Cara Budidaya Ikan Gabus, Ini Dia Panduan Terlengkap

Cara budidaya ikan gabus / ternak ikan gabus

Ikan gabus adalah salah satu ikan konsumsi air tawar yang peminatnya cukup banyak dan harganya juga relatif tinggi. Namun sayangnya, ketersediaannya di alam semakin berkurang akibat penangkapan secara terus menerus dan kurangnya budidaya ikan gabus yang dilakukan secara intensif. Tentu saja ini menjadi peluang pasar bagi sobat budidaya yang berminat untuk mulai ternak ikan gabus. Ingin tahu caranya? artikel ini akan membahas secara cara budidaya ikan gabus dari pembenihan, pembesaran hingga panen. Yuk, simak sampai habis..

Estimasi waktu baca: 9 menit

Ikan adalah salah satu sumber protein yang relatif mudah di dapat dan harganya pun terbilang murah jika dibandingkan dengan sumber protein lainnya seperti daging-dagingan. Meskipun konsumsi ikan nasional terbilang rendah bila dibandingkan dengan negara lainnya, namun faktanya angkanya terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan dari tahun ke tahun. Ini menandakan sudah mulainya tumbuh kesadaran masyarakat kita akan pentingnya mengonsumsi ikan sebagai sumber protein yang perlu diperhitungkan.

Prospek Usaha Budidaya Ikan Gabus

Ikan gabus (channa striata) yang mempunyai habitat asli di sungai-sungai berarus tenang dan rawa ini semakin hari popularitasnya semakin meningkat belakangan ini, selain ikan ini juga sudah mulai jarang kita temui juga akibat banyak dari spesies ikan gabus yang di jadikan sebagai ikan hias. Tak ayal keberadaannya pun semakin dicari, bukan hanya untuk ikan konsumsi saja tetapi juga sebagai ikan hias.

Banyaknya penduduk Indonesia, membutuhkan adanya diservikasi bahan pangan. Salah satunya ikan gabus. Sayangnya ikan gabus selama ini sebagian besar didapatkan dari hasil penangkapan dari alam dan kurangnya usaha budidaya ikan gabus di tanah air, padahal ikan gabus memiliki prospek yang sangat tinggi untuk di budidayakan secara intensif. Selain rasanya yang enak, kandungan proteinnya tinggi, selain itu juga ikan gabus dipercaya dapat mempercepat penyembuhan luka. Hal ini disebabkan kandungan albumin yang tinggi pada ikan gabus, oleh karena itu tidak heran kalau ikan ini banyak dicari dan digunakan di bidang farmasi.

Selain alasan-alasan tersebut di atas, harga ikan gabus juga relatif lebih mahal dan stabil dibandingkan dengan ikan air tawar lainnya. Salah satu penyebabnya adalah ketersediannya di pasaran yang bisa dikatakan sagat sedikit. Ketika artikel ini diterbitkan, harga ikan gabus berada di kisaran harga Rp. 40.000 – Rp. 60.000 tergantung daerah. Hal ini tentu saja menjadikan peluang pasar usaha budidaya ikan gabus mempunyai prospek tinggi dan peluang pasarnya masih sangat terbuka. Namun meskpun begitu, usaha budidaya ikan gabus bukanlah tanpa hambatan. Untuk itu carabudidaya.xyz berharap artikel ini bisa menjadi panduan sederhana sobat budidaya dalam budidaya atau ternak ikan gabus. Sebelum kita membahas cara budidaya ikan gabus lebih lanjut, sobat budidaya bisa membaca artikel ikan gabus antara pesona dan manfaat untuk lebih mengenal lebih dalam ikan gabus, kandungan dan manaatnya.

Cara budidaya atau ternak ikan gabus
Ikan gabus (istockphoto.com)

Usaha Budidaya Ikan Gabus

Ada 2 sektor atau bahkan mungkin keduanya, yang bisa sobat budidaya lakukan dalam budidaya ikan gabus, yaitu usaha pembenihan dan usaha pembesaran.

Usaha Pembenihan Budidaya Ikan Gabus

Berbeda halnya dengan ikan konsumsi air tawar lainnya seperti ikan lele dan ikan nila yang notabene ketersediaan benihnya melimpah, namun benih ikan gabus cukup sulit diperoleh. Ini adalah salah satu hambatan dalam usaha budidaya ikan gabus tapi juga bisa sekaligus menjadi peluang yang sangat besar bagi sobat budidaya yang ingin memulai usaha ternak ikan gabus khususnya usaha pembenihan.

Pemijahan Ikan Gabus

Persiapan Indukan Ikan Gabus

Persiapan indukan yang sehat dan berkualitas sangat berpengaruh kepada tingkat keberhasilan pemijahan dan kualitas benih ikan gabus yang dihasilkan. Untuk itu sebaiknya cermati dengan seksama ciri-ciri ikan gabus jantan dan betina yang bagus untuk di jadikan sebagai indukan ikan gabus.

Ciri-ciri perbedaan jenis kelamin ikan gabus jantan dan ikan gabus betina :

Ikan Gabus Jantan

Ikan Gabus Betina

Bentuk Kepala

Lonjong

Bentuk Kepala

Bulat

Ukuran Badan

Lebih Kecil

Ukuran Badan

Lebih Besar

Warna Tubuh

Lebih Gelap

Warna Tubuh

Lebih Terang

Ciri-ciri indukan jantan yang sudah mengalami kematangan gonad biasanya berukuran lebih dari 1 kg dan ditandai dengan adanya titik merah pada alat kelaminnya dan jika di tekan akan mengeluarkan semacam cairan bening.

Sedangkan ciri-ciri indukan betina yang sudah mengalami kematangan gonad biasanya ditandai dengan perut membesar dan lembek disertai tanda lubang kelaminnya berwarna kemerahan dan dijika ditekan akan mengeluarkan telur.

Ciri kematangan gonad ikan gabus jantan dan betina
Kusmini et al., 2016

Proses Pemijahan

Sebenarnya proses pemijahan ikan gabus dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu dengan cara alami, semi alami (buatan) dan stripping (buatan). Namun kali ini carabudidaya.xyz akan fokus ke pemijahan alami dan semi alami saja.

Berikut ini penjelasan selengkapnya tahapan proses pemijahan secara alami dan secara semi alami :

1. Pemijahan secara alami
  1. Pemijahan secara alami biasanya terjadi ketika musim hujan
  2. Luas kolam yang direkomendasikan adalah 200 m2 atau bisa disesuaikan dengan ketersediaan lahan yang ada.
  3. Jenis kolam juga bisa di sesuaikan dengan ketersediaan dan kemampuan sobat budidaya.
  4. Ketinggian air antara 30 cm – 50 cm.
  5. Masukkan eceng gondok untuk merangsang pemijahan dan sebagai tempat menempel telur-telur ikan hasil budidaya ikan gabus nantinya..
  6. Masukkan indukan gabus jantan dan betina dengan perbandingan 1 : 4.
  7. Biarkan memijah dengan sendirinya.

Ikan gabus biasanya memijah beberapa kali (2-3 kali), selama proses pemijahan pemberian makan dapat dilakukan setiap 2 kali sehari (pagi dan sore). 1 indukan betina bisa menghasilkan telur 10.000 – 11.000. Ciri-ciri telur yang dibuahi adalah berwarna bening sedangkan yang tidak dibuahi berwarna putih.

Tips : Penggantian air yang kontinu akan berpengaruh positif pada proses pemijahan

2. Pemijahan semi alami
  1. Indukan ikan gabus jantan dan betina dibius terlebih dahulu.
  2. Setelah dibius, suntik dengan menggunakan human chorionic gonadotropin (hCG) dengan dosis 500-2000 iu/kg berat badan ikan.
  3. Setelah disuntik dengan hCG kemudian masukkan kedalam hapa. Hapa adalah keramba jaring apung, untuk hapa ukuran 2 m x 2 m x 1 m bisa menampung hingga 6 ekor indukan ikan gabus.
  4. Tambahkan eceng gondok sebagai perangsang ikan betelur, dan tempat meletakkan telur ikan hasil budidaya ikan gabus nantinya.
  5. Setelah 10 jam biasanya indukan ikan akan memijah.
  6. Dengan metode ini biasanya akan didapatkan telur ikan + 750 – 1000 butir telur/bulan.

Penetasan Telur

Penetasan telur dapat dilakukan di kolam induk dengan menggunakan hapa, atau dengan menggunakan akuarium.

Berikut ini penjelasan selengkapnya penetasan telur pada ternak ikan gabus :

1. Kolam induk

  1. Kolam dipasangi hapa. Hapa yang ideal untuk digunakan adalah hapa yang mempunyai ukuran 500 mikron (0,5 mm).
  2. Kepadatan tebar 30.000 ekor/m2 atau 30 ekor/liter air.
  3. 1-2 minggu pertama, larva dapat diberikan cacing sutera.
  4. Larva akan berubah menjadi burayak setelah 2-4 minggu, pada umur segini burayak dapat diberikan cacing sutera dan mulai diperkenalkan pelet ikan halus.
  5. Setelah berumur 2 bulan atau berukuran 8-12 cm, benih ikan gabus dapat dipanen untuk dijual atau di pindahkan ke kolam pembesaran.

2. Akuarium

  1. Siapkan akuarium berukuran 60 cm x 40 cm x 50 cm, setelah dikeringkan selama 2 hari kemudian tambahkan air hingga ketinggian 40 cm.
  2. Pasang aerator dengan 2 lubang.
  3. Usahakan air stabil di 28 C. Sobat budidaya bisa menggunakan pemanas air untuk akuarium untuk mengatur suhu di akuarium.
  4. Telur biasanya akan menetas setelah 24 jam.
  5. Larva berumur hingga 2 hari, tidak perlu diberi makan karena masih menyimpan cadangan makanan.
  6. Untuk larva umur 2 – 4 hari, larva dapat diberi makan artemia sebanyak 3 kali sehari.
  7. Umur 5 – 14 hari burayak dapat diberi kutu air sebanyak 3 kali sehari
  8. Dan setelah 14 hari mulai diperkenal dengan pakan pelet halus.
  9. Setelah berumur 2 bulan atau berukuran 8-12 cm, benih ikan gabus dapat dipanen untuk dijual atau di pindahkan ke kolam pembesaran.

Usaha Pembesaran Budidaya Ikan Gabus

Ini adalah sektor kedua yang bisa sobat budidaya lakukan dalam usaha budidaya ikan gabus. Sobat budidaya bisa membeli benih dari peternak lainnya atau juga sobat budidaya jika melakukan pemijahan sendiri dapat menggunakan hasil benih yang didapat dari hasil pemijahan sebelumnya.

Berikut ini tahapan pembesaran ikan gabus dalam usaha budidaya ikan gabus secara lengkap :

Persiapan Kolam

Sobat budidaya bisa menggunakan kolam apa pun tergantung selera dan ketersediaannya. Kolam yang bisa digunakan dapat berupa kolam terpal, kolam tanah, kolam semen (solid), dan kolam fiber.

  1. Keringkan kolam selama 4-5 hari.
  2. Masukkan pupuk kandang pada dasaran kolam, hal ini bertujuan untuk menumbuhkan pakan hidup alami ikan gabus nantinya.
  3. Isi air setinggi 75 – 100 cm, dan biarkan selama + 5 hari
  4. Setelah didiamkan selama + 5 hari, benih ikan gabus siap ditebar.
  5. Pemberian pakan dapat dilakukan 2 kali sehari (pagi dan sore) dengandosis 3 – 5% dari berat badan per hari.
  6. Penjarangan/seleksi/grading dapat dilakukan setiap 2 minggu sekali selama 1 bulan sejak penebaran benih.
  7. Padat tebar yang direkomendasikan adalah 30 ekor / m2.
  8. Ketinggian kolam usahakan tidak melebihi 0,8 m supaya menghindari ikan melompat keluar kolam.
  9. Setelah umur 5-6 bulan ikan dapat dipanen (ukuran konsumsi).

Penanggulangan Hama Dan Penyakit

Usaha budidaya ikan gabus relatif mudah, salah satu faktor penyebabnya adalah ikan gabus tergolong ikan yang “tahan banting”. Sampai saat ini belum ditemukan hama dan penyakit yang cukup serius pada cara usaha budidaya ikan gabus. Masalah yang banyak ditemui saat ini adalah sebagian besar akibat kompetisi sesama ikan gabus dalam mendapatkan makanan sehingga menyebabkan kurangnya keseragaman pada hasil panen ternak ikan gabus. Solusinya adalah memberikan makanan yang cukup dan tidak berlebihan. Berlebihan memberi makan juga selain menybabkan biaya produksi yang semakin tinggi juga dapat menyebabkan penyakit seperti jamur datang. Sobat budidaya juga bisa menambahkan pakan ekstra seperti maggot BSF, keong dan ikan-ikan kecil untuk memenuhi kebutuhan pakannya.

Nah itulah cara usaha budidaya atau ternak ikan gabus baik itu pembenihan maupun pembesaran. Gimana tertarik usaha budidaya gabus? Mudah-mudahan dapat bermanfaat buat sobat budidaya semua.

Jangan lupa subscribe dan aktifkan notifikasi dari kami supaya tidak ketinggalan update artikel terbaru dari kami lainnya. Yang pastinya tidak kalah bermanfaat dan menarik untuk dibaca.

Share This:

You May Also Like

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments