Cara Budidaya Bawang Merah Dari Biji di Lahan Terbuka

Cara budidaya atau menanam bawang merah dari biji sampai panen

Bawang merah adalah salah satu jenis tanaman yang sering dijadikan bahan bumbu dapur. Selain memiliki rasa yang khas, bawang merah juga mengandung banyak nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Oleh karena itu, tidak heran jika permintaan bawang merah di pasar selalu tinggi. Ini menjadi peluang buat sobat budidaya yang ingin mencoba usaha budidaya bawang merah. Namun, sebelum memulai budidaya bawang merah, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap cara budidaya atau menanam bawang merah dari biji di lahan terbuka mulai dari awal sampai panen. Simak sampai habis yaa..

Estimasi waktu baca: 11 menit

Bawang merah merupakan bahan makanan yang sangat umum digunakan di Indonesia, baik dalam masakan rumahan maupun di restoran. Hampir setiap hidangan di Indonesia, dari soto, nasi goreng, mie goreng, hingga rendang, menggunakan bawang merah sebagai salah satu bahan bumbunya. Selain itu, bawang merah juga sering digunakan sebagai bahan baku untuk membuat saus, bumbu rempah, dan acar.

Selain sebagai bahan bumbu masakan, bawang merah juga memiliki banyak manfaat lainnya. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bawang merah mengandung senyawa yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah, serta memiliki efek antioksidan yang baik bagi kesehatan tubuh.

Dalam industri kosmetik, bawang merah juga digunakan sebagai bahan baku untuk produk-produk kecantikan, seperti krim dan masker wajah. Selain itu, bawang merah juga dipercaya dapat membantu mempercepat pertumbuhan rambut dan mencegah kerontokan rambut.

Dari sisi ekonomi, budidaya bawang merah juga memiliki potensi besar di Indonesia. Bawang merah merupakan salah satu komoditas pertanian yang cukup menguntungkan bagi petani, karena permintaannya yang cukup tinggi di pasar.

Oleh karena itu, prospek usaha budidaya bawang merah masih sangat terbuka. Dengan cara budidaya atau menanam bawang merah dari biji sampai panen yang akan kami ulas nanti, petani diharapkan dapat mendapakan hasil yang optimal dalam budidaya bawang merah sehingga dapat memperoleh keuntungan yang cukup besar dari hasil panennya. Baca juga : Cara budidaya jamur merang media jerami dan kardus.

Permasalahan benih bawang merah

Cara budidaya atau menanam bawang merah dari biji sampai panen
pixabay.com

Selama ini, bawang merah banyak dibudidayakan secara vegetatif dengan menggunakan umbi. Meskipun penggunaan umbi pada budidaya bawang masa panennya relatif lebih cepat, namun banyak permasalahan yang petani hadapi dari tingginya komponen biaya pengadaan benih (umbi), sampai waktu simpan yang relatif singkat.

Kabar gembiranya saat ini ada teknik pengembangan benih bawang merah dari biji atau yang dikenal dengan True Shallot Seed (TSS). Cara budidaya atau menanam bawang merah dengan menggunakan benih dari biji mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan cara budidaya bawang merah dengan menggunakan umbi, antara lain yaitu kesehatan benih yang lebih terjamin, distribusi benih yang lebih mudah dan juga biaya pengadaan benih yang jauh lebih murah. Baca juga : Cara menanam bawang merah di polybag.

Baca Juga :  Tanaman Porang Harta Karun Yang Terlupakan

True shallot seed (TSS)

True shallot seed (TSS) atau benih bawang merah sejati adalah metode baru dalam budidaya bawang merah yang berbeda dengan cara tradisional yaitu dengan menggunakan umbi sebagai bibit. TSS adalah bibit bawang merah yang dihasilkan dari proses persilangan dua varietas bawang merah yang berbeda secara genetik, yang kemudian menghasilkan benih bawang merah yang dapat ditanam dan tumbuh menjadi tanaman dewasa. Baca juga : Cara budidaya kacang hijau di lahan kering.

Metode ini memungkinkan petani untuk memproduksi bawang merah secara lebih efisien dan dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan dengan metode tradisional. Selain itu, penggunaan TSS juga memiliki keuntungan lain seperti kemampuan untuk menghasilkan bawang merah dengan karakteristik yang lebih unggul, termasuk daya tahan terhadap penyakit dan hama, serta adaptasi yang lebih baik terhadap lingkungan tumbuh yang berbeda.

Penggunaan TSS dalam budidaya bawang merah masih tergolong baru dan masih memerlukan penelitian dan pengembangan lebih lanjut, terutama dalam hal peningkatan produktivitas dan kualitas bawang merah yang dihasilkan. Namun, dengan potensi keuntungan yang ditawarkan, TSS dapat menjadi alternatif yang menarik bagi petani bawang merah di Indonesia. Baca juga : Cara menanam jagung manis agar buahnya besar.

Cara budidaya bawang merah dari biji sampai panen

Cara budidaya atau menanam bawang merah dari biji sampai panen

Berikut ini tahapan cara budidaya atau menanam bawang merah dari biji sampai panen di lahan terbuka :

1. Tahap persemaian

Teknik persemaian biji bawang merah perlu dilakukan dengan hati-hati agar bibit bawang merah dapat tumbuh dengan baik dan sehat.

Berikut adalah langkah-langkah teknik persemaian biji bawang merah :

  • Persiapkan media tanam yang terdiri dari campuran tanah, pupuk kandang atau arang sekam dan kompos, dan pasir dengan perbandingan 1:1:1.
  • Siapkan tempat persemaian. Tempat persemaian dapat berupa baki plastik atau kayu. Selain itu, sobat budidaya juga bisa membuat bedengan persemaian
  • Isi wadah persemaian dengan media tanam yang telah disiapkan, kemudian ratakan permukaannya.
  • Buat alur diatas media tanam untuk meletakkan benih dengan jarak antar alur 10 cm.
  • Siram media tanam dengan air hingga merata, tetapi jangan terlalu banyak agar media tanam tidak terlalu basah.
  • Sebelum menaburkan biji bawang merah, rendam biji dalam air hangat selama 24 jam untuk meningkatkan tingkat keberhasilan perkecambahan.
  • Taburkan biji bawang merah sejati di atas media tanam yang telah disiapkan. Jangan terlalu rapat agar bibit memiliki ruang untuk tumbuh.
  • Tutup biji dengan tipis lapisan media tanam, kemudian semprotkan air secukupnya hingga permukaan media tanam terlihat basah.
  • Letakkan wadah persemaian di tempat yang terkena sinar matahari langsung atau di bawah naungan dengan suhu udara sekitar 25-30 derajat Celsius. Naungan perlu dibuat untuk menghindari cahaya matahari yang terlalu terik dan air hujan yang terlalu deras
  • Untuk menjaga kelembaban, tutup media semai dengan karung goni, daun pisang, atau bahan lain yang tersedia.
  • Siram media tanam dengan air secukupnya setiap hari atau jika media tanam terlihat kering.
  • Biji biasanya mulai berkecambah antara 5 – 7 hari setelah persemaian.
  • Setelah bibit bawang merah sejati berumur sekitar 5-6 minggu, tanaman dapat dipindahkan ke bedengan dengan jarak tanam sekitar 5-7 cm.
  • Untuk menghindari kematian, benih bawang merah dapat dilayukan terlebih dahulu selama 1-3 hari di tempat yang sejuk.
Baca Juga :  Cara Menanam Kangkung Di Polybag Agar Cepat Tumbuh

2. Pembuatan bedengan

Bedengan atau tempat penanaman bawang merah adalah salah satu faktor penting dalam cara budidaya atau menanam bawang merah dari biji sampai panen. Baca juga : Cara menanam jahe merah di lahan terbuka.

Berikut adalah langkah-langkah pembuatan bedengan yang tepat untuk bawang merah :

  • Pilih lahan yang terkena sinar matahari langsung dan memiliki akses air yang cukup.
  • Buatlah bedengan dengan ukuran lebar sekitar 1,2-1,5 meter dan panjang sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan lahan.
  • Bentuk bedengan dengan cara menggali tanah dengan kedalaman sekitar 20-30 cm, kemudian tempatkan tanah di sisi kanan dan kiri bedengan sehingga terbentuk parit di tengahnya.
  • Campurkan tanah dengan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 2:1.
  • Ratakan permukaan bedengan dengan garu, kemudian siram permukaan bedengan dengan air hingga merata.
  • Tambahkan pupuk NPK dengan perbandingan 2:1:2 sebanyak 2,5 kg untuk setiap 10 meter persegi bedengan.
  • Ratakan permukaan bedengan kembali dengan garu, kemudian tekan-tekan permukaannya dengan alat pemadat atau punggung garu hingga permukaan bedengan menjadi padat.

Catatan : untuk mendapatkan ph tanah yang sesuai, sobat budidaya bisa menaburkan kapur pertanian atau dolomit dengan dosis 150 – 200 gram/m2 atau 1,5 – 2 ton/ha. Penggunaan kapur pertanian atau dolomit sebaiknya hanya digunakan jika dibutuhkan. Untuk mengetahui pH tanah yang tepat, dapat dilakukan dengan menggunakan alat uji pH tanah yang tersedia di toko pertanian atau bahan kimia. Setelah mengetahui pH tanah yang ada, sobat budidaya dapat menyesuaikan pH tanah dengan cara mengaplikasikan bahan-bahan terebut diatas, tergantung pada kebutuhan penyesuaian pH tanah.

Penggunaan mulsa perak dapat disesuaikan dengan keadaan, penggunaan mulsa biasanya diterapkan pada cara budidaya bawang merah di dataran tinggi. Baca juga : Cara menanam cabai merah di lahan terbuka.

3. Penanaman

Cara budidaya atau menanam bawang merah dari biji selanjutnya adalah penanaman.

  • Sebelum penanaman, siram bedengan sampai basah.
  • Buat lubang tanam 5 – 7 cm dengan jarak antar lubang tanam 10 – 20 cm.
  • Isi setiap lubang tanam dengan 1 benih bawang merah yang sudah disiapkan sebelumnya.
  • Tekan tanah disekitar, agar bening bawang merah lebih kuat dan akar menyatu dengan tanah.

Perawatan

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merawat tanaman bawang merah:

1. Penyiraman

Cara budidaya atau menanam bawang merah dari biji sampai panen
ilustrasi (pixabay.com)

Air merupakan faktor penting dalam pertumbuhan tanaman bawang merah. Tanaman bawang merah memerlukan air yang cukup namun tidak terlalu berlebihan. Penyiraman dilakukan secara teratur setiap hari, terutama pada musim kemarau. Hindari penyiraman yang terlalu banyak sehingga tanah tidak mengalami genangan air.

2. Penyulaman

Penyulaman adalah proses menambah atau mengganti bibit tanaman baru pada lubang tanam yang kosong di lahan pertanian atau kebun setelah proses penanaman awal dilakukan. Penyulaman umumnya dilakukan jika ada bibit yang tidak tumbuh atau mati setelah proses penanaman awal. Penyulaman benih bawang merah perlu dilakukan sesegera mungkin atau paling lambat 7 HST (hari setelah tanam). Hal ini perlu dilakukan untuk memaksimalkan luas lahan dengan bibit tanaman yang sehat. Baca juga : Cara budidaya bawang puting di polybag.

Baca Juga :  Budidaya Jamur Merang Media Jerami dan Kardus Untuk Pemula

3. Pemupukan susulan

Pemupukan susulan dapat dilakukan pada benih tanama bawang merah umur 15, 30 dan 45 HST dengan dosis 120-180 kg N, 100-120 kg K2O per hektar dengan cara ditabur.

4. Penyiangan dan pengendalian hama dan penyakit

Lakukan penyiangan secara rutin untuk menghilangkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman bawang merah. Penyiangan dapat dilakukan 2 – 3 kali dalam seminggu.

Selain itu, perlu juga melakukan pengendalian hama dan penyakit seperti kutu daun, ulat, dan penyakit layu. Pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan dengan menggunakan pestisida nabati atau kimia yang aman bagi tanaman dan lingkungan.

Pemanenan

Pemanenan dilakukan ketika daun dan batang bawang merah sudah mengering dan mulai rebah sebanyak 75%. Biasanya waktu pemanenan bawang merah adalah 2-3 bulan setelah penanaman. Saat memanen, keluarkan umbi bawang merah dari tanah dengan hati-hati.

Keringkan di bawah sinar matahari selama beberapa hari (2-3 hari) sebelum disimpan atau dijual untuk mendapatkan warna umbi yang merah dan berkilau.

Dengan perawatan yang tepat, tanaman bawang merah dapat tumbuh dan berkembang dengan baik sehingga menghasilkan hasil panen yang maksimal. Baca juga : Cara budidaya jamur tiram.

Kesimpulan :

Bawang merah merupakan salah satu jenis tanaman yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Budidaya bawang merah dapat dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya adalah dengan menggunakan biji. Teknik persemaian biji dan pembuatan bedengan perlu diperhatikan agar bibit bawang merah dapat tumbuh dengan baik. Selain itu, perawatan seperti penyiraman, pemupukan, penyiangan, dan pengendalian hama dan penyakit perlu dilakukan untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal. Jika ada lubang tanam yang kosong, dapat dilakukan penyulaman dengan bibit baru yang sehat dan baik untuk meningkatkan produktivitas tanaman secara keseluruhan. Dalam budidaya bawang merah, penting juga untuk memperhatikan pH tanah yang optimal agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan umbi yang berkualitas.

Dalam budidaya ini, kesabaran dan ketelitian sangat dibutuhkan karena setiap tahapan memiliki peran penting untuk mendapatkan hasil panen yang optimal.

Budidaya bawang merah dari biji di lahan terbuka dapat menjadi alternatif bagi para petani yang ingin memulai usaha di bidang pertanian atau mengembangkan lahan yang ada. Dengan perawatan yang baik, diharapkan bawang merah yang dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan pasar lokal maupun ekspor.

Namun, di samping itu juga diperlukan dukungan dari pemerintah dalam hal penyediaan benih unggul, pelatihan teknik budidaya yang baik, pengendalian hama dan penyakit, serta dukungan pemasaran produk yang berkualitas. Dengan dukungan tersebut, diharapkan petani dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen bawang merah dari biji di lahan terbuka.

Demikian cara budidaya atau menanam bawang merah dari biji sampai panen di lahan terbuka. Terima kasih sudah berkunjung dan semoga bermanfaat. Salam sukses…

Referensi :

Pedoman cara budidaya bawang merang dari biji

Kami juga dapat diakses melalui Google News dan Whatsapp channel
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments