Burung Gereja, Sang Guru Para Jawara

Burung gereja

Burung gereja sangat akrab dalam keseharian hidup manusia, sosoknya selalu hadir di kehidupan sehari-hari seperti mantan yang tidak bisa jauh dari pikiran,hehe… Tapi pernahkah sobat budidaya bertanya-tanya bagaimana sih burung kecil ini, habitatnya, suara sampai makanan burung gereja erasia? kalau iya, sobat budidaya berada di tempat yang pas karena kali ini cara budidaya.xyz akan membahas tuntas burung kecil yang banyak dianggap hama oleh petani sekaligus menjadi sahabat para kicau mania ini. Yuk langsung aja kita kupas tuntas… cuus…

Estimasi waktu baca: 7 menit

Burung gereja atau dalam bahasa Inggris disebut “house sparrow” adalah salah satu jenis burung yang sering ditemukan di lingkungan perkotaan. Burung ini memiliki ciri khas berupa warna bulu yang coklat keabu-abuan dengan garis hitam di bagian kepala dan dada yang khas. Selain itu, burung gereja juga memiliki kebiasaan bersarang di bangunan manusia, seperti atap rumah, gedung, atau bangunan lainnya yang memiliki celah kecil.

Meskipun sering dianggap sebagai hama karena kebiasaannya memakan hasil pertanian dan mengotori bangunan yang disinggahi, burung gereja sebenarnya memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Terdapat beberapa jenis burung gereja yang tersebar di seluruh dunia mencakup Eropa, Asia dan Australia. Sedangkan di Indonesia burung gereja erasia adalah jenis yang paling sering kita temui.

Burung gereja Erasia (Passer montanus) atau dalam bahasa Inggris dikenal juga sebagai Eurasian Tree Sparrow adalah spesies burung pengicau dalam famili Passeridae. Burung ini berkembang biak di sebagian besar Eurasia beriklim sedang dan di Asia Tenggara. Memiliki panjang tubuh sekitar 14 cm. Pada , bagian atas kepala berwarna merah bata, tenggorakan berwarna hitam dengan tepi leher berwarna putih. Bagian perut putih kebu-abuan. Sedangan betina warnanya sedikit lebih pucat. Membedakan jenis kelamin burung ini termasuk cukup sulit. Seperti halnya burung lovebird, burung ini juga termasuk burung monoformik yang artinya perbedaan antara jantan dan betina hampir tidak ada sehingga cukup sulit dibedakan secara kasat mata.

Baca Juga :  Cara Merawat Ikan Guppy Tanpa Aerator Agar Tidak Cepat Mati

Banyak orang yang yang menyamakan burung kecil ini dengan burung pipit karena bentuknya yang hampir serupa. Tapi sebenarnya berbeda, burung gereja termasuk dalam passeridae sedangkan burung pipit termasuk kedalam ploceidae. Meskipun keduanya memiliki ukuran tubuh yang hampir sama dan sama-sama memiliki kebiasaan bersarang di bangunan manusia, namun terdapat perbedaan-perbedaan antara keduanya dalam ukuran dan bentuk tubuh, warna bulu, suara, kebiasaan makan, dan habitat alami mereka.

Habitat

Makanan burung gereja
Burung gereja (pixabay.com)

Tahukah sobat budidaya, burung gereja ternyata mendominasi total dari populasi burung di dunia. Hal ini bukanlah tanpa alasan, kemampuan beradaptasi burung ini sangat baik. Burung jenis ini merupakan burung yang jinak dari semua burung liar dan memiliki tingkat adaptasi yang tinggi terhadap lingkungannya seperti perubahan kondisi cuaca, ketersediaan pakan maupun predator. Oleh karena itu, burung ini dianggap sebagai burung yang tidak takut didekat manusia atau disebut human dominated ecosystem. Tak heran, jika jenis ini paling banyak dijumpai di kota-kota besar Indonesia. Baca juga : Jenis jenis burung ciblek beserta gambar.

Burung kecil satu ini sering ditemui baik di pedesaan maupun di perkotaan di sekitar pemukiman penduduk hingga ketinggian 1500 mdpl. Mereka biasanya hidup berkelompok dalam jumlah kecil. Di pedesaan, burung ini sering dianggap hama karena suka memakan hasil pertanian terutama padi ketika dijemur. Sarang burung kecil ini sering ditemui di celah tebih, rongga-rongga gedung hingga di plafon rumah manusia.  

Baca Juga :  Jenis Gecko Termahal dan Terpopuler Di Indonesia 2023

Pada zaman dahulu burung ini sering terlihat membuat sarang di atap-atap bangunan tua seperti gereja, dari sinilah asal-usul penamaan burung gereja. Pada zaman dahulu tidak banyak ditemui bangunan-bangunan tinggi, bangunan yang arsitekturnya tinggi hanyalah gereja. Mungkin karena faktor alasan insting mencari tempat yang aman untuk mereka dan telur-telurnya burng gereja sering membuat sarangnya di bangunan-bangunan gereja. Sarang burung ini biasanya memiliki lima atau enam telur yang akan menetas dalam waktu kurang dari dua minggu. Baca juga : Jenis gecko termahal dan terpopuler di Indonesia.

Makanan Burung Gereja

Burung gereja atau house sparrow memiliki kebiasaan makan yang bervariasi, tergantung pada musim dan ketersediaan makanan di lingkungan mereka. Namun, secara umum, makanan burung gereja terdiri dari:

  1. Biji-bijian: Burung gereja banyak memakan biji-bijian seperti biji bunga matahari, biji gandum, dan biji-bijian lainnya. Mereka biasanya mencari biji-bijian di tanah atau di feeders burung.
  2. Serangga: Burung gereja juga memakan serangga kecil seperti lalat buah, semut, kutu, dan ngengat.
  3. Buah-buahan: Pada musim panen buah, burung gereja juga memakan buah-buahan seperti anggur, jeruk, dan buah-buahan lainnya.
  4. Makanan manusia: Burung gereja juga bisa memakan makanan manusia seperti roti, sereal, dan makanan lainnya yang ditemukan di area pemukiman manusia.

Dalam lingkungan perkotaan, burung gereja sering mencari makanan di area feeders burung atau di tempat-tempat yang ada di sekitar pemukiman manusia, seperti taman kota, kebun, dan pasar tradisional.

Suara

Suara burung gereja terdengar seperti cicitan ramai dengan nada – nada ocehan yang cepat. Suara burung ini sering digunakan oleh para pecinta burung kicau sebagai pemaster. Suaranya yang rapat tanpa jeda dan panjang sangat baik jika burung kicauan mampu merekam dengan baik suara burung gereja tarung. Oleh karena itu popularitas burung kecil ini di kalangan kicau mania (sebutan pecinta burung kicau) belakangan ini terus meroket. Seiring kemampuannya menjadi sosok dibelakang layar keberhasilan jawara-jawara burung kicau di lomba-lomba yang diadakan, seperti burung murai, kacer, dll. Ternyata dibelakang layar keberhasilan burung-burung jawara yang berharga mahal itu ada sosok burung kecil yang sering kita temui di halaman rumah kita. Sobat budidaya bisa dengarkan atau download suaranya di artikel kami download suara burung gereja tarung untuk lebih detilnya. Baca juga : Parkit australia, semua yang perlu kamu tahu.

Baca Juga :  Budidaya Lobster Air Tawar Terlengkap Dari Awal Sampai Panen

Jenis-Jenis Burung Gereja Erasia

Terdapat sembilan subspesies berdasarkan daerah persebarannya, yaitu :

  1. P montanus, tersebar di seluruh daratan Eropa hingga bagian utara Afrika, bagian utara Mongolia, Manchuria, dan Laut Okhotsk.
  2. P. m. transcaucasius, tersebar di teluk Laut Hitam, dari Georgia hingga bagian utara Iran.
  3. P. m. dilutus, tersebar dari Transkaspia hingga bagian barat Pakistan, Gurun Gobi, dan bagian barat daratan Tiongkok.
  4. P. m. dybowskii, tersebar bagian timur Asia, dari Sungai Amur hingga Manchuria dan bagian utara Korea.
  5. P. m. kansuensis, tersebar di Basin Zaidam dan bagian utara Gansu.
  6. P. m. iubilaeus, tersebar di bagian timur daratan Tiongkok, dari Liaoning hingga Sungai Yangtze dan Shaanxi.
  7. P. m. obscuratus, tersebar dari Nepal hingga bagian timur laut India, Myanmar, dan bagian tengah barat daratan Tiongkok (Sichuan hingga Hubei).
  8. P. m. saturatus, tersebar di bagian selatan Pulau Kuril, Jepang, Korea selatan, Kepulauan Ryukyu, Taiwan, dan bagian tenggara Tiongkok.
  9. P. m. malaccensis, tersebar di bagian tengah Myanmar, Malaya, Hainan, Vietnam, dan bagian barat Indonesia.

Gimana, sekarang lebih mengenal dengan burung gereja yang sering ada di halaman rumah kan? jangan lupa subscribe situs web carabudidaya.xyz kesayangan kita ya biar gak ketinggalan info terbaru dari kami setiap bulannya.

Referensi :

Wikipedia

Kami juga dapat diakses melalui Google News dan Whatsapp channel
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments