Terra Preta : Pengertian, Sejarah, Pro dan Kontra Serta Cara Membuatnya

Cara membuat tanah terra preta amazon adalah

Tanah di dataran rendah tropis basah dianggap tidak cukup subur untuk menunjang pertanian berkelanjutan. Saat sudah banyak inovasi yang dilakukan untuk memperbaiki kualitas tanah, salah satunya adalah tanah terra preta amazon. Di artikel ini akan di bahas apa itu pengertiannya, sejarah, pro dan kontra serta cara membuat terra preta.

Estimasi waktu baca: 7 menit

Pertumbuhan penduduk, semakin sempitnya lahan pertanian dan ditambah penggunaan lahan secara terus menerus secara tidak langsung akan berdampak pada menurunnya tingkat kesuburan tanah pertanian. Padahal tanah pertanian adalah bagian penting dalam menunjang pertanian berkelanjutan dalam memenuhi kebutuhan pangan manusia. Untuk itu dibutuhkan cara dan upaya yang diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan yang ada selama ini.

Berkembangnya teknologi dewasa ini, tidak hanya dalam dunia gadget dan transportasi saja tetapi juga dalam teknologi pengolahan lahan. Selain penggunaan pupuk seperti pupuk anorganik dan organik, terra preta adalah salah satu cara yang bisa dianggap sebagai salah satu teknologi pengolahan tanah.

Pengertian dan sejarah terra preta

Terra preta, atau dalam bahasa Portugis yang berarti “tanah hitam” adalah jenis tanah yang sangat subur yang ditemukan di daerah Amazon. Tanah ini memiliki karakteristik yang unik, yaitu kandungan karbon yang tinggi, tingkat kesuburan yang baik, serta struktur dan drainase yang optimal.

Sejarah yang panjang dan telah dibentuk oleh aktivitas manusia pribumi di Amazon pada masa lalu, terutama oleh suku-suku seperti orang-orang Amazonia, Kayapó, dan Yanomami. Penelitian ilmiah mengungkapkan bahwa tanah ini terbentuk melalui campuran limbah organik seperti kayu, tumbuhan, serat, dan hasil pembakaran bahan – bahan organik dengan tanah asli.

Kandungan karbon yang tinggi memberikan beberapa keuntungan, seperti peningkatan retensi air dan nutrisi, peningkatan pertumbuhan tanaman, dan pengurangan erosi tanah. Selain itu, tanah ini juga mengandung nutrisi yang lebih tinggi, seperti nitrogen, fosfor, dan kalium, serta mikroorganisme yang bermanfaat bagi kesehatan tanah dan pertumbuhan tanaman. Bahkan dipercaya bahwa kesuburan tanah terra preta amazon dapat bertahan puluhan tahun kedepan hanya dengan sedikit atau tanpa pemupukan sekalipun.

Baca Juga :  Pupuk ZA : Kandungan, Manfaat, Fungsi dan Kegunaan

Selain kandungan karbonnya yang tinggi tanah terra preta amazon juga dicirikan dengan kandungan fosfor yang tinggi yaitu sekitar 200 – 400 mg P/kg.

Penelitian mengenai hal ini telah menarik minat para ilmuwan dan ahli pertanian karena potensi aplikasinya dalam memperbaiki kesuburan tanah dan mengurangi dampak pertanian terhadap lingkungan.

Entah disengaja atau tidak, tanah terra preta amazon ini sudah menunjukkan kepada kita bagaimana cara efektif untuk meregenerasi tanah dengan cepat.

Dari dasar itulah, upaya telah dilakukan untuk mengembangkan metode buatan untuk menciptakan tanah serupa dengan mencampurkan bahan organik dan karbon dalam bentuk biochar ke dalam tanah biasa. Dari sinilah ide ini bekembang…..

Baca juga : Cara membuat pupuk organik cair dari kulit pisang.

Pro dan kontra terra preta

Cara membuat tanah terra preta amazon adalah
biochar.info

Terra preta amazon memiliki sejumlah pro dan kontra yang perlu dipertimbangkan.

Berikut ini adalah beberapa contoh pro dan kontra terkait terra petra :

Pro

  • Kesuburan tanah yang tinggi

Kandungan nutrisi yang lebih tinggi dan sifat fisik yang baik, seperti drainase yang baik dan retensi air yang lebih tinggi. Ini dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman dan produktivitas pertanian.

  • Penyimpanan karbon

Mengandung konsentrasi karbon yang tinggi. Ini dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dan membantu dalam upaya mitigasi perubahan iklim.

  • Keberlanjutan

Praktik pembentukan dan pengelolaan terra preta melibatkan penggunaan limbah organik dan bahan alami yang dapat dihasilkan secara berkelanjutan. Ini dapat membantu mengurangi penggunaan bahan kimia dan meningkatkan siklus nutrisi alami tanah.

  • Pengelolaan limbah

Terra preta memanfaatkan limbah organik, seperti sisa tumbuhan, kayu, dan tinja manusia. Ini dapat membantu mengurangi dampak lingkungan dan mengelola limbah dengan lebih efisien. Baca juga : Cara membuat pupuk kompos.

Baca Juga :  Semua Tentang Pupuk Urea Yang Perlu Kamu Ketahui

Kontra

  • Keberlanjutan dalam skala besar

Praktik pembentukan terra preta tradisional melibatkan penggunaan sumber daya yang terbatas, seperti kayu dan biomassa organik lainnya. Jika tidak dikelola dengan bijaksana, ini dapat menyebabkan degradasi sumber daya dan kerusakan lingkungan.

  • Kompleksitas produksi

Pembentukan tanah terra preta membutuhkan waktu dan usaha yang signifikan. Prosesnya melibatkan pencampuran dan pengomposan limbah organik dengan tanah asli. Ini memerlukan pemahaman yang baik tentang teknik dan praktik yang benar.

  • Konteks lokal

Terra preta Amazon dikembangkan di lingkungan alami tertentu di Amazon. Penerapan atau replikasi di daerah lain mungkin tidak memberikan hasil yang sama karena perbedaan dalam sumber daya, iklim, dan lingkungan.

  • Penelitian yang terbatas

Meskipun terra preta telah menjadi subjek penelitian yang menarik, masih banyak yang harus dipelajari tentang proses pembentukan dan penerapannya dalam skala yang lebih luas. Ini berarti mungkin ada ketidakpastian atau batasan pengetahuan yang membatasi pemahaman kita tentang terra preta.

Penting untuk mempertimbangkan pro dan kontra ini dalam konteks lokal dan memperhitungkan faktor lingkungan, sosial, dan ekonomi yang relevan sebelum mengadopsi praktik terra preta dalam pertanian atau pengelolaan tanah.

Cara membuat terra preta

Cara membuat tanah terra preta melibatkan proses yang kompleks dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Baca juga : Cara membuat pupuk kandang

Berikut ini adalah cara umum yang terlibat dalam membuat terra preta:

  1. Pilih area : Pilih area di mana sobat budidaya ingin membuat tanahnya. Pastikan tanah asli memiliki kualitas yang cukup baik untuk mendukung pertumbuhan tanaman.
  2. Persiapan bahan organik : Kumpulkan berbagai bahan organik seperti limbah tumbuhan, serbuk gergaji, daun kering, jerami, dan bahan organik lainnya. Bahan organik ini akan menjadi bahan dasar untuk pembuatan.
  3. Persiapan biochar : Sobat budidaya bisa membuat atau membeli biochar. Biochar merupakan arang yang dihasilkan melalui proses pirolisis dari biomassa organik. Biochar dapat dibuat dengan cara memanaskan biomassa organik dalam lingkungan dengan sedikit oksigen.
  4. Campurkan bahan organik dan biochar : Campurkan bahan organik yang telah dikumpulkan dengan biochar dalam perbandingan yang sesuai. Perbandingan ini dapat bervariasi tergantung pada bahan organik yang digunakan dan tujuan akhir yang ingin sobat budidaya buat.
  5. Komposisikan campuran : Komposisikan campuran bahan organik dan biochar dengan cara memadatkan dan mencampurkannya secara merata. Pastikan campuran bahan organik dan biochar tercampur dengan baik.
  6. Tumpuk campuran : Tumpuk campuran bahan organik dan biochar dalam area yang telah sobat budidaya pilih sebelumnya. Sobat budidaya dapat membentuk tumpukan atau bedengan dengan tinggi dan lebar yang sesuai.
  7. Biarkan fermentasi dan dekomposisi berlangsung : Biarkan campuran bahan organik dan biochar mengalami proses fermentasi dan dekomposisi yang alami.
  8. Pertahankan kelembaban dan nutrisi : Selama proses fermentasi dan dekomposisi, pastikan campuran tetap lembab dan terjaga nutrisinya. Sobat budidaya mungkin perlu melakukan penyiraman dan pemupukan tambahan untuk menjaga kondisi yang optimal.
  9. Monitoring dan pemeliharaan : Monitor kondisi dan perkembangan secara teratur. Pastikan campuran tetap terjaga kelembabannya dan berikan pemeliharaan yang sesuai. Baca juga : Pengertian dan perbedaan pupuk organik dan anorganik
Baca Juga :  Jenis Jenis Pupuk dan Fungsinya (Terlengkap)

Penting untuk dicatat bahwa pembentukan tanah terra preta adalah proses alami yang kompleks dan belum sepenuhnya dipahami secara ilmiah. Metode dan proporsi bahan yang tepat mungkin bervariasi tergantung pada kondisi setempat. Konsultasikan dengan ahli pertanian atau ahli tanah setempat untuk mendapatkan panduan dan rekomendasi yang lebih spesifik.

Terima kasih sudah berkunjung dan semoga bermanfaat.

Referensi :

  1. Biochar.info
  2. The ‘Terra Preta’ phenomenon: a model for sustainable agriculture in the humid tropics
Kami juga dapat diakses melalui Google News dan Whatsapp channel
5 2 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments