah dari sekian banyak spesies. Setidaknya terdapat 1800 spesies cacing yang tersebar di seluruh dunia.

Di balik tampangnya yang terlihat menjijikkan bagi sebagian orang ternyata cacing menyimpan sejuta manfaat baik itu untuk kesehatan tubuh, pakan hewan peliharaan maupun lingkungan. Selain itu hewan invertebrata ini juga dapat dijadikan sebagai indikator kesuburan tanah. Oleh karena manfaatnya itu, hewan ini juga memilki nilai ekonomis yang cukup tinggi untuk dibudidayakan secara intensif. Tapi sebelum budidaya mencoba untuk membudidayakan alangkah baiknya sobat budidaya kenal lebih dekat dengan mereka terlebih.

Kenal lebih dekat

Ciri-ciri cacing tanah

Cacing tanah menurut para ahli sebenarnya untuk mendiskripsikan kelompok OJigochaeta (The
Philliphine Earthworm Centre
, anonim. 1982).

Mereka adalah hewan invertebrata (tidak bertulang belakang) yang tubuhnya terdiri dari segmen-segmen teratur yang menyerupai cincin (annulus). Cacing tanah dikategorikan ke dalam filum annelida. Hewan ini tidaklah memiliki kepala namun memiliki mulut di ujung tubuhnya yang disebut dengan nama anterior. Setelah itu, dibagian belakang mulutnya terdapat bagian yang dinamakan klitelum. Klitelum adalah pengembangan segmen-segmen yang biasanya berwarna tidak begitu mencolok dibandingkan bagian tubuh yang lain. Klitelum pada umumnya menandakan bahwa cacing tersebut sudah cukup dewasa, karena klitelum merupakan bagian dari sistem reproduksi.

ciri-ciri, jenis, makanan, dan manfaat cacing tanah adalah
Earthworm head By KDS444 – Own work, CC BY-SA 3.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=33297054

Cacing tidak memiliki hidung dan bernafas melalui kulit. Di permukaan kulitnya terdapat kutikula tipis yang pada umumnya berwarna merah hingga kecoklatan dan terdapat sel-sel khusus yang dapat mengeluarkan lendir di permukaan kutikula untuk mempermudah mereka berjalan dan menjaga kelembaban tubuhnya. Hewan ini berjalan dengan cara memendekkan dan memanjangkan tubuhnya sedangkan oksigen mereka mendapatkannya dari air yang melewati tubuhnya.

Baca Juga :  Cara Ternak Burung Kacer Pemula Dari Awal Sampai Panen

Selain itu, ciri-ciri cacing tanah yang lain adalah tidak memiliki mata (walaupun beberapa spesies memiliki mata) namun begitu mereka memiliki sel fotosensitif yang tersebar diseluruh tubuh sehingga memungkinkan mereka dapat mengetahui adanya cahaya dan cenderung menghindari cahaya.

Habitat

Seperti namanya, sebagian besar cacing tanah mempunyai habitat di dalam tanah meskipun beberapa spesies juga dapat ditemui bagian-bagian tanaman yang membusuk dan kotoran hewan bahkan di atas-atas pepohonan.

Populasi cacing tanah sangat tergantung pada sifat fisik dan kimia tanah seperti suhu, kelembaban, pH, garam, aerasi dan tekstur tanah. Salah satu faktor yang penting agar populasi cacing dapat meningkat secara optimal adalah pH. Meskipun nilai pH terbaik sangat tergantung kepada spesies yang hidup namun sebagian besar mereka membutuhkan tingkat pH netral sampai sedikit asam.

Makanan cacing tanah

Meskipun cacing tanah memiliki mulut namun mereka tidak memilki gigi, maka pada umumnya makanan cacing tanah berupa bahan-bahan organik yang sudah dirombak oleh mikroorganisme tanah terutama bakteri yang termasuk dalam golongan mikro biota.

Sedangkan di penangkaran, makanan cacing dapat berbagai macam. Makanan cacing tanah yang biasa dan dapat diberikan berupa ampas tahu, kotoran hewan, pupuk kandang, limbah organik yang sudah terfermentasi.

Reproduksi

Cacing tanah dapat bereproduksi dengan cara aseksual (tanpa perkawinan) dan seksual. Hewan tak bertulang belakang ini adalah hewan hermaprodit yang memiliki alat kelamin ganda dalam satu individu. Perkawinan mereka berlangsung di permukaan tanah dan biasanya berlangsung pada malam hari. Pasangan kawin dengan cara tumpang tindih dan saling bertukar sperma di antara keduanya.

Baca Juga :  Cigun Jantan dan Betina, Ini Dia Perbedaannya (Dewasa dan Anakan)

Caing tanah dewasa biasanya menebarkan sebuah telur (kokon) setiap 7-10 hari. Setiap kokon mengandung 2-20 embrio yang akan menetas setelah 14-21 hari.

Jenis cacing tanah

Sebenarnya sangat sulit menyebutkan satu persatu jenis cacing tanah, karena tercatat setidaknya hewan ini memiliki 1800 spesies. Namun secara umum, jenis cacing dapat dibagi menjadi 3 kelompok besar berdasarkan ekofisiologinya.

  1. Epigeik : Cacing yang tinggal dan hidup di serasah daun atau kompos dan tidak menggali lubang. Contohnya : Eisenia fetida
  2. Endogeik : Cacing yang membuat lubang secara horizontal. Lubang biasanya sepanjang 10-30 cm. Contohnya : aporrectodea caliginosa, murchieona muldali, octolasion cyaneum dan allolobophora chlorotica.
  3. Anesik : Cacing yang membuat lubang secara vertikal. Contohnya : Lumbricus terrestris

Sedangkan jenis cacing tanah yang banyak dibudidayakan khususnya di Indonesia ada 4 jenis. Berikut ini 4 jenis cacing tanah yang banyak di budidayakan beserta ciri-ciri nya :

1. Lumbricus rebellus

Cacing ini juga biasa disebut dengan LR (Lumbricus rebellus), cacing farmasi dan cacing ekor kuning.

Ciri-ciri lumbricus rebellus :

Lumbricus rebellus
Lumbricus rebellus (shopee.co.id)
  • Panjang 7 – 10 cm
  • Warna merah kecoklatan
  • Pergerakan lambat
  • Bagian ekor berwarna kuning dan tumpul

Cacing ini biasanya digunakan sebagai bahan baku obat-obatan, kosmetik, dan pakan hewan peliharaan/hewan ternak

2. Cacing tiger

Tiger
Cacing tiger (bukalapak.com)

Cacing ini juga biasa disebut cacing belang ataupun cacing harimau.

Ciri-ciri :

  • Panjang 10-15 cm
  • Terdapat belang seperti cincin melingkar berwarna hitam di sekujur tubuhnya
  • Pergerakan lambat
  • Bagian ekor berwarna kuning dan tumpul

Cacing ini umumnya digunakan sebagai agen pengurai pada pembuatan kompos, pakan burung ataupun ikan dan bahan baku obat-obatan.

3. Perionyx excavatus

Perionyx excavatu
Perionyx excavatus (pinterest.com)

Cacing ini biasa disebut cacing perionyx atau cacing gesit

Ciri-ciri perionyx excavatus :

  • Panjang 20-25 cm
  • Warna merah kebiruan
  • Pergerakan cepat/gesit

Cacing ini umumnya digunakan sebagai agen pengurai pada pembuatan kompos dan pakan burung maupun ikan.

Baca Juga :  Cara Ternak Kenari Di Sangkar Harian Dalam Rumah

4. African Night Crawler (ANC)

ANC
Cacing ANC (tokopedia.com)

Cacing ini disebut juga dengan cacing ANC dan cacing merah.

Ciri-ciri ANC:

  • Panjang 20-30 cm
  • Bentuk tubuh pipih
  • Pergerakan lambat
  • Ujung ekor berwarna putih pucat dan tumpul

Cacing ini biasanya digunakan sebagai pakan burung, ikan dan umpan pancing.

Manfaat

Manfaat cacing tanah sangat banyak, berikut ini beberapa manfaat cacing tanah yang kami bagi berdasarkan aspek manfaatnya.

1. Kesehatan tubuh

Cacing dipercaya bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Sudah lama kita mengenal cacing menjadi bahan bahan baku pembuatan obat tifus. Tapi ternyata tidak hanya itu manfaat cacing tanah untuk kesehatan tubuh. Berikut ini beberapa manfaat diantaranya : menjadi sumber nutiri, mengatasi peradangan tubuh, mengatasi ganguan sistem syaraf.

2. Lingkungan

Cacing tanah adalah salah satu indikator yang dapat digunakan untuk menilai kesuburan suatu tanah. Tidak heran, seperti halnya juga ulat maggot, kemampuan mereka mengonsumsi bahan-bahan organik yang terdapat dalam dalam tanah maupun permukaan menjadikannya sebagai agen pengurai yang sangat baik. Cacing dapat mengubah potongan-potongan besar bahan-bahan organik menjadi unsur hara yang sangat diperlukan oleh tanaman untuk tumbuh secara optimal.

Selain itu mereka juga dapat memperbaiki dan mempertahankan struktur tanah, aerasi dan drainase dengan lubang-lubang yang mereka buat didalam tanah.

3. Pakan hewan ternak atau hewan peliharaan

Cacing memiliki kandungan protein yang cukup tinggi sekitar 72%-84,5%. Hal ini tentu saja membuat cacing menjadi sebagai pakan alternatif ataupun pakan tambahan yang sangat baik untuk hewan ternak maupun hewan peliharaan untuk memenuhi kebutuhan akan protein.

Nah itulah semua hal yang perlu kamu tahu tentang ciri-ciri, habitat, makanan, dan jenis cacing tanah. Sobat budidaya bisa membaca artikel kami “cara budidaya cacing tanah bagi pemula, begini caranya” jika tertarik mencoba membudidayakannya. Terima kasih sudah berkunjung dan semoga bermanfaat.

+ LIHAT REFERENSIKami juga dapat diakses melalui Google News dan Whatsapp channel
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments